SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Stop Pekerjaan Anak di Bawah Umur

  • Reporter:
  • Jumat, 10 Januari 2020 | 14:15
  • Dibaca : 163 kali
Stop Pekerjaan Anak di Bawah Umur
ilustrasi

BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menindak tempat-tempat hiburan yang terbukti mempekerjakan anak di bawah umur. Bagi tempat hiburan yang berizin akan langsung dikenakan sanksi terberat pencabutan izin dan penutupan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam, Firmansyah mengatakan mempekerjakan anak di bawah umur termasuk dalam pelanggaran berat. Sehingga Pemko Batam bisa langsung mencabut izinnya tanpa perlu adanya surat peringatan terlebih dahulu.

“Kalau tempat hiburannya berizin dan terbukti mempekerjakan anak di bawah umur, kita bisa tindak langsung tanpa surat peringatan,” kata Firmansyah, Kamis (9/1).

Terkait salah satu tempat hiburan di Sintai, Tanjunguncang yang diungkap Polresta Barelang karena memperkerjakan dua anak di bawah umur, Firmansyah mengatakan pihaknya masih menunggu laporan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam. Pasalnya kata dia untuk pengawasan tempat hiburan menjadi tugas dan kewenangan Disbudpar.

“Kami hanya mengeluarkan izinnya, untuk pengawasan ada di Disbudpar, dan juga Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja),” katanya.

Menurut dia ada beberapa tempat hiburan malam yang tak berizin dan hal itu menjadi kewenangan Satpol PP untuk melakukan tindakan. Untuk yang berizin pihaknya sebagai instansi yang mengeluarkan keputusan tak bisa gegabah melakukan peninjauan izin sebelum ada masukan dari Disbudpar Kota Batam.

Kepala Disbudpar Kota Batam Ardiwinata mengaku ada tim yang baru dibentuk tahun ini yakni tim pembinaan dan pengawasan. Tim ini di antaranya terdapat Satpol PP, DPM PTSP hingga Dinas Kesehatan Kota Batam.

“Kalau ada info seperti ini tim akan turun. Dalam BAP tentu bicara tentang dokumen perizinan dan semuanyalah. Tim ini bekerja atas laporan dan pengawasan berkala,” kata Ardi.

Keputusan lebih lanjut, kata dia, akan diputuskan bersama tim. Merujuk pada kasus semacam ini, ia mengimbau agar semua pelaku usaha hiburan melaksanakan kegiatannya sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Jalani sesuai ketentuan. Dokumen lengkap, kalau belum belum operasional,” ujarnya.

Sebelumnya, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang bersama Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri berhasil mengungkap kasus perdagangan anak di bawah umur atau human trafficking di Bar Chelsea di Teluk Pandan, Sintai, Batuaji.

Kasus ini melibatkan dua anak perempuan berusia 15 tahun, L, dan S, asal Depok, Jawa Barat. Selain membebaskan korban, polisi turut mengamankan A, 15, selaku muncikari, serta pasangan suami istri (pasutri) selaku pemilik bar, Dewi Syadiah dan Suharman.

Ahmad Rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com