SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

  • Reporter:
  • Minggu, 17 Desember 2017 | 11:43
  • Dibaca : 88 kali
Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
Peserta mengikuti seminar peringatan Hari Anti Perdagangan Anak di Hotel Harmoni One, Sabtu (16/12/2017). M ilham

BATAMKOTA – Rumah Faye bersama enam lembaga aktivis pemerhati kekerasan terhadap perempuan dan anak berupaya menimalisir kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan menyadarkan masyarakat akan proses hukum penanganan perdagangan orang dan eksploitasi anak.

“Kurangnya fungsi sosial masyarakat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Paradigma dalam masyarakat perlu diubah. Mereka harus menjadi kontrol sosial dalam masyarakat itu sendiri,” kata Dewi Astuti, aktivis pemerhati kekerasan terhadap perempuan dan anak Rumah Faye saat memperingati 18 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Anak, di Hotel Harmoni One, Sabtu (16/12/2017).

Dia mengatakan, berbagai persoalan terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terus terjadi, di antaranya, belum optimalnya akses terhadap layanan pemenuhan hak tumbuh kembang dan kelangsungan hidup anak. Kurangnya perlindungan terhadap anak dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, dan perlakuan lainnya.

“Perlindungan anak, merupakan segala upaya menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi apa pun bentuknya,” ujar Dewi.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com