SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sediakan Tanaman Ikonik untuk Foto, Beri Makan Ratusan Burung Merpati

  • Reporter:
  • Sabtu, 19 Januari 2019 | 12:43
  • Dibaca : 281 kali
Sediakan Tanaman Ikonik untuk Foto, Beri Makan Ratusan Burung Merpati

PEMERINTAH Kota (Pemko) Batam terus menggali potensi untuk menghadirkan destinasi wisata apik di kota ini. Pasalnya, Batam ditarget mampu mendatangkan 2,4 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini. Untuk mewujudkan itu, salah satu upaya pemerintah yakni memperbanyak destinasi wisata sekaligus melanjutkan penataan infrastruktur.

RENI HIKMALIA, Batam

Tenang dan jauh dari hiruk pikuk. Hanya suara burung yang memecah kesunyian. Terbentang alam yang dipenuhi pepohonan hijau serta hamparan bunga di taman luas yang memberikan ketenangan. Suasana ini bisa dirasakan saat mengunjungi Kebun Raya Batam (KRB) di Nongsa, Kota Batam. 

Hal yang kurang lebih serupa bisa dilihat pada Sabtu, (19/1) pagi kemarin. Seorang remaja putri nampak duduk di bangku yang ada di Kebun Raya Batam. Senyum semringah terukir di bibir tipis remaja berusia 18 tahun itu.

Tak berselang lama, ia beranjak dari tempat duduknya, menuju tanah lapang beralas paving block di hadapannya. Sejurus kemudian, ia melontarkan jagung yang dari tadi digenggamnya.

Seketika ratusan burung menghampiri. Raut muka remaja itu seketika menampakkan kegembiraan. Ia menyaksikan ratusan burung merpati yang menghampirinya. Secara spontan, ia merogoh kocek kanannya, ia ambil gawainya dan langsung berswafoto di tengah kerumunan burung itu.

Wanita itu adalah Riska, warga Batuampar yang sengaja datang ke Kebun Raya Batam di Nongsa untuk menikmati keindahan alam bersama keluarganya. 

Puas memberi makan burung, ia bersama keluarganya menuju sejumlah taman lain. Banyak hal yang bisa dinikmati di Kebun Raya Batam yang baru diresmikan Wali Kota Batam Muhammad Rudi, belum lama ini.

“Bagus tempatnya, tadi foto-foto bagus,” kata Riska.

Ia mengaku memang hobi jalan-jalan. Namun, selama ini ia hanya mengunjungi pantai dan juga taman serta mal di perkotaan. Ia mengaku mendapat informasi tentang Kebun Raya Batam dari teman-teman kuliahnya.

“Ternyata memang bagus, cantik, bisa juga sambil belajar tentang tumbuhan di sini,” kata mahasiswi semester dua itu.

Meski begitu, ia berharap ke depan pemerintah makin serius mengelola Kebun Raya ini. Pasalnya tempat tersebut menjadi pilihan baru untuk berekreasi bersama keluarga atau teman-teman. Ia juga meminta untuk diperbanyak spot untuk berswafoto di lokasi tersebut.

“Maklum, seusia kami mana yang menarik jadi sasaran untuk foto-foto,” katanya sambil tertawa.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengatakan, di Kebun Raya Batam tersebut, pihaknya sudah melepas burung merpati sebanyak 189 ekor dan akan ditambah lagi nantinya.

“Ini menjadi daya tarik tersendiri di sana (Kebun Raya Batam),” kata dia.

Selain bisa melihat dan belajar mengerti beraneka pohon yang ditanam di KRB, pengunjung juga bisa mengeksplorasi untuk melihat berbagai tanaman khas dan ikonik. Seperti, tanaman periuk kere atau naphentes.

Hal tersebut, kata Ardi, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membuat Batam makin menarik dan menjadi daya tarik bagi wisatawan ke kota perbatasan dengan negeri jiran seperti Singapura dan Malaysia ini.

“Banyak destinasi baru yang mulai bermunculan. Baik dari swasta maupun dari pemerintah,” kata dia.

Dengan begitu, dunia pariwisata di Batam makin bergairah. Pasalnya di tahun ini target kunjungan wisman tak sedikit. Batam diminta Kementerian Pariwisata (Kemenpar)  mampu mendatangkan 2,4 juta wisman.

“Kita optimistis mampu tercapai, butuh dukungan semua pihak,” kata dia.

Total target tahun ini jauh meningkat dibanding tahun lalu. Ia mengungkapkan 2018 target Batam 1,8 juta wisman, hingga Desember target itu diklaim terpenuhi mengingat pada November 2018 sudah mencapai 1,6 juta lebih.

“Trennya di Desember 200 ribu lebih wisman yang berkunjung, dan perkiraan kita target tahun lalu terpenuhi, bahkan melebihi,” kata Ardi.

Untuk memenuhi target tahun ini, melalui Wali Kota Batam Muhammad Rudi, kata dia, Pemko Batam sudah meluncurkan 114 event pariwisata tahun ini. Dengan banyaknya event ini juga menjadikan pariwisata Batam bergairah.

“Ada tiga komponen utama dalam pariwisata. Yakni Amenitas, Aksesabilitas, dan Atraksi,” ujarnya.

Untuk Amenitas atau sarana pendung seperti hotel, restoran dan sebagainya di Batam jumlahnya sudah cukup terpenuhi untuk mendukung dunia pariwisata. Untuk akasesabilitas, pihaknya sudah melebarkan sejumlah jalan. Bahkan pengembangan aksesabilitas jalan akan terua berlanjut hingga 2025.

“Nah yang atraksi kita terus menggandeng swasta untuk ikut andil demi majunya pariwisata. Dengan pariwisata maju akan berdampak luas termasuk perkembangan ekonomi Batam,” katanya.

***

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com