SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Semangat Kampung Nelayan Menjadi Destinasi Wisata Unggulan

  • Reporter:
  • Rabu, 26 Desember 2018 | 16:32
  • Dibaca : 11851 kali
Semangat Kampung Nelayan Menjadi Destinasi Wisata Unggulan
Kegiatan empat pilar di Kampung Berseri Astra (KBA) Batam. FOTO/FADHIL/DOK KBA BATAM

PARIWISATA dinilai menjadi pintu masuk untuk menggeliatkan ekonomi warga di perbatasan negara. Ada semangat Astra untuk mendorong warga pinggiran di Kota Batam untuk menuju ke sana. Salah satunya, dengan menjadikan Kampung Tua Tanjungpiayu Laut di Kecamatan Seibeduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sebagai Kampung Berseri Astra (KBA) Batam. Target akhirnya, kampung ini akan disulap jadi pusat pariwisata. Apa saja yang sudah dimulai untuk mewujudkan mimpi besar itu?

FADHIL, Batam

Jejeran pulau itu dipenuhi pepohonan hijau, berpadu indah dengan birunya laut. Sejumlah nelayan tampak sibuk mencari ikan, menandakan ada derap kehidupan di sekitar wilayah itu. Memutar pandangan, di antara pulau-pulau itu terlihat Jembatan Barelang yang merupakan ikon Kota Batam di seberang lautan. Lukisan alam ini terlihat begitu indah.

Tak jauh dari titik tadi, nampak ada gerbang kuning mengapit jalan beraspal. Di bagian atas gerbang tertulis, Kampung Tua Tanjung Piayu. Memasuki perkampungan itu, deretan rumah panggung terlihat menjorok ke laut. Sejumlah perahu sampan tertambat rapi yang diikat ke tiang-tiang rumah. Sejauh mata memandang, hanya beberapa warga yang beraktivitas di pekarangan rumah.

Di antara beberapa rumah warga itu, terdapat jembatan pelantar yang terbuat dari kayu. Tiangnya dipilih dari batang kayu yang kokoh, sedangkan alas untuk berjualan di atasnya dari papan kayu tebal. Di salah satu pelantar itu, terlihat seorang perempuan lanjut usia (lansia) dengan langkah gontai berjalan di atasnya. Hati-hati ia menapak lantai pelantar. Pandangannya fokus ke bawah, memastikan langkahnya aman untuk menghindari lubang di antara susunan papan.

Perempuan dengan handuk berwana oranye yang dilingkarkan di kepala serta mengenakan daster merah muda dan sarung motif bunga itu akhirnya sampai di tempat tujuan. Ia adalah Harinah, warga Tanjungpiayu Laut berusia 63 tahun, yang hendak menuju posko pemeriksaan kesehatan gratis di Rt 01/Rw 10, Kelurahan Tanjungpiayu Laut, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam pada Sabtu (22/12/2018). Permeriksaan kesehatan itu digelar oleh PT Astra International Tbk lewat program Kampung Berseri Astra (KBA) Batam yang dipusatkan di Kampung Tua Tanjungpiayu Laut.

Setelah sampai di pos pemeriksaan kesehatan itu, Harinah langsung mengikuti instruksi petugas untuk berdiri di atas timbangan digital yang sudah disiapkan. Sejurus kemudian, ia duduk di hadapan tenaga medis dari Puskesmas Seipancur, yang digandeng KBA Batam untuk memberikan pemeriksaan kesehatan tersebut. Ia duduk berhadapan dengan dokter Puspa dan dokter Fajar, dua dokter muda yang kala itu bertugas memeriksa kesehatan warga yang datang.

“Kaki saya sering sakit, dok. Kadang juga kepala saya pusing,” tutur Harinah kepada keduanya.

