SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Status Batam Diumumkan Usai Pilpres, Polemik Transformasi FTZ-KEK

  • Reporter:
  • Jumat, 10 Agustus 2018 | 11:51
  • Dibaca : 107 kali
Status Batam Diumumkan Usai Pilpres, Polemik Transformasi FTZ-KEK
Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Batam Raja Jadigukguk.

BATAM KOTA – Ketua Kamar Dagang dan Indsutri (Kadin) Kota Batam Jadi Rajaguguk mengatakan, kejelasan status Batam terkait polemik transformasi Free Trade Zone menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) masih menunggu usai pemilihan Presiden selesai 2019 mendatang. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution bersama dengan para menteri lainnya saat ini masih fokus dalam menghadapi pesta demokrasi tersebut.

Menurut dia, informasi ini didapat dari salah seorang anggota Dewan Kawasan (DK), hanya saja ia enggan menyebutkan siapa anggota DK tersebut. Namun, intinya dijelaskan pihaknya mewakili para pelaku usaha menyambut baik dengan kabar itu. Karena Kadin Kepri selama ini memang mengusulkan agar pemerintah mengkaji kembali rencana transformasi FTZ menjadi KEK.

“Akhirnya Menko Darmin mengabulkan permintaan Kadin, asosiasi agar pembahasan transformasi FTZ ditunda sampai waktunya atau setelah Pilpres. Info saya dapat dari salah satu anggota DK-PBPB Batam,” kata Jadi, Kamis (9/8).

Pihaknya memberikan apresiasi atas kebijakan ini, dalam rapat koordinasi dengan pelaku usaha Batam beberapa waktu Kadin Batam bersama dengan sejumlah asosiasi pengusaha meminta agar status Batam dibahas setelah Pilpres. Sehingga pemerintah bisa lebih fokus dalam menyelesaikan persoalan di Batam.

Hal ini, sambungnya, juga tidak akan mempengarui investor yang akan masuk ke Batam, karena para pengusaha bisa tetap melanjutkan rencana investasinya. Terlebih lagi usulan perubahan status KEK Batam bukan dari pemerintah pusat, melainkan usulan dari pemerintah daerah dan segelintir pengusaha.

“Kami memang lebih setuju pembahasan masalah ini dilanjutkan setelah Pilpres. Dan saya kira tidak ada masalah bagi investor. Sebab, statusnya masih FTZ dan investor bisa melanjutkan rencana investasinya,” kata Jadi.

Sementara rapat koordinasi DK terkait dengan transformasi FTZ Batam yang rencananya digelar di Kantor Kemenko Perekonomian pada Jumat (10/8) juga ditunda sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Sebelumnya, Jadi mengatakan pengusaha masih komitmen dengan keinginan sebelumnya status FTZ harus dipertahankan. Kalaupun ada sejumlah persoalan yang terjadi, harus diselesaikan oleh pemerintah, bukan merubah status kawasannya. “Pak Darmin (Menko Perekonomian) menerima dengan baik usulan kami. Rapatnya juga cukup enjoy, beliau menyambut baik usulan dari pelaku usaha,” kata Jadi.

Pihaknya sudah menyampaikan secara lengkap dan kongkrit terkait dengan kondisi yang terjadi saat ini. FTZ masih menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor asing untuk masuk ke Batam. Itu sebabnya mengusulkan agar pemerintah seharusnya menambah fasilitas-fasilitas yang di FTZ.

Hasil rapat nantinya akan dibawa dalam rapat DK, pihaknya menilai rencana pemerintah melakukan transformasi FTZ menjadi KEK akan dievaluasi kembali. “Tadi kami juga sampaikan bahwa Kadin serta asosiasi pelaku usaha di Batam siap membantu pemerintah untuk melengkapi kenapa FTZ ini perlu dipertahankan,” ujarnya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com