SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Saudi Resmi Luncurkan Resor Hiburan Rp111 Triliun

  • Reporter:
  • Rabu, 2 Mei 2018 | 15:07
  • Dibaca : 204 kali
Saudi Resmi Luncurkan Resor Hiburan Rp111 Triliun

RIYADH – Arab Saudi terus melakukan terobosan dalam membangun ekonomi negaranya. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) meresmikan ground-breaking pembangunan resor terbesar di dunia.

Proyek bertajuk Qiddiya dengan luas 334 km persegi atau dua setengah kali lebih besar dari pada Disney World ini diperkirakan menelan investasi senilai USD8 miliar (Rp111 triliun). Proyek itu menjadi ambisi strategi Saudi untuk membuka ekonomi bagi investor asing dan mengundang wisatawan asing untuk datang ke negara tersebut Resor yang bernama Qiddiya menjadi simbol kebebasan dan reformasi yang telah didengungkan oleh Mohammed bin Salman melalui Visi 2030. Nantinya Qiddiya akan terdiri atas theme park Six Flags, wahana air, motor sport, acara budaya, dan rumah liburan. Juru bicara Qiddiya memperkirakan wahana itu akan menarik 1,5 juta wisatawan setiap tahun dan akan dibuka untuk tahap pertama pada 2022.

Peresmian pembangunan itu dilaksanakan pada Sabtu (28/4) lalu tepat sepekan setelah Saudi membuka bioskop pertamanya setelah hampir empat dekade melarang tempat hiburan. Arsitek reformasi Saudi Pangeran Mohammed bin Salman dan ayahnya menghadiri acara peresmian mewah itu yang diselingi dengan acara orkestra, pesta kembang api, dan musik. “Hari ini kita mengundang investor, pencipta, dan operator dari seluruh dunia untuk mengeksplorasi satu per satu proyek seperti Qiddiya untuk ditawarkan,” kata CEO Qiddiya Michael Reininger ke – pada para pejabat peme rin tah – an, duta besar, dan pengusaha se perti dilansir Reuters .

“Kita akan mencari yang terbaik untuk membantu kita. Kita akan menemukan pengala man hibur an baru untuk seluruh penduduk dan wisatawan yang berlibur ke Kerajaan Arab Saudi,” imbuhnya. Reininger mengatakan Qiddiya sedang mencari pembiayaan jangka luas dari sum ber lokal dan internasional da lam bentuk investasi langsung dan saham dengan dukungan dari dana kekayaan kedaulatan Saudi, yakni Dana Investasi Publik (PIF). Lembaga dana itu memiliki dua inisiatif, yakni NEO, bisnis senilai USD500 miliar dan zona industri yang melibatkan Mesir dan Yordania.

Kemudian proyek Laut Merah yang meliputi sumber daya alam, terumbu karang, dan situs bersejarah di 50 pulau. Sayangnya Reininger tidak menjelaskan secara spesifik nilai investasi untuk Qiddiya. Saat ini 50 orang bekerja langsung untuk Qiddiya, sedang – kan ratusan orang lainnya merupakan penasihat global dan warga lokal. Jumlah itu akan meningkat mencapai 55.000 orang pada 2022. Proyek Qiddiya itu me rupakan pusat hiburan, budaya, dan olahraga di negara yang dikenal sangat religius dan konservatif itu. Tapi Saudi pelan-pelan kini berubah dan membuka ekonomi dan mengadopsi gaya hidup modern.

Dengan dua pertiga penduduk berusia 35 tahun dan sedikitnya tempat hiburan di Saudi, banyak warga memilih pergi ke Dubai atau Bahrain untuk berlibur pada akhir pekan. Saudi ingin mengamankan sepertiga dari USD20 miliar dalam belanja hiburan ke luar negeri setiap tahunnya. “Menangkap (belanja hiburan) merupakan tujuan utama (pembangunan Qiddiya) da n pada saat bersamaan menciptakan pie lebih besar,” kata Reininger. “Kita tidak perlu pergi keliling dunia untuk mencari hal lain. Kita tinggal menginovasi dan kita bisa tetap tinggal di sini (Saudi),” jelasnya. Reininger, warga Amerika Serikat (AS) yang bergabung dengan Qiddiya bulan lalu se – belumnya bekerja pada perusahaan kereta api di Florida.

Dia pernah menjadi konsultan untuk pembangunan perusahaan Walt Disney Company dan menjadi eksekutif di firma teknik AECOM. Ketika ditanya tentang upaya untuk menghindari kegagalan banyak mega proyek di kawasan Timur Tengah yang mengalami penundaan dan membengkaknya biaya, Reininger mengungkapkan Qiddiya tetap akan sesuai dengan kebutuhan ekonomi. “Dengan pasar besar dan tidak banyak kompetitor, pasti ada kesempatan yang nyata. Itulah kenapa kamu ingin berinvestasi di sini,” jelasnya. Mengenai banyaknya pembatasan sosial di Saudi, pemisahan lelaki dan perempuan dan aturan baju bagi perempuan, apakah akan diterapkan di Qiddiya? Reininger menga – ta kan akan menjadi yang terdepan dalam perubahan di Kerajaan Saudi.

“Apalagi sudah banyak peraturan yang dilonggarkan di Saudi dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.

Andika hendra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com