SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Selamat Tinggal Barca

  • Reporter:
  • Rabu, 23 Mei 2018 | 16:38
  • Dibaca : 140 kali
Selamat Tinggal Barca

BARCELONA – Barcelona menutup Primera Liga musim 2017/2018 dengan mengalahkan Real Sociedad 1-0, Senin (21/5). Kemenangan di Camp Nou sekaligus bercampur haru lantaran menjadi kado perpisahan bagi sang kapten Andres Iniesta.

Gol tunggal Philippe Coutinho pada menit ke-57 membuat Barca bisa mengoleksi 93 poin. Itu sedikit lebih tinggi dibanding torehan dua musim belakangan. Rekor baru turut terukir. Tercatat, Blaugranatidak terkalahkan selama 35 pertandingan kandang beruntun pada Primera Liga, yang merupakan gabungan musim lalu, yakni 29 menang dan 6 imbang. Itu merupakan prestasi terbaik Barca setelah 1993, di mana saat itu pernah tidak terkalahkan dalam 40 pertandingan kandang Primera Liga (34 menang dan 6 imbang). Laga melawan Sociedad juga terasa emosional karena terakhir kalinya Iniesta membela El Azulgrana.

Playmaker berusia 34 tahun itu tampil selama 82 menit sebelum digantikan Paco Alcacer. Sejak debutnya di tim senior pada 2002 Iniesta jadi sosok pen ting atas kesuksesan Barca selama ini. Total, dari 674 penampilan di semua kompetisi, dia mengemas 57 gol. Alumnus La Masia itu juga telah mempersembahkan sembilan 32 gelar, yakni sembilan takhta Primera Liga, empat mahkota Liga Champions, tiga titel Piala Dunia Antarklub dan tiga Piala Super Eropa. Kebersamaan yang telah terjalin begitu lama membuat Iniesta dipenuhi rasa haru. Bintang kelahiran Fuentealbilla tersebut mengungkap kan perpisahannya kepada seluruh anggota tim dan berterima kasih atas dukungan fansyang dinilainya sangat fantastis.

”Saya telah menjalani 22 tahun yang luar biasa. Merupakan se buah kebanggaan besar bisa mem – perkuat Barca yang merupakan yang terbaik di dunia. Terima kasih kepada rekan setim, staf pelatih, dan fansatas semua per hatian dan penghargaan yang diberikan kepada saya sejak dulu,” ungkap Iniesta, dilansir Football-Espana. Meski berat, Iniesta mengatakan, pergi dari Barca merupakan keputusan terbaik dan tidak disesalinya. Kabarnya, pemain yang sukses mendulang Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012 bersama Spanyol itu akan melanjutkan kariernya di China atau Jepang. ”Saya pergi sebagai laki-laki sejati. Terima kasih karena sudah meminta saya untuk tinggal. Saya hanya bisa mengatakan bahwa kalian semua selalu ada di dalam hatiku selamanya. Saya akan sangat merindukan semuanya, Visca Barca,” ujarnya.

Kepergian Iniesta juga mem buat Pelatih Barca Ernesto Valverde begitu kehilangan. Dia menilai, akan sulit menemukan pengganti Iniesta yang sepadan karena kemampuan pemain ber nomor enam tersebut sangat istimewa. ”Dia (Iniesta) adalah pemain yang memiliki talenta luar biasa. Dia membuat segala sesuatunya mudah ketika kami kesulitan. Itu adalah esensi dari sepak bolanya. Sama seperti pelatih-pelatih sebelumnya, saya merasa terhormat bisa melatih Iniesta. Dia adalah pemain unik, satu dari sekian banyak. Tidak akan ada lagi pemain seperti dia,” ucap Valverde.

Kendati demikian, Valverde mengungkapkan tidak akan melakukan revolusi besar-besaran terkait kepergian Iniesta. Juru taktik berusia 54 tahun itu menegaskan pemain-pemain yang ada, seperti Coutinho, Denis Suarez, hingga Carles Alene masih bisa diandalkan. Selain itu, Valverde tidak ter lalu cemas karena Barca masih me miliki pemainpemain bermental juara, khususnya Lionel Messi. Reputasi Messi sebagai predator ulung terbukti dengan keber hasil-an nya mencetak 34 gol dari 36 penampilan pada Primera Liga musim ini. Messi pun berhak menyan – dang pencetak gol terbanyak Primera Liga (Pichichi) musim ini. Pemain asal Argentina itu turut meraih Sepatu Emas Eropa.

Dia menyisihkan bomber Liver pool Mohamed Salah (32 gol) dan penyerang Tottenham Hotspur Harry Kane (30 gol). Itu merupakan gelar Sepatu Emas Eropa kelima La Pulgasepanjang kariernya setelah 2010, 2012, 2013, dan 2017.

Alimansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com