SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

SMKN 8 Batam Kurang 50 Siswa

  • Reporter:
  • Kamis, 18 Juli 2019 | 10:41
  • Dibaca : 93 kali
SMKN 8 Batam Kurang 50 Siswa
ilustrasi

SAGULUNG – Antusias siswa masuk ke SMK/SMK negeri di Batam sangat tinggi. Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah negeri selalu membeludak. Namun tidak dengan SMKN 8 Batam. Sekolah kejuruan ini sepi peminat, dan masih kurang 50 siswa dari kuota yang ada.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri sebelumnya terpaksa harus membuka PPDB tahap kedua dan ketiga untuk mengakomodir siswa yang diterima dalam PPDB tahap pertama di seluruh SMA/SMK di Batam. Hal ini dikarenakan daya tampung sekolah tak sebanding dengan calon siswa yang mendaftar. Alhasil ada sebanyak 1.922 siswa yang belum dapat sekolah, karena tak diterima di sekolah negeri.

Berdasarkan data Disdik Kepri, tahun ini ada 6.242 anak yang mendaftar di SMA/SMK negeri. Sedangkan daya tampung hanya 4.320 siswa, sehingga 1.922 anak belum mendapatkan sekolah untuk melanjutkan pendidikan mereka. Para siswa yang tak diterima masih berkesempatan masuk ke sekolah negeri, meski harus bersaing karena kuota terbatas. Disdik Kepri hanya menginstruksikan setiap sekolah menambah dua rombongan belajar (rombel) untuk menerima siswa yang tak diakomodir di PPDB tahap pertama.

Namun di saat SMA/SMK lainnya masih disesaki orang tua siswa untuk mendaftarkan anak mereka, di SMKN memiliki pemandangan berbeda. Di sekolah yang berada di Kaveling Kamboja, Dapur 12, Sagulung ini sepi dari pendaftar. Dari daya tampung tersedia 250 siswa, masih belum terpenuhi. Dalam PPDB tahun ini, SMKN 8 baru menerima 200 siswa atau masih kurang 50 siswa.

Bahkan dalam proses PPDB tahap ketiga, sekolah ini baru menerima dua siswa, Selasa (16/7). Kepala SMKN 8 Batam, Refio mengatakan, jika ditambahkan dengan dua lokal tambahan sesuai kebijakan Gubernur Kepri Nurdin Basirun sebelumnya, maka sekolah ini masih bisa menerima sekitar 100-an siswa lagi. “Namun di sini peminatnya memang kurang. PPDB tahap ketiga saja baru dapat tambahan dua siswa,” ujarnya.

SMKN 8 berbeda dengan SMA/SMK lainnya. Di SMKN 5, SMKN 1, SMAN 5 dan SMAN 19 di wilayah yang sama masih tak cukup untuk mengakomodir semua siswa yang mendaftar pada PPDB tahap satu, dua dan tiga. Jumlah pendaftar di sekolah tersebut sudah membludak sejak PPDB tahap pertama.

Sementara itu, Kepala SMKN I Batam, Lea Lindrawijaya mengaku pendaftar PPDB tahap tiga sudah di atas 300-an siswa. Padahal sekolah tersebut hanya membuka dua lokal tambahan. Menurutnya, nanti sebagian besar pendaftar dipastikan tak akan tertampung sebab kuota daya tampung sekokah terbatas.

“Meski banyak yang sudah mendaftar, namun kami tak bisa memaksakan karena itu sudah diatur sistem. Kuota kami segitu mau diapain lagi. Kami tetap mengikuti aturan,” ujarnya.

Bila SMKN 8 masih kekurangan siswa, berbeda dengan SMAN 4 Batam. Pihak sekolah akan menyiapkan laboratorium komputer untuk dijadikan ruang kelas. Penggunaan laboratorium komputer sebagai sarana belajar mengajar ini guna menampung calon siswa dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahap kedua.

Ketua PPDB SMAN 4 Desi mengatakan, pihak sekolah masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri terkait kuota penerimaan siswa dalam PPDB tahap kedua.

Berdasarkan arahan Gubernur Kepri, SMAN diminta untuk menambah dua rombongan belajar (rombel) untuk menampung calon siswa dalam PPDB tahap kedua. Hingga saat ini pihak sekolah belum tahu mekanismenya seperti apa, namun siap jika memang diminta untuk menambahkan kuota.

“Kami siap, cuma sampai saat ini mekanismenya seperti apa belum tahu. Apakah daftar secara online atau manual,” ujarnya di SMAN 4 Batam, Tiban Lama, Sekupang, Jumat (12/7).

Desi menambahkan, jika memang harus ditambahkan kuota, pihaknya akan menggunakan laboratorium sebagai ruang kelas, meskipun laboratorium komputer nantinya akan digunakan untuk pelaksanaan ujian berbasis komputer.

“Kalau memang dipakai laboratoriumnya, berati kami tahun depan ujian gak pakai komputer,” katanya.

Pada PPDB tahap pertama,SMAN 4 telah menjaring calon siswa sebanyak 346 orang dari semua jalur. Adapun jumlah kuota yang disiapkan sebanyak 432 siswa.

Di tahap kedua, berdasarkan verifikasi sekolah sebanyak 62 calon siswa dinyatakan lulus masuk SMAN 4 dengan memperlebar zonasi kurang lebih 1,9 kilometer. “Hari ini (kemarin) pendaftaran ulang tahap dua. Kami masih berdasarkan kuota, untuk 12 kelas dengan jumlah anak 36 per kelasnya,” ujarnya.

Kepala SMAN 4 Dwi Sulistiyani mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan pimpinan daerah terkait penambahan kuota siswa yang nantinya akan mendaftar kembali. “Kami masih menunggu instruksi, kami belum tahu seperti apa teknisnya nanti,” kata Dwi. ahmad nusur/agung dedi lazuardi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com