SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Semua karena Cinta

  • Reporter:
  • Kamis, 31 Mei 2018 | 14:56
  • Dibaca : 115 kali
Semua karena Cinta

LONDON– Sulit merasionalkan situasi cedera Mohamed Salah saat final Liga Champions antara Real Madrid dan Liverpool Stadion NSC Olimpiyskiy, Minggu (27/5).

Masalahnya, banyak yang melihat insiden yang menimpa Salah di luar konteks sepak bola. Salah mengalami cedera bahu setelah duel dengan bek Madrid Sergio Ramos. Pemain yang dikontrak Liverpool dengan banderol sekitar 36 juta poundsterling tersebut terancam absen pada Piala Dunia 2018 karena butuh waktu untuk memulihkan kondisinya.

Situasi ini yang memantik reaksi negatif. Muncul petisi di change.org yang meminta agar Ramos dihukum. Seorang peng acara asal Mesir Bassem Wahba bahkan mengancam akan menuntut Sergio Ramos Rp16 triliun karena dianggap sengaja mencederai Salah pada partai final Liga Champions musim ini.

Padahal, banyak argumen disampaikan jika cedera Salah adalah normal di sepak bola. Apa yang menimpa penyerang berusia 25 tahun tersebut bisa me nimpa siapa saja, bahkan bisa lebih parah. Richard Collinge, mantan tim medis di klub Liga Primer juga menjelaskan bukan tarikan Ramos yang membuat Salah cedera.

“Tapi beban tumpuan di bahu kiri saat mendarat, ditambah kemudian Ramos mendarat di atas Salah, itu yang jadi akibatnya,” ujar Collinge, yang mengaku sudah melihat tayangan saat insiden berlangsung berulang-ulang seperti dikutip Arab News . Sayang, semua penjelasan tersebut tidak cukup.

Tetap saja tudingan muncul jika Ramos sengaja mencederai Salah yang sedang bersinar bersama Liverpool. Memiliki koleksi 44 gol se panjang musim di semua ajang, Salah memang menjadi tumpuan Liverpool pada Liga Champions. Terbukti, saat Salah gagal melanjutkan laga, The Reds seperti kehilangan nyawa.

Salah juga sedang menjadi idola. Dia dianggap sebagai simbol perwakilan Islam dan dunia Muslim di tengah tudingan negatif Eropa. Dukungan pada Salah bukan semata karena kualitas, tapi juga karena ketaatannya pada agama, kesantunannya di lapangan, dan kesalehannya di luar lapangan dengan derma yang diberikan.

Simon Chadwick, profesor olahraga di Universitas Salford di Inggris, mengakui jika brand Salah sudah melewati batas sepak bola. Pemain asal Mesir tersebut menjadi pusat media internasional yang tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis sepak bola, tetapi perannya dalam membentuk kembali persepsi Islam dalam olahraga yang sering berjuang dengan nada rasisme, kefanatikan, dan intoleransi agama.

Bagi orang Mesir, lanjut Chadwick, dia adalah figur pemersatu pada saat negara telah terbelah perpecahan. Bagi orang Eropa, dia telah menjadi representasi positif dari Islam saat ada kecurigaan besar terhadap muslim. Imbasnya ada perasaan ketidakadilan pada Salah atas yang dilakukan Ramos.

Apalagi, kapten Madrid tersebut tak mendapatkan hukuman apa-apa. “Muncul spekulasi ada ketidakadilan yang dilakukan pada Salah. Pemain yang selama ini menjadi penantang prasangka dan stereotip,” ujar Chadwick.

Hind Rasheed, seorang warga Mesir yang tinggal di Dubai, seorang ahli publik relations (PR) Timur Tengah yang juga penggemar Salah, memiliki argumen lain terkait situasi Salah. Menurut dia, ada banyak pemain sepak bola berbakat di luar sana, tetapi hubungan Salah berbeda.

Ada cinta di sana. Rasheed menambahkan, tidak ada keraguan Salah dihormati karena bakatnya. Di luar itu, semua orang menyukai karakternya yang menyenangkan, etika, kerendahan hati, dan sportivitasnya. Mereka mencintainya karena dia nyata, dia pembeda, dan pintar.

“Di Mesir, itu bukan soal sepak bola lagi. Semua orang menyu kai nya. Semua orang meng ikuti nya dan ketika Liverpool ber main, semua orang menonton,” ujarnya. Pendukung Mesir sangat berharap Salah bisa tampil di Piala Dunia yang tinggal hitungan hari.

Sekarang semua cara dilakukan agar pemain yang pernah merumput bersama Chelsea itu bisa tampil membela negaranya. Federasi sepak bola Mesir (EFA) ber gerak cepat dan membawa Salah ke Spanyol untuk proses pengobatan cedera, Minggu (27/5).

Dia didampingi langsung Presiden EFA Hany Abo Rida beserta tim medis Liverpool. “Mo hamed Salah memulai program pengobatannya pada hari Minggu, saat dia mengonfirmasi dalam percakapan telepon dengan staf teknis dan admi nis trasi dari tim (timnas Mesir).

Dia sangat bersemangat dan bertekad kembali kejajaran tim,” demikian pernyataan resmi EFA di Efa.eg . Dari Kairo, Presiden Mesir El Sisi mengaku sudah me la kukan komunikasi dengan Salah untuk menanyakan kondisinya setelah cedera. Dia mengaku menemukan pahlawan yang lebih kuat dibandingkan cedera yang dialaminya.

“Dia antusias untuk kembali. Saya berkata padanya bahwa dia adalah ikon Mesir dan saya berdoa seperti doa ayah kepada anaknya agar cepat pulih,” kata El-Sisi, dikutip Arab News .

ma’ruf

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com