SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Solar Terbatas, Pengendara Dijatah 40 Liter

  • Reporter:
  • Rabu, 27 September 2017 | 10:10
  • Dibaca : 301 kali
Solar Terbatas, Pengendara Dijatah 40 Liter
Ilustrasi foto SINDO BATAM

NATUNA – Produktivitas angkutan barang di Natuna terancam merosot menyusul pengurangan jatah solar sampai separuh dari biasanya. Armada angkutan terpaksa membuang waktu untuk antre di SPBU ketimbang mengangkut barang.

Antrean panjang truk barang di SPBU Ranai menjadi pemandangan yang sering ditemui sejak sepekan terakhir di Natuna. Menurut sejumlah sopir truk, kondisi itu dampak dari pengurangan jatah solar. Pembelian bahan bakar minyak jenis solar di SPBU Ranai dibatasi. Kondisi ini membuat sejumlah sopir truk angkutan barang kelabakan. Arno, misalnya, pembatasan solar itu sangat memberatkan.

“Kami semua kaget. Beli solar dibatasi maksimal 40 liter atau sekitar Rp210 ribu. Supaya kebagian minyak harus antre sejak pagi, kalau siang, tidak akan kebagian,” ujar Arno saat mengantre di SPBU Ranai, Selasa (26/9/2017) pagi.

Para sopir truk mengaku dengan jatah solar perhari hanya 40 liter, produktivitas truk angkutan tidak bisa maksimal. Sebab dalam satu hari, mobilnya membutuhkan solar 80 liter. “Untuk isi penuh tanki, bisa 80 liter. Dengan jumlah itu, mobil bisa beroperasi satu hari penuh. Dengan kondisi saat ini, kami para sopir sangat dirugikan,” sambung Arno.

Selengkapnya baca KORAN SINDO BATAM

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com