Dokter Fajar menyimak serius keluhan wanita tua di depannya itu. Ia juga mendiagnosis penyakit yang diderita lansia tersebut. Di antaranya, sakit magh dan asam urat. Tak lama kemudian, sejumlah obat ia berikan pada Harinah untuk diminum rutin. Wanita itu kemudian berdiri dan pamit pada petugas medis di hadapannya.

Harinah saat berbincang dengan dokter Fajar. FOTO/FADHIL

Saat dijumpai, Harinah mengaku bersyukur bisa mengikuti pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.

“Alhamdulillah, ini obat gratis dan sangat membantu kami,” kata Harinah kepada SINDO BATAM, yang telah menunggunya.

Tak berselang lama, warga lain juga mulai berdatangan. Salah satunya Rusmin, ia mengaku rutin memeriksakan kesehatannya saat ada pemeriksaan kesehatan dari KBA, yang digelar rutin tiap tanggal 22 saban bulannya.

“Ini saya mau melaut lagi, sekalian mampir dulu untuk cek kesehatan,” kata pria berusia 58 tahun itu.

Pekerjaannya sebagai nelayan, kata Rusmin, memerlukan fisik yang prima. Sehingga, ia tidak ingin melaut saat tubuhnya merasa sakit. “Kita sangat senang dibantu seperti ini. Gratis dan sangat bermanfaat,” kata Rusmin.

Di hari itu, terdapat 17 warga yang rata-rata berusia lanjut yang memeriksakan diri pada fasilitas kesehatan dari KBA Batam tersebut.

Kampung Tua Tanjungpiayu Laut merupakan salah satu kawasan pesisir di wilayah pulau utama Batam. Kepala Keluarga (KK) yang mendiami wilayah itu sebanyak 98 orang dengan jumlah warga sekitar 200 jiwa lebih. Rata-rata, warga Tanjungpiayu Laut merupakan suku Melayu dan bekerja sebagai nelayan. Tak heran, kampung tersebut disebut sebagai kampung nelayan.

Hanya saja, warga yang bekerja sebagai nelayan rata-rata masih mengandalkan alat tangkap sederhana. Termasuk, menggunakan bubu atau alat perangkap ikan dari anyaman bambu. Sehingga, pendapatan yang diperoleh warga juga tak bisa maksimal.

Rusmin bersiap mencari ikan ke laut. FOTO/FADHIL

Dalam kurun beberapa tahun terakhir, Kampung Tanjungpiayu Laut mulai dikenal luas oleh masyarakat Batam sebagai destinasi berburu kuliner makanan dari laut. Itu karena, mulai bermunculan rumah makan dan restoran yang menyajikan olahan hidangan khas laut tersebut dengan harga yang lebih murah. Maklum, suplai makanan laut bisa didapatkan dengan mudah, termasuk dari nelayan Kampung Tanjungpiayu Laut.

“Kami tentu saja ingin hidup lebih sejahtera, makanya kami terbuka dengan proram-program bantuan yang tujuannya untuk mendorong kualitas kehidupan masyarakat, termasuk KBA dari Astra ini,” kata Budiyanto, Ketua Rt 02/Rw 10 Tanjungpiayu Laut.

Menurut dia, sebenarnya warga ingin meningkatkan taraf hidup baik dari sisi pendapatan maupun kesehatan dan akses pendidikan. Namun, karena keterbatasan keahlian, rata-rata warga masih mengandalkan hidup dari hasil melaut. Karena itu, kata Budiyanto, jika ada yang ingin memberikan pelatihan atau memberikan bantuan untuk mendorong usaha sampingan, warga akan dengan senang hati mendukungnya.

“Misalnya periksa kesehatan, itu sekarang banyak yang datang. Belum lagi program lain seperti pendampingan berwirausaha, rata-rata warga antusias,” jelasnya.

Fasilitator kegiatan empat pilar KBA Batam, Supriadi mengungkapkan, kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian dari bentuk kontribusi sosial PT Astra International Tbk untuk masyarakat dengan konsep pengembangan terintegrasi antara empat pilar program corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan Astra. Program tersebut meliputi, Pilar Pendidikan, Kewirausahaan, Lingkungan dan Kesehatan.

