SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sistem Merit Cegah ASN Curang

  • Reporter:
  • Jumat, 3 Mei 2019 | 12:13
  • Dibaca : 130 kali
Sistem Merit Cegah ASN Curang
Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah membuka Rapat Koordinasi Kecepatan Penerapan Nilai Dasar, Kode Etik, dan Perilaku ASN di Batam, Kamis (2/5). /HUMAS PEMPROV KEPRI

BATAM – Komisioner Aparatur Sipil Negara (KASN) menyosialisasikan sitem Merit di Batam, Kamis (2/5). Sistem ini untuk mencegah ASN berbuat curang dalam bekerja, dengan tujuan akhir terwujud ASN yang berkualitas, kompeten, netral, berintegritas dan berkinerja tinggi.

“Sebagai ASN kita harus mengucapkan terima kasih kepada Komisioner KASN karena sudah menjaga dan mengingatkan kita semua ASN di Indonesia. KASN membuat sistem yang baik bagi kita para birokrat untuk dapat mempermudah wawasan dan pemahaman bagi kita birokrat dan sebagai ASN,” kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri TS Arif Fadillah saat membuka Rapat Koordinasi Kecepatan Penerapan Nilai Dasar, Kode Etik, dan Perilaku ASN Dan Monitoring Evaluasi Penerapan SIJAPTI Sebagai Strategi Nasional Pencegahan Korupsi untuk wilayah Kepulauan Riau, Aceh, Bengkulu, Bangka Belitung, dan DI Yogyakarta.

Arif menegaskan sistem tersebut memang dibutuhkan oleh ASN saat ini. Selain untuk menjawab tuntutan kemajuan zaman, juga untuk membimbing para ASN dalam menghadapi perubahan.

Komisioner Bidang Monitoring dan Evaluasi KASN Waluyo mengatakan Merit merupakan sebuah sistem yang dibangun untuk melihat dan mengukur kinerja ASN. Sistem Merit juga merupakan awal dari menegakkan kedisiplinan bagi ASN agar tidak ada peluang lagi bagi ASN untuk berbuat curang dan tidak disiplin.

“Agar tujuan kita sama maka kami KASN melakukan sosialosasi ke daerah-daerah. Agar sistem Merit berjalan diperlukan peraturan gubernur atau perda. Sehingga aturan sistem ini kuat kedudukannya,” ungkap Waluyo.

Selain itu, lanjut Waluyo, sistem tersebut juga untuk menjawab tantangan Indonesia pada era mendatang. Sehingga disusunlah sebuah sistem untuk mewujudkan birokrasi yang efisien, efektif, bersih, akuntabel serta melayani. Untuk mewujudkan hal tersebut itulah diperlukan upaya perubahan manajemen ASN melalui penerapan sistem merit.

Rakor tersebut dihadiri Kepri sebanyak 22 peserta, Bangka Belitung 22 peserta, Bengkulu 30 peserta, Aceh 70 peserta dan Yogyakarta 16 peserta.

fadhil

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com