SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sebelum Ijab, Kahiyang Ayu Jalani Siraman

  • Reporter:
  • Rabu, 27 September 2017 | 14:20
  • Dibaca : 105 kali
Sebelum Ijab, Kahiyang Ayu Jalani Siraman
Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka saat mengutarakan soal pernikahan adiknya. /KORAN SINDO

SOLO – Rangkaian proses pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution pada 8 November 2017 mendatang mulai terungkap.

Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka kemarin buka suara terkait pernikahan sang adik. Bos Katering Chili Pari tersebut membeberkan rancangan acara yang akan dilaksanakan sebelum Ijab Kabul. Rangkaian acara pada selasa (7/11) pagi diawali dengan pengajian.

Setelah itu, dilanjutkan dengan beragam prosesi sebelum pernikahan digelar sebagaimana adat istiadat masyarakat Jawa. Yakni pemasangan bleketepe, tarub, dan tuwuhan. “Nanti Bapak (Jokowi) dan Ibu (Iriana) yang akan melakukan,” kata Gibran Rakabuming Raka di Solo, Jawa Tengah, kemarin.

Pemasangan bleketepe dimaknai agar suasana saat pernikahan berlangsung sejuk dan nyaman. Selanjutnya, Jokowi- Iriana sebagai orangtua melakukan tradisi Adang Sepisan. Yakni kegiatan menanak nasi yang dilakukan bersama-sama. Iriana yang menanak nasi, dan Jokowi yang menyalakan apinya.

Usai Adang Sepisan, dilanjutkan persiapan siraman bagi kedua calon mempelai pengantin. Air untuk siraman berasal dari tujuh mata air berbeda yang kemudian disatukan dalam satu tempat. Tujuh dalam bahasa Jawa adalah pitu yang dimaknai sebagai pertolongan agar semunya berjalan lancar.

Air siraman rencananya diambilkan dari tujuh sumur yang berbeda di sekitar kediaman pribadi Presiden Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo. Bobby Nasution sebagai mempelai pria juga akan menjalani prosesi siraman. “Nanti Bobby siramannya di hotel tempatnya menginap bersama keluarganya. Air untuk siraman sebagian dikirim ke Bobby,” ungkapnya.

Tujuan siraman itu untuk mensucikan diri. Setelah siraman selesai, prosesi selanjutnya adalah bopongan. Presiden Jokowi nantinya akan menggendong Kahiyang Ayu yang dimaknai beban tanggungjawab segera berpindah dari orangtua ke suami. Usai bopongan, berikutnya adalah petik rekmo atau memotong rambut yang diartinya untuk membuang sial.

Setelah itu, Presiden Jokowi dan Iriana giliran akan berjualan dawet. Tradisi ini dimaknai agar kehidupan pengantin nantinya diberi kemanisan dan keharmonisan. “Dalam dawet ada cendol juga di situ. Cendol itu biasanya bergerombol. Harapannya agar tamunya banyak dan memberikan doa kepada mempelai pengantin,” papar Gibran.

Gibran memberi sedikit bocoran tentang menu yang akan disajikan. Di antaranya adalah nasi liwet, srabi, dan sate kere. “Tamunya dari seluruh Indonesia biar merasakan kuliner Solo,” ucapnya. Mengenai rencana kumbokarnan, rencananya dilaksanakan seminggu sebelum acara.  (ary wahyu wibowo)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com