SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sosok Dihormati, Penjaga Keharmonisan Antarumat di Kepri

  • Reporter:
  • Kamis, 22 Maret 2018 | 12:39
  • Dibaca : 552 kali
Sosok Dihormati, Penjaga Keharmonisan Antarumat di Kepri
Ribuan Umat Budha Provinsi Kepri saat melakukan prosesi penghormatan terakhir kepada Y.M. Bhikkhu Sek Cong Seng di Vihara Avalokitesvara Graha Tanjungpinang, Rabu (21/3). /SUTANA

Y.M. Bhikkhu Sek Cong Seng, biksu tertua di Kepri berpulang di usainya ke-100. Sosok yang dihormati ini meninggal dunia Kamis (15/3/2018) di Changi General Hospital Singapura. Semasa hidup, ia dikenang sosok yang selalu mengajarkan kasih sayang kepada semua umat.

SUTANA, Pinang

Ribuan umat Budha dari Kepri maupun dari negara tetangga melakukan penghormatan terakhir kepada Y.M. Bhikkhu Sek Cong Seng yang dikremasi di Kramatorium Vihara Avalokitesvara Graha di KM 14 Tanjungpinang, Rabu (21/3/2018).

Sejak pagi, sejumlah umat dari berbagi Yayasan di Provinsi Kepri silih berganti melakukan penghormatan terakhir yang dipimpin oleh pengurus dan suhu di Vihara Avalokitesvara Graha Tanjungpinang. Begitu juga dari masing-masing Yayasan Vihara dari luar negeri yang hadir diberikan waktu untuk melakukan penghormatan.

Ketua Walubi Kepri Hengky Suryawan mengatakan Y.M. Bhikkhu Sek Cong Seng merupakan bikkhu yang pertama kali membawa ajaran Budha di Tanjungpinang. Dimana ia menjadi bikkhu sejak usia 28 tahun, berpindah dari Jawa ke Tanjungpinang sejak tahun 1973.

Dalam perjalannya untuk penyebaran agama dan ajarannya di kepri ia mendatangkan sejumlah guru-guru Budha dari tanah Jawa. Dan seiring waktu dalam perjalannya penyebaran ajaran agama Budha di Tanjungpinang dan secara luas di seluruh Provinsi Kepri berkembang dengan pesat.

“Bahkan dengan gigihnya tidak mengenal putus asa dan terus berusaha untuk menyampaikan ajarannya,,” ujar Hengky saat prosesi penghoratan terakhir di Kramatorium Vihara Avalokitesvara Graha KM 14, Tanjungpinang, Rabu (21/3/2018).

Ia memaparkan, dengan keuletan dan kesabarannya serta ilmu yang dimilikinya Y.M. Bhikkhu Sek Cong Seng dalam membawa ajarannya, akhirnya bisa mensejajarkan agama Budha di Kepri ini dengan agama-agama lain. Dan yang membanggakan agama Budha yang diajarkannya diakui oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepri.

“Saya mengenal Bikkhu Y.M. Bhikkhu Sek Cong Seng ini sudah 45 tahun lalu. Sejak berada di Tanjungpinang beliau sudah menghasilkan murid-murid yang berprestasi dan membanggakan, bahkan murdi-muridnya sudah menyebar hingga di Malaysia, Singapura dan negara lainnya termasuk di Australia,” kanya Hengky.

Y.M. Bhikkhu Sek Cong Seng dan dirinya mulai merintis dan mulai pembangunan Vihara Avalokitesvara Graha Tanjungpinang sejak 2001 dan 6 tahun kemudian vihara ini bisa berdiri dengan megah. Bahkan vihara ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara, juga di dalam vihara memiliki patung Budha terbesar.

“Pada peresmiannya Vihara Avalokitesvara Graha Tanjungpinang ini pada saat itu langsung diresmikan Menteri Agama RI. Dan saya sebagai Ketua Yayasan Vihara ini,” ujarnya.

Dengan kepergiannya, tentunya umat Budha di Kepri merasa kehilangan, bahkan suhu-suhu dan bikkhu-bikkhu dari berbagai negera Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam termasuk dari China dan Autralia turut datang untuk mendoakan dan mengantar keperistirahatan terakhirnya.

“Kami umat Budha di Kepri termasuk murid-muridnya yang ada di dalam dan luar negeri merasa kehilangan. Namun, kami semua berjanji akan meneruskan apa yang menjadi harapan dan cita-cita beliau,” katanya.

Pada kesempatan itu juga turut diberikan waktu penghormatan terakhir kepada para pengurus yayasan seperti dari Mangabudhi Kepri, Majelis Budhayana Indonesia, Yayasan Budha Tzu Chi, Pusdiklat Amithaba, Vihra Vajracchedika, Mapan Bhumi, Soka Gakkai Indonesia, Medi, Vihara Bahtera Sasana, Vihara Bodhi Marga dan Vihara Avaktesvara.

Hal yang sama juga dikuti dari perwakilan yayasan dan vihara dari berbagi negara yang turut hadir pada penghormatan terakhir, sebelum dilakukan kramasi terhadap Y.M. Bhikkhu Sek Cong Seng.

Sementara perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepri melalui Pembimas Budha Iyoman Irawan mengatkan, umat Buhda Kepri sangat merasa kehilangan dengan kepergian Bhikkhu Sek Cong Seng, sebab beliau merupakan sosok yang selama ini dapat mengayomi dan bisa menyatukan umatnya di Kepri ini.

“Kami merasa sangat kehilangan dan berduka yang mendalam. Namun memang ajaran Budha bahwa semua yang hidup akan kembali kepada penciptanya. Namun, perjuangan dan cita-cita almarhum akan kami semua umat Budha akan terus melanjutkannya,” katanya.

Ia juga menyebutkan, bahwa sosok Y.M. Bhikkhu Sek Cong Seng merupakan bikkhu yang paling dihormati, selalu mengajarkan kasih dan sayang kepada semua umatnya tanpa pilih kasih.

Selain itu untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara ini. Ia juga dikenang sangat menghormati dan menjaga kerukunan, keharmonisan antarumat beragama di Kepri ini.

“Y.M. Bhikkhu Sek Cong Seng sangat peduli dengan lingkungan sekitarnya, dan juga tidak pernah menyakiti ataupun menebar kebencian. Kasih sayang dan perbuatan beliau merupakan panutan dan tauladan bagi umatnya,” katanya.

Penghormatan juga dilakukan perwakilan dari Sangha Mahayana Provinsi Fu Jian, China, Pembina Vihara Da Xeu Feng Y.M. Master Guang Lin. Dewan Sangha WALUBI Pusat Y.M. Bikkhu Tadisa Paramita Mahasthavira dan dari Pembina Vihara Avalokitesvara Graha Y.M. Bikkhu Da He Mahastavira. ***

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com