SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Strategi PLN Batam di Era Digital, Memanfaatkan Teknologi dalam Meteran Listrik, Sistem Pertama di Indonesia

  • Reporter:
  • Kamis, 20 September 2018 | 11:13
  • Dibaca : 195 kali
Strategi PLN Batam di Era Digital, Memanfaatkan Teknologi dalam Meteran Listrik, Sistem Pertama di Indonesia
Direktur Utama PT PLN Batam Dadan Koerniadipoera.

Perkembangan teknologi digital mengubah pola layanan di semua sektor, termasuk kelistrikan. Kota Batam sudah melangkah lebih dulu, PT PLN Batam mendatangkan meteran listrik digital. Lebih hemat listrik dan mudah terpantau.

Ahmad Romadi, Batam

Meteran listrik digital itu disiapkan PT PLN Batam dengan tujuan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan di era digital. Pemanfaatan teknologi menjadi salah satu strategi utama anak perusahaan PT PLN (Persero) tersebut. Tidak hanya untuk memudahkan pelanggan, tapi peningkatan teknologi diharapkan juga bisa sebagai penghematan daya listrik.

Meteran digital itu disebut Advance Meter Infrastructure (AMI). Direktur Utama PLN Batam Dadan Kurniadipura mengatakan sejauh tengah melakukan ujicoba Advance Meter Infrastructure (AMI) kepada 1.400 pelanggan di dua lokasi di Batam. Sistem modern ini baru pertama kali diuji di Indonesia. Sistem ini dinilai memiliki sejumlah keunggulan jika dibandingkan sistem Kwh meter konvensional.

Sistem komunikasi dua arah pada AMI memungkinkan pelanggan yang memiliki pembangkit tambahan. Seperti Colar Cell (Panel Surya) menjual dayanya kepada PLN Batam.

“Dengan penggunaan AMI ini membuat skala ekonomi penggunaan listrik menjadi lebih efisien karena pelanggan bisa mengurangi beban biaya yang harus dibayar dengan menukarkan daya dari panel surya yang dimilikinya. Ke depan size pembangkit yang dibangun akan lebih kecil karena kontribusi dari konsumen melalui panel surya bisa dimanfaatkan,” papar Dadan, kemarin.

Sistem AMI yang tersambung dengan jaringan juga memungkinkan PLN Batam memantau penggunaan daya secara real time. Dengan begitu, PLN Batam tak perlu mengirim pencatat daya untuk menlihat penggunaan daya pelanggan. Sistem juga bisa menghentikan pasokan daya bila pelanggan melalaikan kewajiban membayar daya yang digunakan.

“Sistem serupa juga bisa digunakan jika pelanggan ingin menambah daya listriknya. Jadi bisa dilakukan dari kantor kami,” kata Dadan.

Sementara untuk harga istrik di Batam menurut di sampai saat ini masih lebih murah dibandingkan dengan listrik Nasional. Padahal tak ada subsidi yang dikucurkan pemerintah pusat untuk tarif listrik Batam. Tarif listrik golongan R1/ 1300 VA lebih murah 17,53 persen ketimbang tarif nasional. Sedangkan tarif golongan R1/ 2200 VS lebih murah 14,02 persen dari tarif Nasional. “Tarif yang dikenakan ini juga msih di bawah Biaya Pokok Produksi (BPP),” katanya.

PLN Batam mengupayakan banyak hal untuk memastikan suplai listrik kepada konsumen tetap terjaga, walaupun harga yang dikenakan lebih rendah ketimbang BPP. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan pendapatan bisnis di luar wilayah kerja PLN Batam. Selain itu pihaknya juga harus memastikan perusahaannya itu bisa tetap tumbuh semakin besar dan mampu bertahan.

Pertumbuhan listrik di Batam yang terus meningkat membuat PLN harus merencanakan pembangunan pembangkit baru dengan cermat. Kalau tak punya kemampuan finansial, PLN Batam tak akan mampu membangun pembangkit. Saat ini pihaknya mengaku juga sudah mengembangkan investasi sampai di luar Batam, sebagaimana Independent Power Producer (IPP) di delapan daerah. “Targetnya tahun ini Bright PLN Batam harus membangun pembangkit sebesar 100 MW di luar Batam,” ujar Dadan.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com