“Empat pilar itu sudah kita laksanakan semua di Kampung Tanjungpiayu Laut. Seperti pilar kesehatan, contohnya dengan pemeriksaan kesehatan seperti ini maupun sosialiasi tentang pencegahan agar terhindar dari suatu penyakit yang kita laksanakan pada momen tertentu,” kata dia.

Warga Tanjungpiayu Laut mendatangi posko kesehatan KBA Batam. FOTO/FADHIL

Sementara untuk kewirausahaan, pihaknya mendorong dan mendukung warga setempat yang mulai menggeluti wirausaha. Misalnya, warga yang membuat berbagai jenis makanan ringan maupun kerajinan tangan yang berpotensi untuk dibina dan dikembangkan. Tak hanya membina, KBA juga turut aktif memasarkan produk dari warga tersebut ke wilayah lain di luar Seibeduk.

“Bahkan produknya pernah kita ikutkan pameran berskala internasional, yang waktu itu diikuti UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dari Indonesia, Singapura dan Malaysia waktu pameran produk di Batam,” sebutnya.

Warga mengemas Chips Mrs Rentina. FOTO/DOK KBA BATAM

Untuk menunjang tampilan produk, Supriadi mengatakan pihaknya ikut membantu membuatkan kemasan yang lebih cantik dan modern. Sehingga, produk yang dihasilkan bisa dijual luas. “Misalnya kita bantu ibu Rentina membuatkan kemasan keripik pisangnya, jadi terlihat lebih bagus,” jelasnya.

Supriadi melanjutkan, untuk program yang berkaitan dengan lingkungan, pihaknya mendorong warga untuk bergotong royong membersihkan lingkungan. Misalnya, membersihkan lapangan di Rt 01/Rw 10.

“Waktu itu ibu-ibu dan bapak-bapak bergotog royong memangkas rumput dan sebagian mencangkul untuk meratakan tanahnya,” ujarnya.

Warga membersihkan lingkuang sekitar Tanjungpiayu Laut. FOTO/DOK KBA BATAM

Dan terakhir, pilar pendidikan. Menurut Supriadi, pihaknya ikut memberikan beasiswa pendidikan untuk anak-anak tingkat SD dan SMP di wilayah tersebut. Jumlahnya ada 35 anak yang menerima bantuan.

“Kita harapkan dengan beasiswa pendidikan ini semakin banyak yang termotivasi untuk terus belajar dan bersekolah lebih tinggi,” harapnya.

Ia mengatakan, melalui program semacam ini, masyarakat dan perusahaan dapat berkolaborasi untuk bersama-sama mewujudkan wilayah yang bersih, sehat, cerdas, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, utamanya di wilayah KBA Batam.

KBA Batam bersama pelajar SDN 02 Sei Beduk. FOTO/ DOK KBA BATAM

Untuk diketahui, KBA membawa dampak positif kepada masyarakat berupa manfaat berganda dari program pembinaan dan pemberdayaan yang diimplementasikan di suatu wilayah. Dengan diterapkannya program KBA, diharapkan secara kolektif masyarakat dapat mengambil tindakan inisiatif untuk mengubah kualitas kehidupannya. Baik itu dari tingkat pendidikan berupa meningkatnya kesadaran untuk bersekolah, tingkat kesehatan berupa perilaku untuk hidup lebih sehat, kesadaran menjaga lingkungan agar bersih dan hijau, serta peningkatan standar kesejahteraan.

“Dan target akhirnya untuk KBA Tanjungpiayu Laut ini, yakni kampung wisata unggulan,” katanya.

Sejuah ini, Tanjungpiayu Laut hanya dikenal karena banyaknya rumah makan dan restoran yang mulai berdiri dan menyajikan hidangan kuliner berbahan dasar dari laut atau seafood. Padahal, potensi untuk menjadikan kampung tersebut sebagai kampung wisata unggulan terbuka lebar.

