SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Senator Minta Pendidikan Vokasi Jangan Luput

  • Reporter:
  • Senin, 29 Oktober 2018 | 20:37
  • Dibaca : 286 kali
Senator Minta Pendidikan Vokasi Jangan Luput
Senator asal Kepri Haripinto Tanuwidjaja menjadi pembicara dialog kepemudaan bertema revolusi industri 4.0 di Batam Centre, Minggu (28/10). /romi kurniawan

BATAM – Senator asal Kepri Haripinto Tanuwidjaja mendorong pendidikan vokasi di Kepri jangan sampai luput dilaksanakan demi meningkatkan kompetensi keahlian pemuda sekaligus bersiap menghadapi revolusi industri 4.0.

Menurut Haripinto, pemuda punya andil besar dalam revolusi industri 4.0 tak cuma dari sudut pandang tenaga kerja, tapi juga demi peningkatan keahlian agar mampu menangkap peluang-peluang ekonomi yang terbuka lebar.

Salah satu strategi yang paling ideal yakni dengan mewujudkan model pendidikan vokasi yang lebih luas lagi. Pendidikan vokasi yakni integrasi pembelajaran dan pelatihan lembaga pendidikan dengan perusahaan atau industri. “Sumber daya manusia menjadi salah satu kendala menghadapi revolusi industri 4.0. Pendidikan vokasi sangat dibutuhkan,” sebut dia saat menjadi pembicara dalam Dialog Pemuda di Kenz Bakery & Restaurant, Batam Centre, Minggu (28/10) malam.

Dengan pendidikan vokasi, kurikulum sekolah kejuruan misalnya, siswa akan mendapat pelatihan dan pembelajaran di perusahaan. Keahlian tersebut, lanjut Haripinto, bakal berguna bagi pemuda dalam menghadapi industri 4.0. “Jangan hanya mendapat ujian atau PR dari sekolah,” sambung dia.

Dia melanjutkan pemuda yang siap dalam industri 4.0 akan membantu pembangunan industri yang sehat dan mempercepat masa transisi yang disusun pemerintah menghadapi revolusi industri 4.0. Salah satu sektor bisnis yang mulai mengalami pergeseran, lanjut dia, adalah bisnis ritel. Bisnis ini sekarang terjadi perubahan model jualan dari konvensional menjadi penjaualan via marketplace online.

Hanya saja, disamping vokasi pendidikan, perlu juga didorong kehadiran sekolah kejuruan yang khusus mempelajari teknologi yang cepat berkembang dan era digital karena erat kaitannya dengan perubahan sistem produksi industri. Selain itu, juga perlu investor diminta membangun pusat riset atau research and development (R&D). “Harus didorong sekolah kejuruan cepat disiapkan dengan mengikuti perkembangan teknologi terkini,” kata Haripinto.

Ketua Kadin Kota Batam Jadirajagukguk yang juga jadi pembicara mengatakan kalangan anak muda punya peran strategis dalam revolusi industri 4.0. Dia menjelaskan, beberapa hal revolusi industri antara lain penggunaan kecerdasan buatan, super komputer, teknologi nano sampai mobil otomatis. “Anak muda harus adaptatif dan pintar memanfaatkan kesempatan,” sebut Jadi.

Dia menambahkan pemanfaatan teknologi digital dalam industri 4.0 juga akan masuk dalam industri di Indonesia. “Dunia usaha sebagai pemeran utama dalam revolusi industri 4.0 harus mampu memanfaatkan dan meminimalkan efek negatifnya,” papar dia.

Diskusi itu sendiri digelar Gerakan Angkatan Muda Kristen Indenesia (GAMKI) Batam, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Batam dan Pemuda Khatolik Batam. Temanya berbunyi Pemuda Dalam Tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Tahun Politik. Tampak hadir Komisioner KPU Provinsi Kepri, Widiyono Agung Sulistyo, anggota Bawaslu Kepri Idris dan Dir Interkam Polda Kepri, Kombes Bagus Giri Basuki. Dialog dihadiri ratusan mahasiswa dan organisasi kepemudaan. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com