SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Satpol PP Tertibkan Pedagang Ilegal

  • Reporter:
  • Jumat, 19 Juli 2019 | 14:51
  • Dibaca : 143 kali
Satpol PP Tertibkan Pedagang Ilegal
Petugas Satpol PP Kota Batam menertibkan pedagang bensin di pinggir jalan kawasan Batuaji, Kamis (18/7). f ahmad nusur

BATUAJI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam terus melakukan penertiban aktivitas yang menyalahi aturan. Kali ini, penertiban dilakukan di Kecamatan Sagulung dan Batuaji untuk mengurangi pelanggar peraturan daerah (perda) Kota Batam, Kamis (18/7).

“Masi banyak yang perlu ditertibkan. Kemarin kami sudah melakukan penertiban iklan yang dipasang di pohon,” kata Sekretaris Satpol PP Kota Batam, Fridkalter.

Menurut dia, kegiatan penertiban ini masih terus dilakukan. Kali ini penertiban diarahkan pada aktivitas pedagang yang menyalahi aturan dan kios liar yang berada di tepi jalan turut ditertibkan. “Kami terpaksa membongkar kios yang digunakan warga untuk berjualan di tepi jalan daerah Batuaji dan Sagulung. Selain menyalahi aturan, juga menghambat kelancaran lalu lintas, pengendara akan terganggu,” jelasnya.

Penertiban akan terus berlangsung sampai wilayah kota Batam benar benar bersih dari sepanduk-sepanduk yang dipasang di pohon dan pedagang di pinggir jalan. Selain itu, ia juga meminta pengertian kepada para pedagang untuk tidak berjualan lagi di pinggir jalan. “Itu sangat berbahaya. Selain pengendara itu juga membahayan pedagang sendiri,” katanya

Nanti jika penertiban sudah merata dilakukan, sambungnya, Batam akan menjadi kota yang nyaman, bersih dan indah sesuai visi wali kota. Bahkan nanti pariwisata akan semakin meningkat dengan keadaan yang seperti itu. “Kita mulai dari penertiban spanduk dan kios yang berada di pinggir jalan. Itu sangat tak bagus dilihat,” kata Fridkalter.

Salah seorang pedagang, Rindi mengaku terpaksa berjualan di pinggir jalan. Hal ini lakukan lantaran sulitnya mencari kios di Batam, khususnya di Batuaji. “Kalau di pinggir jalan pembelinya kan banyak, lagi pula tidak bayar sewa,” tutur perempuan 32 tahun ini.

Meskipun nanti harus angkat kaki dari lapak jualannya, ia mengaku tidak apa-apa. Hanya saja ia berharap kepada pemerintah agar memberikan pengertian untuk membantu para pedagang mendapatkan lapak pengganti. “Cari kerja sangat susah. Hanya ini yang bisa kami lakukan, berjualan di pinggir jalan,” ujarnya. ahmad nusur

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com