SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Setya Novanto Akui Kepemilikan PT Mondialindo

  • Reporter:
  • Selasa, 6 Februari 2018 | 19:25
  • Dibaca : 92 kali
Setya Novanto Akui Kepemilikan PT Mondialindo

JAKARTA – Terdakwa kasus dugaan korupsi pembahasan hingga persetujuan anggaran dan proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e- KTP) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Setya Novanto akhirnya mengakui kepemilikan PT Mondialindo Graha Perdana.

Novanto merupakan pe mi – lik saham mayoritas di PT Mu – rakabi Sejahtera. Pengakuan ter sebut disampaikan Setya saat menanggapi kesaksian Direk tur Utama PT Inti Anu – gerah Kapitalindo Hariansyah dan Building Manager Menara Impe rium Rabin Iman Sutejo di Peng adilan Tindak Pidana Korup si (Tipikor), Jakarta, kemarin. Hariansyah dan Rabin Iman Sutejo bersama Dedi Priyono (kakak kandung Direktur Uta – ma PT Cahaya Wijaya Kusuma yang juga Direktur PT Murakabi Sejahtera Andi Agustinus alias Andi Narogong alias Asiong) dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK.

Novanto menyampaikan tanggapan sekaligus bertanya ke Hariansyah setelah dipersi – la kan Ketua Majelis Hakim Yanto. Novanto membenar – kan me mi liki kantor perusa – haan di Lantai 27 Menara Imperium, Kavling Nomor 1, Kuningan Persada, Ja lan HR Rasuna Said. Per usa haan tersebut adalah PT Mon dia – lindo Graha Perdana. Per usa – haan ini berkantor di Me nara Imperium sejak 2009. “Jadi, perlu saya sampaikan kepadanya (Hariansyah), bah – wa masalah kantor itu memang sudah ada pada 2009 dan PT Mondialindo itu memang su – dah lama di sana. Dan se be lum – nya memang saya salah satu pendiri sebelum ada di Menara Imperium. Tapi perlu saya sampaikan bahwa pada 2003 itu sudah kami jual ke Pak Heru Ta – her dan Pak Deniarto yang juga di PT Mondialindo,” ungkap Novanto.

Heru Taher yang dimaksud adalah mantan komisaris PT Mondialindo Graha Perdana yang kini tidak lagi beroperasi. Berikutnya Deniarto, yang me – miliki nama lengkap Deniarto Suhartono, merupakan man – tan direktur utama PT Mon dia – lindo Graha Perdana dan man – tan direktur PT Murakabi Se – jah tera. Deniarto pernah men – ja di saksi dalam persidangan Andi Narogong pada 6 No – vember 2017. Novanto melanjutkan, se la – ma diserahkan dari Heru dan Deniarto ke Hariansyah saat jual beli kantor tersebut dikunci dan sepi.

“Saya hanya mau tanya ke Pak Hariansyah bahwa Bapak kan menyewakan (ruangan kantor), waktu itu menyewa – kan pada siapa? Karena Bapak tadi kan katanya menyewakan, benar itu dikunci, dan sepi. Nah selama itu diserahkan Pak Heru Taher dan Deniarto. Apakah ba – pak kenal itu?” tanya Novanto kepada Hariansyah. Hariansyah mengatakan, ruang kantor PT Mondialindo disewakan oleh konsultan pa – jak, PBTXN. PBTXN adalah se – buah persekutuan sehingga di – miliki para partner. Namun, Hariansyah mengaku tidak kenal dengan Heru dan Deniarto.

Yang pasti, , saat jual beli ruangan kantor PT Mondialindo Hariansyah datang ke notaris. Saat di kantor notaris jual beli terjadi antara Hariansyah dan ada No – vanto dan istrinya, Deisti As – tria ni Tagor. “Yang saya ingat me mang saya datang untuk akta jual beli dengan ibu notaris dan langsung dengan Pak Setnov dan ibu,” ungkap Hariansyah. Novanto mengklaim, sebe – lum penjualan tersebut se be – nar nya PT Mondialindo dan kantornya sudah dikelola Heru dan Deniarto. Tapi, saat pen – jual an dari Novanto kepada dua orang tersebut belum dilakukan balik nama.

Kemudian, De – niarto menemui Novanto dan membawa orang yang mengaku ber asal kantor perusahaan Hariansyah. “Saya lupa namanya, itu dua kali ke tempat saya men cerita – kan soal pajak. Terus akhirnya menyampaikan akan beli. Saya bilang, serahkan saja itu, urus – annya dengan Pak Deniarto. Setelah itu baru Bapak datang, terakhir datang itu juga di dam – pingi Pak Deniarto sehingga uang semua diterima Pak De – niarto dan nanti mungkin bisa ditanyakan ke penuntut me – nge nai uang itu. Jadi memang bukan saya sendiri, saya dan istri, tetapi Pak Deniarto yang selalu ada dan yang mengatur semua setahu saya yang di kon – sultan itu,” ungkap Novanto.

Hariansyah mengaku me – nge tahui PT Mondialindo milik Setya Novanto sejak lama. Bah – kan, Hariansyah pernah meli – hat di ruang kantor PT Mon – dialindo ada pertemuan tim suk ses Partai Golkar saat meng – hadapi Pemilu 2009. “Saya kira sudah lama sekali, karena wak tu pemilu, kami suka lihat suka ada kegiatan. Setahu saya yang sering tim sukses Golkar pada Pemilu 2009 dan Presiden 2009. Tahun 2009 sudah mengincar di situ. Pernah saya mengatakan ke Pak Novanto ingin membeli itu, tapi Pak Novanto bilang lihat nanti,” papar Hariansyah.

Akhirnya, pada 11 Februari 2014, Hariansyah resmi mem – beli ruangan kantor tersebut dari Novanto dan Deisti Astria – ni Tagor. Hariansyah bertemu Novanto dan Deisti saat pe nan – datanganan akta jual beli di ha – dapan notaris. Ruangan kantor tersebut dibeli Hariansyah se – harga total Rp5,5 miliar. Pem – bayarannya dilakukan ber ta – hap. Kemudian kepemilikan ruang kantor tersebut dibalik nama dengan perusahaan Ha – riansyah pada 24 April 2014. “Saat (di depan notaris untuk jual beli) yang tanda tangan Pak Setya Novanto dan Deisti Tagor,” ujarnya.

Rabin Iman Sutejo mengaku bekerja di Menara Imperium sejak 2007. Dia me mastikan Novanto memang pernah me mi liki kantor di Lantai 27A Me nara Imperium. Per – usa haan ter sebut tercatat dengan nama PT Mondialindo Graha Per dana. Hanya, Rabin mengaku tidak mengetahui aktivitas di ruang kantor per – usahaan tersebut.

Sabir laluhu

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com