SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sinergi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

  • Reporter:
  • Rabu, 4 Juli 2018 | 10:01
  • Dibaca : 57 kali
Sinergi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi
Wali Kota Batam Muhammad Rudi menerima kunjungan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo beberapa waktu lalu.

BATAM – Sinergitas pemangku kepentingan di Batam dinilai memegang peranan penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang sedang dalam jalur tepat mencapai pertumbuhan lebih tinggi.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan lembaganya menargetkan pertumbuhan ekonomi kota ini pada 2018 harus bisa mencapai angka di atas 5 persen.

Kendati pada triwulan I tahun 2018 menunjukan pertumbuhan yang positif jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, hal itu dinilai belum memadai. Masih banyak sektor penggerak ekonomi Batam yang perlu terus didorong untuk mencapai sesuai dengan yang ditargetkan.

Menurut Lukita, pertumbuhan ekonomi butuh dukungan dari pemangku baik dari pelaku usaha ataupun instansi vertikal lain. Lukita mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan di Batam untuk bersama-sama menyatukan konsep dan pemahaman untuk pembangunan Batam kedepan yang lebih baik.

“Melihat pergerakan pertumbuhan ekonomi Batam saat ini kita melihat masih ada optimisme dari sektor-sektor yang berkembang dengan baik. Tapi, kita juga melihat masih banyak sektor yang bisa kita dorong dan maksimalkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 4,5 persen atau lebih di atas 5 persen di tahun ini,” kata Lukita saat menggelar diskusi publik dengan pelaku usaha di Grand I Hotel, Nagoya, Selasa (3/7/2018).

Beberapa faktor penggerak pertumbuhan ekonomi pada triwulan I di antaranya adalah dorongan sektor industri pengolahan dan sektor pertambangan, kemudian investasi, konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan dorongan sektor pariwisata.

Sehingga Lukita menilai perlu menyiapkan langkah-langkah yang tepat untuk terus mendorong sektor-sektor lainnya yang mempunyai kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Batam.

Hasil kajian BP Batam menyatakan penggerak utama perekonomian Kepri adalah non-migas yang notabene digerakkan sektor industri pengolahan sudah mulai menunjukan kegairahan dan tentunya perlu terus dipacu.

Untuk itu penggerak pertumbuhan ekonomi yang menjadi penggerak utama industri pengolahan harus menjadi fokus perhatian.

“Agar target pertumbuhan bisa mencapai 5 persen, maka dibutuhkan skenario dan langkah-langkah yang akan kita lakukan bersama ke depan,” jelas dia.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com