SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Satpol PP Garuk 11 Anak Punk

  • Reporter:
  • Jumat, 14 September 2018 | 14:25
  • Dibaca : 183 kali
Satpol PP Garuk 11 Anak Punk
Petugas Satpol PP Kota Batam mengamankan 11 anak punk di kawasan Tiban, kemarin. f fathurohim

SEKUPANG – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam mengamankan 11 anak punk karena kedapatan nongkrong di sepanjang Jalan Gajah Madah Tiban, Sekupang, Kamis (13/9/2018). Diduga remaja putus sekolah itu merupakan pelaku pengeroyokan terhadap seorang warga Tiban, sehari sebelumnya. Dari tangan para remaja berusia rata-rata 14 tahun ini petugas mengamankan sebilah celurit yang diduga sebagai senjata untuk menakut-nakuti warga di malam hari.

Koordinator petugas patroli Satpol PP kota Batam Alex Wahyudi menuturkan, pengamanan terhadap anak punk dilakukan secara spontan saat mereka patroli ke lokasi tempat mereka nongkrong di depan KFC Tiban.

“Sehari sebelumnya kami juga dapat laporan dari warga kalau mereka menganiaya seorang lelaki di lokasi yang sama. Tadi saat patroli mereka sedang ngumpul jadi kami bawa ke sini (Mako Satpol PP di Batuaji),” ujarnya.

Saat diinterogasi petugas, para remaja ini mengakui jika mereka yang menganiaya seorang warga sehari sebelumnya. “Iya pak, dia (korban) kata-katain kami karena adiknya ikut bergabung dengan kami. Dia tampar adiknya (perempuan) di depan kami makanya kami spontan keroyok dia,” ujar Kohir, salah seorang anak punk.

Sebelum pengeroyokam terjadi, korban mendatangi anak punk itu sebab adik perempuannya bergabung dengan kelompok itu. Adik perempuan korban sudah satu hari tak pulang ke rumah. Kesal karena merasa memengaruhi adiknya, korban lantas marah-marah. Korban juga sempat menampar adiknya sehingga ia dikeroyok lima anak punk, di antaranya adalah anak gadis yang masih berusia 14 tahun.

Saat ditanya, para remaja ini mengaku sebagai kelompok yang merasa senasib karena putus sekolah akibat faktor ekonomi. Mereka sama-sama mencari uang dengan cara mengamen ataupun menjadi petugas parkir liar. Mereka mengelak jika kerap berbuat onar seperti yang dicurigai petugas. Bahkan senjata tajam yang diamankan petugas juga bukan milik mereka. “Itu punya orang pak. Kebetulan ada di tempat kami ngumpul jadi dikira punya kami,” tutur Diki, seorang remaja lainnya.

Hingga sore kemarin, sebelas remaja yang terdiri dari enam pria dan lima wanita itu masih diamankan di Mako Satpol PP di Batuaji. Mereka menjalani serangkaian pembinaan fisik dan mental sebelum diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Batam untuk diberikan pembinaan. fathurohim

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com