SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Showroom Mobil Terendam Banjir

  • Reporter:
  • Rabu, 19 September 2018 | 10:08
  • Dibaca : 258 kali
Showroom Mobil Terendam Banjir
Banjir merendam showroom mobil KIA Motor di Kampung Pelita, Selasa (18/9). (inset) mobil mogok terjebak banjir di seberang Mapolsek Lubukbaja. f istimewa

LUBUKBAJA – Banjir masih mengancam warga Batam di setiap hujan turun. Kemarin, banjir merendam showroom KIA Motor di Kampung Pelita. Sedangkan di Seipanas, SMPN 6 Batam dan Masjid Darul Muta’allim kembali terendam banjir.

Sementara di seberang Mapolsek Lubukbaja, tepatnya di depan Warunk Upnormal sebuah mobil berwarna Oranye tenggelam saat berusaha menerjang banjir. Buruknya sistem drainase menjadi penyebab utama banjir di sejumlah lokasi, walaupun hujan turun tak berlangsung lama.

“Pengerjaan aliran drainase harus cepat dilakukan, karena volume hujan di Batam cukup tinggi,” kata Jonson, salah seorang warga Pelita.

Pantauan KORAN SINDO BATAM, banjir yang merendam kawasan Pelita mencapai batas lutut orang dewasa. Air bewarna kuning kecoklatan ini juga sempat membuat mini bus mogok di depan Pabrik Es Bunga Mawar, tepat di sebelah showroom mobil KIA Motor.

Selain masalah drainase, kontur jalan yang rendah juga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir. Ditambah lagi sedang ada pengerjaan jalan yang dilaksanakan Pemko Batam di kawasan Pelita saat ini. “Kawasan ini harus ditinggikan agar tidak ada genangan air atau banjir saat hujan deras,” ujarnya.

Sementara itu, lokasi yang menjadi langanan banjir saat turun hujan adalah kawasan Kampung Boyan, Seipanas, di mana kawasan rendah tepatnya di depan SMPN 6 juga terendam banjir. Banjir setinggi pinggang orang dewasa merendam sekolah dan masjid.

Meski air merendam lokasi masjid, namun tak sampai masuk ke tempat salat. Selain itu, banjir juga merendam Taman Pendidikan Quran (TPQ) yang ada di dalam kawasan Masjid Darul Muta’allim. Tak hanya itu, pengendara sepeda motor yang membonceng dua anaknya sempat terseret banjir saat melintas di depan Masjid Darul Muta’allim. Beruntung ia dan kedua anaknya, meski sepeda motor hanyut masuk ke dalam parit.

“Hampir saja pengendara motor itu dan anaknya terseret masuk ke dalam parit. Namun motornya hanyut terbawa banjir,” kata Raden, warga Kampung Boyan.

Warga lainnya, Sudarmin menjelaskan, selain lamanya intensitas hujan yang turun, permasalahan lain adalah proyek pengerjaan drainase yang tak kunjung selesai juga menjadi salah satu faktor terjadinya banjir. Air meluap ke jalan dan masuk ke sekolah dan masjid. “Lama kali pengerjaan drainase ini. Sebelumnya tidak sampai banjir besar seperti ini,” ujarnya.

Menurut dia, seharusnya pengerjaan proyek harus mencontoh dari proyek Panbil, karena di sana pengerjaan proyek lebih mementingkan aliran drainase. “Aliran drainase harus dibuat besar dulu, setelah itu baru proyeknya dilakukan,” ujarnya.

romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com