SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Siswa SD Wajib Ikut USBN, Delapan Pelajaran Diujikan Mulai 2018

  • Reporter:
  • Rabu, 27 Desember 2017 | 15:25
  • Dibaca : 71 kali
Siswa SD Wajib Ikut USBN, Delapan Pelajaran Diujikan Mulai 2018
Hari pertama anak SD masuk sekolah. Foto Teguh Prihatna.

JAKARTA – Mulai 2018, siswa jenjang sekolah dasar (SD) akan mengikuti ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Ada delapan mata pelajaran yang akan diujikan pada siswa SD.

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi membenarkan bahwa tahun depan siswa jenjang SD secara serentak akan mengikuti USBN. Bambang menjelaskan, pada 2017 USBN sudah dimulai di jenjang SMP, SMA, dan SMK kecuali di SD.

Pada tahun ini juga, kata Bambang, ada ujian nasional, USBN, dan ujian sekolah. Sementara tahun depan, ujian sekolah (US) ditiadakan.

“Pada tahun 2018 semua sekolah, mulai dari SD sampai SMA dan yang sederajat melaksanakan USBN. Tidak ada lagi US, sebab esensi USBN adalah ujian sekolah,” katanya kepada KORAN SINDO.

Bambang mengungkapkan, mata pelajaran yang diujikan pada USBN SD ada delapan, yakni Bahasa Indonesia, IPA, Matematika, IPS, Pendidikan Kewarganegaraan, Seni Budaya dan Prakarya, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, serta Pendidikan Agama.

Psikolog pendidikan anak Najeela Shihab berpendapat, bagi anak tingkat SD, hasil karya, presentasi, portofolio, dan tugas kelompok lebih representatif sebagai bukti capaian siswa. “Ujian standar secara umum hanya menggambarkan sebagian kecil dari tujuan pendidikan, apalagi untuk siswa tingkat sekolah dasar yang secara perkembangan berfokus pada keterampilan belajarnya, bukan penguasaan pengetahuan,” katanya.

Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri berpendapat, kesiapan USBN perlu dikaji ulang karena untuk jenjang SD, mereka belum pernah disiapkan untuk mengikuti standar nasional. Berbeda dengan siswa SMP dan SMA yang sudah terbiasa.

Selain itu, kalau delapan standar nasional pendidikan itu alat ukurnya hanya akreditasi. Sedangkan hasil akreditasi itu bermacam kategori A, B, dan C bila USBN akan diterapkan kepada semua ini tidak adil. Maka dia memberi saran, USBN dilakukan untuk pertama kali hanya bagi sekolah yang akreditasinya A dan B saja lebih dahulu.

Tunggu Pemberitahuan Pusat

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri mengaku belum mendapat pemberitahuan terkait keputusan Kemendikbud yang akan memberlakukan USBN untuk jenjang siswa SD mulai 2018.

“Kami di Provinsi Kepri belum menerima pemberitahuan pemberlakuan USBN yang akan diberlakukan kepada pelajar SD tersebut pada tahun depan itu,” kata Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Kepri, Atmadinata di Tanjungpinang, Selasa (26/12/2017).

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com