SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Status RSBP Batam Masih Tipe B

  • Reporter:
  • Selasa, 6 Agustus 2019 | 15:03
  • Dibaca : 223 kali
Status RSBP Batam Masih Tipe B
ilustrasi.

SEKUPANG – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyatakan belum ada ketetapan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait penurunan tipe kelas, Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dari B menjadi C. Sampai saat ini rumah sakit yang terletak di kawasan Tanjungpinggir, Sekupang ini masih berstatus tipe B.

Direktur RSBP Batam Sigit Riyanto mengatakan, Kemenkes belum lama ini memang melakukan penilaian terhadap rumah sakit di Indonesia. Di mana setiap rumah sakit diminta untuk mengupdate data melalui sistem online. Kemudian divalidasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) dan juga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Waktu itu nilai RSBP memang belum mencukupi untuk B, nilainya baru 71,2 persen. Sedangkan B syaratnya harus minimal 75 persen,” ujarnya, Senin (5/8).

Namun saat ini belum ada keputusan untuk penurunan kelas dari B menjadi C. Pihaknya masih melakukan perbaikan karena ada beberapa dokter dan perawat yang baru dimasukkan dalam data melalui sistem online tersebut. Hal ini sudah disampaikan ke Dinkes Kota Batam dan juga Kemenkes.

Sigit optimtistis bahwa dengan adanya penambahan dokter baru serta fasilitas yang dimiliki RSBP Batam saat ini, nilainya bisa di atas 75 persen. Pihaknya juga terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan, khususnya kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di Batam.

“Artinya tidak benar kalau RSBP sudah ditetapkan turun kelas menjadi C, yang benar adalah nilainya memang belum cukup. Tapi kami sudah koordinasi untuk mengupdate, karena banyak dokter baru kami yang masuk tahun 2019 ini,” katanya.

Kemudian, ia juga mengatakan tak hanya pelayanan saja yang terus ditingkatkan. Tapi juga berbagai fasilitas untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat saat melakukan pengobatan di RSBP Batam. Saat ini RSBP juga merupakan salah satu rumah sakit yang memilki spesialis saraf dan jantung sejak tahun lalu dan akan terus ditingkatkan.

Selain itu, ke depan RSBP Batam akan menjadi salah satu pusat rujukan kanker. BP Batam, kata dia, sudah melakukan penjajakan untuk mencari investor yang bisa menjalin kerjasama untuk mewujudkan rencana tersebut.

“Sampai saat ini kami memiliki 45 dokter, dan 203 perawat. RSBP berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat Batam,” tegasnya.

RSUD Tak Layak Status Tipe B

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Udin P Sihaloho menilai, RSUD Embung Fatimah tidak layak menyandang rumah sakit kelas B. Menurutnya, fasilitas kesehatan rumah sakit plat merah itu buruk dan banyak yang sudah tidak layak digunakan lagi.

“Saya enggak melihat RSUD layak untuk menyandang predikat tipe B itu tadi. Kita bisa lihat dari lima peralatan alat pacu jantung, tiga alatnya rusak, ini sudah gak benar. Nah ketika kita tanya kenapa tidak diperbaiki, jawabannya menunggu anggaran,” katanya.

Padahal, kata dia, RSUD adalah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang masih disubsidi dari APBD Batam. Alat-alat kesehatan (Alkes) yang dimiliki, tidak mencerminkan status kelas yang disandang oleh RSUD.

“Jadi kalau cerita logikanya kita lihat RSUD itu masih merugi, tak ada memberikan kontribusi, artinya untuk menghidupi dia sendiri masih sulit, sementara predikat yang disandangnya sudah tipe B,” katanya.

Udin mencontohkan, kondisi RSUD Batam sangat bertolak belakang dengan RSUD di Bali dan Surabaya yang sama-sama berada di kelas B, namun memiliki fasilitas kesehatan yang baik.

“Misalnya kayak di Surabaya, kita bisa bayangkan sendiri wali kotanya sendiri berobat di RSUD mereka, coba itu kita bisa bayangkan, kepala daerah kita ada gak berobat di RSUD kita, silakan saja di cek,” ujarnya.

Ia mengatakan, tidak menyoroti kinerja tenaga medis di RSUD, tetapi fasilitas penunjang di rumah sakit tersebut. Udin juga mengatakan, jika ada rumah sakit swasta yang turun kelas merupakan bentuk teguran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) agar pelayanan lebih baik lagi.

“Jadi harapan kita ada perbaikan ke depan, termasuk juga rumah sakit swasta ini tadi. Sementara RSUD kita masih layak tipe C, bila perlu tipe D. Rumah sakit tipe D aja masih baik pelayanannya daripada RSUD,” katanya. iwan sahputra/ahmad rohmadi

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menerbitkan rekomendasi sebanyak tujuh rumah sakit di Kepri yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan turun kelas. Penyesuaian kelas ini diklaim bisa mempercepat pelayanan pasien dan menguntungkan BPJS serta rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi menjelaskan Kemenkes sedang melakukan review atau peninjauan kelas rumah sakit. Proses review masih berlangsung dan belum ada keputusan akhir sehingga kemungkinan jumlahnya bertambah. Sejumlah rumah sakit di Batam akan turun kelas, tapi Didi belum memastikan jumlahnya belum selesai. “Bahkan, ada rumah sakit yang mengajukan diri untuk turun kelas,” kata dia, kemarin.

Tujuh rumah sakit di Kepri itu antara lain RS Umum Daerah Palmatak dan RSUD Encik Mariyam dengan Kelas D-Rekomendasi D. Lalu RS Badan Pengusahaan Batam dengan Kelas B -Rekomendasi C, RS Umum Charis Medika Kelas C- Rekomendasi D, RS Umum Graha Hermine dengan Kelas C-Rekomendasi D. Kemudian RS Bhayangkara Batam Polda Kepri dengan Kelas D-Rekomendasi D, RS Santa Elisabeth Seilekop dengan Kelas D-Rekomendasi C.

Rumah sakit itu bagian dari ratusan rekomendasi yang diterbitkan Kemenkes sejak 2017. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan rekomendasi 615 dari 2.170 rumah sakit (RS) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan turun kelas. ahmad rohmadi/iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com