SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Suara Hati Hart

  • Reporter:
  • Rabu, 4 Oktober 2017 | 16:00
  • Dibaca : 82 kali
Suara Hati Hart

LONDON– Menjadi penjaga gawang nomor satu tim nasional Inggris, tapi karier di level klub tak kunjung menemui kepastian.

Kondisi itu sekarang dirasakan Joe Hart. Resminya, dia adalah pemain Manchester City (Man City), tapi dipinjamkan ke West Ham United. Bukan musim ini saja Hart dipinjamkan ke klub lain. Sebelumnya dia sempat terbuang ke klub Seri A Torino setelah Man City kedatangan pelatih anyar Pep Guardiola. Di bawah Guardiola, penjaga gawang berusia 30 tahun tersebut tak pernah mendapatkan tempat. Situasi ini membuat Hart seperti memendam luka atas perlakuan Guardiola.

Sebagai pemain, dia merasa tidak mendapatkan kesempatan yang adil untuk bersaing memperebutkan posisi utama di bawah mistar gawang The Citizens. “Benar bahwa ini adalah sepak bola. Tapi, semua tentu ingin mendapatkan kesempatan yang adil dalam segala hal,” kata Hart, dikutip ESPNFC. Dia mengaku menunggu mendapatkan kesempatan yang adil. Dia lebih suka berjuang dan bertarung dengan adil karena itu akan lebih baik. “Jika kalah, saya akan berjabat tangan dengan rival saya. Tapi, saya sadar tidak ada kesempatan bersaing dengan baik,” tandasnya.

Meski terombang-ambing bersama Man City, Hart kini fokus membela timnas Inggris. Dia bertekad terus memperjuangkan satu tempat utama di The Three Lionsseperti yang dilakukan sejak debut bersama tim senior. Sejak Juni 2008, posisi utama di bawah mistar gawang seakan sulit direbut darinya. Hart telah mengoleksi 73 caps dan rutin dipanggil Inggris di berbagai turnamen bergengsi, yakni Piala Dunia 2010, Piala Eropa 2012, Piala Dunia 2014, serta Piala Eropa 2016. “Saya harus melakukan sesuatu demi menyelamatkan karier saya di timnas Inggris. Saya pernah gagal sehingga saya perlu mengubahnya,” tandas Hart, dilansir Daily Mail.

Pada laga kualifikasi Piala Dunia 2018, Pelatih Gareth Southgate memanggil tiga penjaga gawang lainnya, yakni Jack Butland, Fraser Foster, hingga Jordan Pickford. Artinya, Hart harus berjuang keras. “Saya akan berbohong jika saya tidak ingin bermain di setiap pertandingan dan memberikan kontribusi penting. Tapi, itu rasanya akan sulit,” tuturnya. Kendati akan menghormati setiap keputusan pelatih, Hart enggan menyerah. Penjaga gawang yang mengawali kariernya di Shrewsbury Town itu bertekad mengerahkan seluruh kemampuan terbaik demi mendapatkan satu tempat dalam skuad The Three Lions di Piala Dunia 2018. Hart ingin mengumpulkan caps sebanyak mungkin dan bermain reguler untuk Inggris.

Dia rela menukar semua itu dengan satu piala atau memainkan peran penting bagi Inggris di Piala Dunia 2018. Motivasi tinggi Hart jelas sangat baik bagi Inggris, terutama jelang laga kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup F melawan Slovenia, Kamis (5/10). Meski sedikit terganggu masalah cedera hamstring gelandang Fabian Delph, secara keseluruhan kondisi skuad Inggris terbilang cukup baik. Semangat juang Harry Kane dkk semakin bertambah karena pada sesi latihan, Senin (2/10), kedatangan sang legenda SirBobby Robson.

Pria yang berperan penting saat Inggris menjuarai Piala Dunia 1966 itu berada di St George Park untuk menghadiri peresmian lapangan latihan yang bernama Sir Bobby Charlton Pitch. Peresmian terasa spesial lantaran bertepatan dengan hari ulang tahun ke- 80 Charlton. (KORAN SINDO)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com