SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Skema KUR Untuk Pengusah Pertanian Disiapkan

  • Reporter:
  • Selasa, 10 April 2018 | 14:23
  • Dibaca : 115 kali
Skema KUR Untuk Pengusah Pertanian Disiapkan

JAKARTA– Pemerintah tengah mengkaji skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk perusahaan penggilingan dan pengeringan padi.

Rencananya, pemberian KUR akan digunakan untuk pengadaan penggilingan dan dryer kepada Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, skema KUR untuk penggilingan dan pengeringan padi masih memerlukan penghitungan yang lebih matang. Saat ini banyak perusahaan penggilingan padi yang kapasitasnya kecil, berkisar 8–10 ton.

”Mereka menyampaikan usulannya. Itu kan harus ada hitungannya dengan perbankan. Minggu depanlah, ada hitungannya diputuskan berapa,” ujarnya di Jakarta akhir pekan lalu. Menurut Darmin, pengusaha akan diuntungkan apa bila memiliki penggilingan dan dryer yang berkualitas. ”Kalau ada dryer, saat panen apalagi waktu hujan, petani tertolong karena dia tidak panik menjualnya karena padi masih basah. Itu manfaat bagi pengusaha yang punya penggilingan juga punya dryer,” ungkapnya. Selain itu, pengusaha akan dihubungkan langsung dengan Perum Bulog untuk membeli langsung hasil panen sehingga Bulog juga diuntungkan karena akan punya stok berlebih.

”Kesepakatannya itu akan dijual ke Bulog. Bulog diuntungkan karena punya stok lebih banyak. Konsumen diuntungkan karena gabah lebih bagus karena ada pengeringnya, atau kalau mau langsung digiling, berasnya lebih bagus,” papar Darmin. Direktur Jaringan dan Layanan BRI Osbal Saragih mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan kajian anggaran yang sesuai untuk program tersebut. Menurut dia, BRI memiliki anggaran KUR kecil hingga Rp10,6 triliun untuk membantu proyek masyarakat di sektor produktif.

”Kami sudah ada plafon Rp10,6 triliun, dari Rp120 triliun total penyaluran KUR pemerintah. Itu bisa kami share untuk yang kecil karena penggilingan termasuk KUR kecil. Kalau menengah mikro, kami dapat Rp69 triliun,” tuturnya. Osbal melanjutkan, penyaluran KUR tersebut sangat dibutuhkan untuk melengkapi kebutuhan penggilingan dan pengeringan. Ini melihat kondisi para pengusaha yang mengeluhkan kekurangan pengeringan saat musim hujan sehingga produksi pertanian menurun.”Mereka menawarkan kami agar bagaimana perbankan bisa terlibat untuk membantu kesulitan ini. Ada tiga bank himbara, BRI, BNI, Mandiri. Kami siap dilibatkan dalam KUR ini,” ungkapnya.

Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso mengatakan, ada 172.000 perusahaan penggilingan padi dengan kapasitas produksi kecil, yakni 10–12 ton per hari. Menurut dia, perusahaan penggilingan mikro tersebutmengalamikendalaka rena alat pengering yang mereka punya tidak mumpuni sehingga perlu direvitalisasi. ”Peng gilingan juga harus direvitalisasi. Barang kali juga harus menambah alat-alat pengupas kulit (husker) diperbaiki, ada blowe, ada ayakan seperti itu juga mestinya dilakukan,” ujarnya.

Sutarto melanjutkan, pihaknya mengusulkan anggaran hingga Rp7 triliun untuk merevitalisasi hingga 13.000 perusahaan penggilingan dari 172.000 penggilingan padi kecil. ”Selama ini kami kesulitan melakukan revitalisasi, termasuk mengadakan alat pengering, dryer, karena perlu modal,” tandasnya.

Oktiani endarwati

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com