SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sekuriti Bank Divonis Satu Tahun Penjara, Aniaya Sales Mobil

  • Reporter:
  • Rabu, 17 Oktober 2018 | 14:40
  • Dibaca : 138 kali
Sekuriti Bank Divonis Satu Tahun Penjara, Aniaya Sales Mobil
ilustrasi

BATAM KOTA – Ku Aditya Angga Kusuma, sekuriti Bank Mandiri dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, Selasa (16/10). Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap Mahmud alias Fidel, sales diler mobil.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan penganiayaan terhadap korban sebagaimana dakwaan penuntut umum. Menjatuhkan hukuman dengan pidana penjara selama satu tahun, dikurangi sepenuhnya dengan masa penahanan yang telah dijalani,” kata Hakim Mangapul Manalu, membacakan amar putusan.

Hukuman ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhasaniati yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman dua tahun penjara. Atas putusan tersebut, JPU Samuel Pangaribuan yang duduk di meja hijau saat pembacaan putusan mengaku akan pikir-pikir selama tujuh hari. “Kami pikir-pikir, Yang Mulia,” kata Samuel.

Sebelumnya, terdakwa mengaku sangat menyesal telah menganiaya korban bahkan berusaha hendak bunuh diri. Aksi nekat hendak menghabisi nyawa tersebut timbul saat Ku Aditya dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja usai penganiayaan terhadap Mahmud. Padahal, ia mengaku hanya memukul korban sebanyak dua kali yakni di bagian wajah dan punggung.

“Saya juga tidak ada mendorong korban sampai korban terjatuh ke aspal,” katanya pada persidangan sebelumnya.

Terdakwa mengaku, aksi percobaan bunuh diri dilakukannya dengan cara meminum obat pembunuh serangga. Kala itu, ia nekat minum obat pembunuh serangga tanpa sepengetahuan sang istri hingga harus dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, dalam dakwaan disebutkan, kejadian penganiayaan ini bermula ketika saksi Niko meminta print out rekening tabungan kepada Bank Mandiri untuk kepentingan kredit mobil. Saat itu, ia bertemu dengan sekuriti Bank Mandiri yang bernama Melvino. Setelah menyampaikan tujuan kedatangannya, Melvino menawarkan fasilitas Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dari Bank Mandiri. Setelah melihat rincian penawaran, Melvino memutuskan untuk membeli mobil melalui Bank Mandiri.

Tak lama, saksi korban Mahmud alias Fidel mendatangi Bank Mandiri tersebut dan menanyakan perihal kedatangan Niko untuk meminta print out rekening koran tabungan dan bertemu dengan saksi Melvino. Seketika saksi Mahmud marah-marah karena nasabahnya ditawarkan produk lain dan langsung menemui kepala cabang Bank Mandiri.

Mahmud yang hendak pulang dihadang oleh Melvino yang merasa tidak terima karena telah melaporkan dirinya ke pimpinan. Hingga akhirnya terjadi ribut antara keduanya di samping kantor Bank Mandiri. Tak lama, terdakwa yang melihat hal tersebut mendatangi korban dan Melvino serta langsung memukul korban di bagian kepala dan punggung.

Akibat perbuatan terdakwa, Mahmud mengalami luka-luka di sebagian wajah dan badannya. Dan dari hasil visum diketahui terdapat bengkak, luka lecet dan kemerahan yang disebabkan oleh trauma tumpul. Terdakwa pun didakwa dengan pasal 351 ayat (1) KUHP. aini lestari

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com