SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Simpan Sabu Rp4,7 Miliar di Warung Mie

  • Reporter:
  • Kamis, 22 November 2018 | 10:40
  • Dibaca : 446 kali
Simpan Sabu Rp4,7 Miliar di Warung Mie
Kapolresta Barelang Kombes Pol didampingi Kasat Narkoba AKP Abdul Rahman menunjukkan barang bukti tiga kilogram sabu tangkapan dari Kampung Aceh, Mukakuning saat ekspose di Mapolresta Barelang, kemarin. f arrazy aditya

SEIBEDUK – Satnarkoba Polresta Barelang kembali menggagalkan transaksi narkoba di Kampung Aceh, Mukakuning. Dari tangan kurir Teuku Safrizal alias ijal (34), polisi mengamankan barang bukti sabu seberat 3.135 gram yang ditaksir senilai Rp4,7 miliar.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, penangkapan terhadap pelaku berdasarkan informasi masyarakat tentang adanya transaksi narkoba dan pengembangan anggota Satnarkoba di lapangan pada Jumat (17/11) sekira pukul 00.30.

Teuku diringkus di warung mie Aceh. Saat itu, ia akan menyerahkan sabu ke tersangka berinisial A yang masih DPO, dan ke sindikat lainnya. “Pelaku sudah seminggu menyimpan sabu di warung mie Aceh. Ia bertugas menjaga sabu itu sebelum diambil pembeli,” ujarnya di Mapolresta Barelang, Rabu (21/11).

Dalam penangkapan itu, petugas menemukan tiga bungkus sabu yang dibungkus dengan plastik bening dalam kemasan teh merek Daguanyin. Satu bungkus sabu rata-rata beratnya satu kilogram. Di pasaran harga satu gram sabu dijual Rp1,5 juta. Sehingga jika dikalkulasikan barang bukti 3.135 gram yang diamankan seharga Rp4,7 miliar.

Hengki menjelaskan, Teuku mendapat barang dari H yang juga masih DPO. Sabu itu dipasok dari dari Malaysia. “Tersangka diupah 10juta untuk satu bungkusnya, dengan catatan sudah diserahkan ke pelaku A. Barang ini akan diedarkan di Batam,” ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurangan penjara minimal 5 tahun dan paling maksimal seumur hidup atau hukuman mati. “Dari keterangan pelaku, ia baru kali ini menjadi kurir. Namun kami akan mendalami kasus ini,” kata Hengki.

Ia menjelaskan, terungkapnya kasus narkotika di Kampung Aceh ini berkat informasi dari masyarakat, yang mana akan terjadi transaksi di warung mie aceh tersebut.
“Saya sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat tentang peredaran narkotika di Batam ini, dan berkat masyarakat juga kami dapat mengagalkan pengedaran sabu ini,” katanya.

Sementara itu, Teuku mengaku hanya disuruh mengambil sabu oleh A, dan ia hanya menjaga barang haram tersebut. “Saya ditugaskan mengambil, dan barang itu akan diambil oleh temannya berinisial H,” katanya.

Setelah barang itu diambil, A yang merupakan bandar akan memberinya upah dalam satu paket sebesar Rp10 juta. “Saya tergiur dengan upah yang diberikan, karena saya lagi butuh uang,” ujarnya.

Tangkapan ke-70 Bea Cukai

Tak hanya Satresnarkoba Polresta Barelang, petugas Bea dan Cukai Bandara Hang Nadim Batam juga kembali mengamankan barang bukti sabu seberat 1.001 gram dari tangan Irham Muddin, calon penumpang maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA151 jurusan Batam-Jakarta-Balikpapan, Minggu (18/11) sekira pukul 06.00.

Kepala Bimbingan Kepatuhan Layanan Informasi(BKLI) Kantor Bea Cukai Tipe B Batam, Sumarna mengatakan, pengungkapan kasus penyelundupan narkotika jenis sabu ini berawal dari kecurigaan petugas saat melakukan pemeriksaan barang penumpang dengan mengunakan mesin pemindai (x-ray).

“Saat calon penumpang memasukkan koper ke dalam mesin, terlihat pada mesin x-ray barang yang mencurigakan,” ujarnya.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan membuka koper yang disaksikan pemilik yang mengaku bernama Irham Muddin. “Hasil pemeriksaan lebih lanjut bersama petugas Avsec, di dalam koper ditemukan dua bungkus plastik yang diduga methamphetamine (sabu),” katanya.

Untuk memastikan apakah calon penumpang pemakai sabu atau bukan, petugas melakukan pemeriksaan urine kepada tersangka, dan hasil tes urine positif menggunakan sabu.

Berdasarkan keterangan tersangka, barang haram tersebut didapatnya dari A, yang merupakan pemasok sabu dari Batam dan sabu akan diedarkan di luar Batam.

“Sabu ini dari Malaysia, dan akan dikirimkan ke Jakarta dan Balikpapan,” katanya.

Irham mendapat upah untuk mengantarkan sabu tersebut sebesar Rp20 juta, biaya transpor dan makan ditanggung pemasok yang ada di Batam. “Dengan upah Rp20 juta, pelaku rela mengantarkan sabu ini,” kata Sumarna.

Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dilimpahkan ke BNN Kepri untuk pendalaman kasus karena masih ada tersangka lain dibalik kasus tersebut. “Untuk penyelidikan lebih lanjut kami serahkan kepada BNN Kepri,” ujarnya. romi kurniawan/dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com