SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Serapan DIPA Imigrasi Capai 99 Persen

  • Reporter:
  • Rabu, 2 Januari 2019 | 12:13
  • Dibaca : 114 kali
Serapan DIPA Imigrasi Capai 99 Persen
Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun menggelar konferensi pers terkait capaian tahun 2018. f ricky robiansyah

KARIMUN – Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun menyerap atau merealisasikan 99,39 persen anggaran atau sebesar Rp6.530.808.251 dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2018 sebesar Rp6.570.993.000.

“Jadi tahun ini penyerapan anggaran kita sebesar 99,39 persen dan masih tersisa anggaran sebesar Rp40.184.749,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun Darmunasyah didampingi Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Baran Daru dan Kasi Informasi dan Sarana Komunikasi Bayu di Kantor Imigrasi, kemarin.

Ia mengatakan, selama tahun 2018 Imigrasi Karimun juga telah meraih 5 prestasi dan mendapatkan penghargaan antara lain, penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM atas upaya melaksanakan pelayanan publik berbasis hak asasi manusia dengan predikat baik, Penghargaan Dirjen Lalu Lintas Keimigrasian atas predikat 5 besar capaian penegakan hukum keimigrasian Tempat Pemeriksaan Imigrasi (laut di bidang penolakan dan pencegahan keluar wilayah Indonesia dan penundaan penerbitan dokumen perjalanan kepada TKI nonprosedural.

Selanjutnyanya, penghargaan juga diraih atas perolehan peringkat I Satker Imgrasi dengan nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Tertinggi wilayah Barat periode Januari- September 2018.

“Kita juga meraih penghargaan instansi yang mendukung kegiatan kunjungan edukatif dari beberapa sekolah negeri dan swasta di wilayah Karimun dan penghargaan atas peran aktif kegiatan sosial world cleanup day 2018 di Coastal Area Tanjungbalai Karimun,” katanya.

Sementara di bidang lalu lintas keimigrasian, Kanim Kelas II Tanungbalai Karimun sepanjang tahun 2018 telah mengeluarkan 16.042 paspor. Jumlah itu mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yakni 14.873.

“Selain kita mengeluarkan paspor untuk urusan keimigrasian, kita juga melakukan penundaan penertiban paspor yang diduga akan digunakan untuk menjadi TKI nonprosedural dengan jumlah sebanyak 352 orang. Sementara untuk penolakan keberangkatan WNI yang diduga TKI non prosedural itu ada 65 orang,” katanya.

Sementara untuk jumlah pelintasan di tempat pemeriksaan imigrasi dari bulan Januari hingga Desember pihaknya mencatat 85.892 kedatangan WNA di Karimun. Sementara Keberangkatan WNA berjumlah 85.236. Sedangkan untuk kedatangan WNI, pihaknya mencatat sedikitnya 235,395 orang melintasi TPI dan Keberangkatan WNI berjumalah 242.696.

“Negara dengan jumlah warga terbanyak yang datang maupun berangkat yaitu Malaysia, Singapura, India, Thailand dan China,” katanya.

Darmunansyah juga mengatakan, pihaknya pada 2018 juga telah menolak kedangan WNA di tempat pemeriksaan Imigrasi berjumlah 101 orang. Penolakan itu dilakukan karena terdapat permasalahan di dalam paspor yang dimiliki WNA tersebut.

“Bisa dikarenakan belum cukup bulan atau ada kerusakan sehingga tidak bisa diperiksa. Untuk kriminal tidak ada,” katanya.

Selanjutnya, untuk jumlah Izin Tinggal Kunjungan (ITK) terdapat 16 orang, Izin Tinggal Terbatas (ITAS) sebanyak 308 orang, ITAS Perairan Baru sebanyak 710 orang, ITAS Perpanjangan 47 orang, ITAS Perairan Perpanjangan sebanyak 770 orang dan Izin Tinggal Tetap (ITAP) baru dan perpanjangan sebanyak 1 orang.

Sementara untuk jumlah tindakan keimigrasian sepanjang 2018 sebanyak 23 orang laki-laki, sebab mereka melanggar pasal 75 UU nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian dan 23 orang tersebut sudah dideportasi. Dan untuk penyidikan 1 orang dengan pasal yang disangkakan yakni pasal 119 ayat 1 UU nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian. ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com