SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Serda Archia Febra, Srikandi Mungil Penakluk Selat Sunda

  • Reporter:
  • Selasa, 6 Maret 2018 | 16:32
  • Dibaca : 11461 kali
Serda Archia Febra, Srikandi Mungil Penakluk Selat Sunda

Tubuh Archia Febra Novera tampak melemas di Pantai Tanjung Sekong, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (3/3) pagi. Mukanya sangat pucat dan tubuhnya menggigil dingin.

YAN YUSUF , Cilegon

Seluruh telapak tangan nya berkeriput, begitu pun dengan betisnya terlihat memutih. Dengan badanya yang se di – kit lunglai karena capai, dara ma nis asli Pasuruan, Jawa Ti – mur, ini berjalan lemas ke sisi ka nan gerbang finis. Dia ke mu – dian membilas diri sebelum beristirahat. Lemas bercampur senang dan bangga meliputi perasa an – nya kala itu. Sesekali pe rem – puan berumur 22 tahun ini ter – senyum saat diwawancarai war tawan. Bibirnya yang ber – ke riput seolah tak mampu meng ucapkan satu kata pun. Hanya anggukan yang dia beri – kan sembari mengerdipkan ke – lo pak mata sebagai tanda “iya” saat diwawancarai wartawan. Archia bukan perempuan bia sa.

Archia adalah prajurit dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) yang berhasil me nak – luk kan Selat Sunda. Pra jurit ber pangkat serda (K) ini men ca – pai garis finis pertama se telah be renang sejauh 39 km dari Ba – kau Jaya Bakauheni, Lam pung, menuju Pantai Tan jung Sekong. Lomba renang ini digelar TNI AL dalam rangka HUT ke-72 Korps Marinir. Archia mulai be – re nang dari Ba kauheni Jumat (2/3) pukul 21.30 WIB dan me – nyen tuh ga ris finis di Cilegon Sab tu (3/3) pukul 09.00 WIB. Setelah hampir dua jam ber – isti rahat di tenda kesehatan, raut kebahagiaan Archia lebih tam pak jelas. Terlebih kali ini di ri nya bersama dengan Serda Ni Luh Putu Meisaningsih akhir nya berhasil naik podium.

Oleh pa nitia, dirinya dan Ni Luh yang berasal dari Lantamal V Sura ba ya dinya takan meraih gelar juara kehor matan lantar – an menjadi se pa sang wanita penakluk Selat Sunda. Senyum keduanya pun me – ngembang saat mengangkat ste rofom bertulis Rp10 juta se – ba gai tanda pemberian hadiah utama setelah menaklukkan Se lat Sunda. Archia tampak be – gi tu gembira, bibirnya melebar membuat wajah manisnya ter – li hat. “Senang sekali, aku bangga bisa finis,” ucap Archia lirih.

Prajurit Kupus II Direktorat Keuangan Angkatan Darat Bandung ini mengaku tak me nyang – ka tubuh mungilnya mam pu menaklukkan Selat Sun da. Se – be lumnya Archia juga ber hasil menaklukkan Selat Ma dura yang memiliki panjang 4 km. Kala itu dia dinobatkan se bagai juara satu kategori wanita. Saat menjalani lomba, Archia, Ni Luh, dan perenang lain sempat mengalami ke wa – lah an. Jarak pandang yang ter – ba tas saat malam hari mem buat perenang hanya mengandalkan sinar bulan dan cahaya bin tang. Menurut Archia, di saat lelah mendera, dia me mi lih mengambang di atas laut yang gelap sambil mengandalkan pelampung yang terpasang di punggung.

Tantangan lebih besar saat men dekati Pulau Tempurung. Kondisi arus yang deras dan de – buran ombak kencang mem – buat mentalnya sempat ter – gang gu. Ayunan tangan tak mem buat badannya maju ka re – na deburan ombak yang besar. Archia tak menyerah. Te – kad nya tinggi untuk menga lah – kan angin dan ombak malam itu. Dengan tenaga yang tersisa dia kemudian mencoba kem ba – li bersemangat dan berhasil finis dengan waktu lebih dari 10 jam mengalahkan banyak peserta lain. Pemenang lomba renang jatuh ke tangan Kopda (Mar) Budi Santoso.

Prajurit Batalion II In – tai Amfibi (Intaifib) ini membutuh kan waktu 9 jam 29 menit 56 detik. Dia meme cah kan rekor yang sebelumnya dica tat Praka Mar Tayuri dengan 9 jam 47 menit dan 5 detik pada 1996 lalu. Budi pun berhak membawa pulang mobil Mitsubishi Xpander senilai sekitar Rp200 juta. Prajurit berumur 33 tahun asal Wonosobo ini, mengalahkan 300 peserta lain. Lomba renang kali ini merupakan gelaran kesembilan sejak pertama kali diadakan pada 1992. Lomba ini digelar setelah sempat vakum selama 11 tahun.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com