SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sirnawati Simpan Sabu di Anus

  • Reporter:
  • Rabu, 27 Februari 2019 | 10:41
  • Dibaca : 357 kali
Sirnawati Simpan Sabu di Anus
Sinarwati, kurir narkoba diamankan di Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre, Senin (25/2). (inset) barang bukti sabu dari Malaysia. f dicky sigit rakasiwi

BATAM KOTA – Sirnawati (31), penumpang kapal feri MV Gembira yang baru tiba dari Johor Bahru, Malaysia ditangkap petugas Bea Cukai karena membawa sabu di Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre, Senin (25/2) sekira pukul 11.30.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kepri Kombes Pol K Yani Sudarto mengatakan, penangkapa ini berawal dari kecurigaan petugas Bea Cukai terhadap gerak-gerik pelaku saat pemeriksaan mesin pemindai (x-ray) di pintu kedatangan.

Saat digeledah, petugas tak mendapati sesuatu dari tubuh dan barang bawaan wanita asal Mataran, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini. Walau tak menemukan narkoba, petugas lalu membawa Sirnawati ke RS Awal Bros untuk pemeriksaan melalui sinar rontgen. Hasilnya ditemukan benda asing yang disimpan di anus.

“Pelaku mengaku menyimpan sabu seberat 114 gram di dalam anus dan berhasil dikeluarkan,” ujarnya di Mapolda Kepri, Selasa (26/2).

Guna pemeriksaan lebih lanjut, pelaku dilimpahkan Bea Cukai Batam ke Ditresnarkoba Polda Kepri. Menurut keterangan pelaku, barang bukti didapat dari sesorang yang dipanggil Toke di Malaysia. Dirinya diupah untuk menyelundupkan sabu ke Batam dan disimpan di anus. Sedangkan barang haram itu nantinya akan dibawa ke Lombok. “Pemesannya bernama Didik warga Lombok, NTB,” katanya.

Dari tangan wanita berambut pendek ini disita barang bukti satu bungkung plastik bening sabu sebesat 114 gram, satu tiket MV Gembira, satu handphone merk Samsung warna putih dan satu handphone merk Vivo warna hitam. “Masih kami dalami untuk mengungkap kasus ini,” kata Yani.

Transaksi Sabu di Gardu Listrik

Tak hanya Ditresnarkoba Polda Kepri, Satresnarkoba Polresta Barelang juga kembali menangkap pengedar narkoba. Kali ini, Geudensius Andriano Balimula (23), pengedar narkoba ditangkap saat melakukan transaksi di Mega Legenda, Batam Centre, Sabtu (23/2) malam.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, penangkapan berkat informasi dari masyarakat, bahwa akan ada transaksi narkoba di sekitar gardu listrik di Jalan Mega Legenda. “Pelaku disuruh K yang saat ini DPO untuk mengambil bungkusan sabu seberat 990 gram di sekitar gardu listrik,” ujarnya.

Setelah pelaku mengambil paket sabu, barang haram itu kemudian akan diserahkan kepada pelaku K untuk diedarkan di Batam. “Sabu dikemas dalam kemasan teh China,” katanya.

Lanjut Hengki, setelah sabu terjual, hasil jual beli itu nantinya akan dibagi-bagi oleh tersangka K untuk upah mengambil barang. “Pelaku Geudensius akan mendapat upah setelah barang dijual,” kata Hengki.

Hengki menuturkan, paket sabu yang dibungkus dalam kemasan teh China dipasok dari Malaysia. “Hasil penyelidikan, barang ini masuk ke Batam lewat jalur laut dari Malaysia,” katanya.

Menurut dia, barang haram ini diambil dari tengah laut lalu dibawa masuk melalui pelabuhan tikus. Geudensius merupakan salah satu sindikat pengedar narkoba di Batam, dan pelaku sudah sering melakukan aksinya mengedarkan narkoba. “Pelaku dijerat dengan pasal narkotika dan ancaman paling lama seumur hidup,” kata Hengki.

dicky sigit rakasiwi/tengku bayu

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com