Selain bisa menyantap kuliner dari olahan makanan laut, wisatawan juga bisa menikmati panorama perbukitan hijau yang masih asri di sekitar Tanjungpiayu Laut. Selain itu, ada objek wisata laut yang masih potensial untuk dikembangkan. Seperti, wisata snorkeling atau bahkan menyelam (diving).

“Jadi targetnya orang datang ke Tanjungpiayu tidak hanya makan saja, tapi juga bisa menikmati suasana laut, mancing, dan diselingi hiburan budaya Melayu,” kata dia.

Dengan begitu, ke depan program KBA tersebut juga akan fokus mendorong masyarakat menyediakan homestay atau kamar yang disewakan untuk wisatawan yang bersih dan nyaman. Tujuannya agar wisatawan betah dan senang datang ke KBA Tanjungpiayu Laut. Ia mengatakan, program yang diterapkan oleh Astra ini memang menyesuaikan dengan potensi yang ada di suatu daerah.

“Target ini selaras dengan pemerintah daerah yang lagi fokus mengembangkan destinasi wisata baru di Batam,” katanya.

Semarak KBA Batam bersama warga. FOTO/DOK KBA BATAM

Meskipun KBA Tanjungpiayu Laut baru dibangun awal tahun 2018 lalu, namun sudah dinilai memberikan dampak positifnya. Bahkan pada 2019 nanti, target besar Astra menjadikan KBA ini sebagai kampung wisata mulai digulirkan.

“Sudah kita bicarakan dengan perangkat RT, RW, hingga Pemko (Pemerintah Kota) Batam,” kata dia.

Sementara itu, Lurah Tanjungpiayu Syamsul Rizal menyambut baik hadirnya program KBA Batam di Tanjungpiayu Laut. Menurutnya, hal itu berkontribusi positif yakni mendorong masyarakat agar hidupnya lebih sejahtera.

“Tentu kita juga mendorong agar perusahaan swasta lain di wilayah Seibeduk juga melakukan hal yang sama, memberikan CSR-nya untuk membantu masyarakat,” tuturnya.

Tak hanya itu, ia juga berpesan agar warga Tanjungpiayu Laut memanfaatkan sebaik-baiknya program yang dijalankan KBA Batam di wilayahnya itu agar bisa mengambil manfaat sebesar-besarnya.

“Manfaatkan sebaik-baiknya, agar bisa menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” imbaunya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, pihaknya mendukung upaya menjadikan Kampung Tua Tanjugpiayu Laut sebagai kampung wisata. Sejuah ini, Ardi mengaku jika Tanjungpiayu Laut masih dikenal dengan wisata kulinernya. Dengan adanya program Astra tersebut, tentu akan lebih membantu untuk menjadikan kawasan wisata di lokasi tersebut.

“Kita memang perlu peran swasta untuk membentuk tempat-tempat wisata. Dan ini sangat membantu,” kata Ardi.

Pemko Batam, kata dia, akan terus membangun infrastruktur di Batam hingga tahun 2025. Alasannya, infrastruktur seperti jalan menjadi bagian utama bagi dunia pariwisata.

“Dalam mengembangkan pariwisata, ada tiga hal. Aksesabilitas, amenitas dan atraksi. Semuanya penting, dan kebutuhan utamanya ada pada aksesabilitas, salah satunya infrastruktur jalan,” katanya.

Ia mengatakan, Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad melalui kebijakannya masih fokus membangun fasilitas di kota ini agar tertata rapi, dan enak dipandang.

“Sementara bagian lain seperti amenitas, di Batam sudah sangat lengkap. Mulai dari hotel, transportasi, pelabuhan dan bandara. Dan untuk atraksi, Pemko Batam terus menggandeng swasta, komunitas dan sebagainya,” jelasnya.*

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com