SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Second Home, Kafe dengan Banyak Pintu & Jendela

  • Reporter:
  • Jumat, 24 Maret 2017 | 09:11
  • Dibaca : 551 kali
Second Home, Kafe dengan Banyak Pintu & Jendela
Kafe Second Home.

Second Home menjadi rumah kedua bagi sang pemilik kafe, juga pengunjungnya. Desainnya unik dengan banyak pintu dan jendela. Penyajian menu-menunya juga menarik.

Second Home bukanlah kafe pertama bagi Raven, sang pemilik. Di kafenya ini, ia ingin membawa suasana rumah dengan menghadirkan banyak pintu dan jendela. Pintu dan jendela sebagai simbol sebuah rumah ditata sedemikian rupa sebagai dekorasi ruangan.

Raven ingin menerapkan gaya jadul pada kafenya. Gaya retro Second Home adalah retro seventies dengan sedikit sentuhan modern. Gaya retro terlihat dari warna tanah pada meja yang digunakan. Sementara kursi-kursinya mendapat sentuhan warna-warni vintage. Terkesan kuno memang tapi berkualitas baik. Kursi ini menjadi pilihan tempat nyaman bagi pengunjung.

Dengan kapasitas 50 orang, Second Home menawarkan nuansa berbeda. “Dibilang vintage banget nggak juga. Tapi modern atau retro kali juga nggak. Jadi perpaduan saja,” ujar Raven di kafe miliknya, Kamis (23/3).

Yang menarik perhatian adalah jendela-jendela kaca dengan rangka kayu. Efek dari jendela kaca memberikan ilusi pada kafe ini. “Seolah-olah terlihat lebih luas,” kata Raven. Second Home ternyata juga punya makna yang lain. Pintu dan jendela yang dipakai untuk dekorasi adalah pintu dan jendela bekas pakai. “Ada beberapa barang dari kafe lama kita gunakan tapi dikreasikan lagi,” jelasnya.

Selain sebagai hiasan dinding, jendela-jendela bekas setinggi satu meter dan berkaca gelap juga didesain menjadi meja bar. Meja bar dipasangkan dengan kursi-kursi besi berwarna kuning yang tinggi.

Bagian paling unik dari kafe ini ada di pintu masuk. Baik dinding, pintu, dan jendela, semua dibuat dari jendela kaca. “Semuanya kelihatan seperti jendela padahal ada pintunya,” kata Raven. Meski hanya satu unit ruko, Raven tak kehabisan akal berkreasi agar kafenya terlihat keren dan menarik.

Di beranda kafe diletakkan meja panjang dengan kursi-kursi bar yang tinggi. Gaya ini seperti kafe-kafe modern yang banyak ditemui saat ini. Di bagian luar ini, Raven berencana menambah kursi lagi agar pengunjung merasa nyaman menikmati suasana, terlebih jika digelar nonton bareng (nobar).

Kafe ini berada di Ruko Graha Mas Blok J No 18, Seipanas, Batam ini dan buka pukul 10 pagi hingga 10 malam. Pada hari Minggu dan hari libur, waktu buka diperpanjang. Setiap malam, kafe ini menampilkan live music untuk menghibur pengunjung yang ingin menghabiskan malam dengan kongkow-kongkow atau beraktivitas lain sambil menikmati menu yang disajikan menarik.

Kudapan Legit Kue Cubit
Kue jajanan pasar biasanya hanya bisa didapat di pagi hari. Tapi sekarang, banyak sekali jajanan pasar yang dijadikan menu kudapan di kafe atau restoran. Second Home mengangkat kue cubit sebagai kudapan dengan harga terjangkau dan rasa bervariasi.

Sembilan buah kue cubit dihidangkan di sebuah nampan dengan susunan yang rapi. Teksturnya lembut dan rasanya legit menggigit. Dalam satu paket terdapat tiga rasa, yakni original, biscuit cokelat, dan green tea (teh hijau).

Untuk membedakannya, warna topping dibuat berneda-beda. Kue cubit rasa original berwarna kekuningan. Rasa green tea-nya tak terlalu pekat. Karena biasanya teh hijau identik dengan rasa pahit.

Tektur lembutnya membuat kue ini dapat dinikmati segala usia. Akan lebih lezat bila dinikmati saat dihidangkan dalam keadaan panas.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com