SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Sukses Berburu

  • Reporter:
  • Minggu, 11 Maret 2018 | 13:48
  • Dibaca : 80 kali
Sukses Berburu

ROMA– Pelatih AS Roma Eusebio di Francesco menjadi kunci sukses kemenangan 3-0 atas Torino. Kejelian Di Francesco mengubah strategi ketika permainan I Lupi tidak berkembang berujung angka penuh untuk kedua kali secara beruntun.

Roma tanpa ampun memangsa Torino di Stadio Olimpico pada giornatake-28 Seri A, Sabtu (10/3). Tapi, keberhasilan itu tidak didapat Pasukan Serigaladengan mudah. Pasalnya, tuan rumah sempat dibuat kesulitan di babak pertama sehingga tidak ada gol yang tercipta.

Meski menurunkan sejumlah pemain utama dan gencar menyerang, Roma tidak mampu merobohkan benteng pertahanan Torino. Keadaan itu memaksa Di Francesco mengubah taktik pada babak kedua. Keputusannya membuahkan hasil setimpal karena Kevin Strootman dkk akhirnya bisa memecah kebuntuan.

“Saya akui, kami tidak bermain bagus pada babak pertama. Tapi, setelah babak pertama, saya meminta Radja Nainggolan bermain sedikit lebih maju dan membuatnya lebih dekat dengan penyerang.

Saya bisa merasakan pemain sangat cemas dengan sulitnya meraih kemenangan meski bermain di Olimpico,” kata Di Francesco, dilansir Football-Italia. Upaya Di Francesco setelah rehat membantu Roma sukses memborong tiga gol berturut-turut.

Kostas Manolas membuat ribuan Romanisti bersorak setelah berhasil memaksimalkan umpan Alessandro Florenzi pada menit ke-56. Setelah itu, Nainggolan membantu Daniele de Rossi mencetak gol kedua Roma di menit ke-73. Lalu, saat injury time, assist Nainggolan memungkinkan Lorenzo Pellegrini melengkapi penderitaan Torino.

“Saya lalu mengubah skema permainan menjadi 4-2-3-1 (dari semula 4-3-3). Perubahan itu berjalan sukses. Kami berhasil menyulitkan mereka (dan bisa mencetak gol),” kata pelatih berusia 48 tahun itu. Berdasarkan statistik, Roma memang pantas menang.

Pasalnya, pada laga itu I Giallorossitampil percaya diri. Penguasaan bola mereka mencapai 60% yang berbanding 40% milik Torino. Roma juga melakukan lima upaya yang tepat sasaran, sementara Torino hanya membuat empat percobaan. Karena itulah Di Francesco menyambut hasil positif ini dengan sukacita.

Terlebih ini kedua kali secara beruntun Roma meraih angka penuh setelah sebelumnya menggilas Napoli 4-2. Hasil ini juga membuat Roma tetap bertahan di peringkat 3 dengan 56 angka atau terpaut 13 angka dengan Napoli.

Meski akhirnya menang, banyak pihak yang mempertanyakan kebijakan Di Francesco memainkan Patrick Schick menjadi penyerang utama. Pasalnya, pemain pinjaman dari Sampdoria itu tidak mampu menunjukkan taji.

Walau tampil penuh, bomber asal Republik Ceko itu cuma melepaskan satu tembakan ke gawang. “Schick tidak tampil bagus pada babak pertama. Karena, dia bermain agak melebar. Tapi, dia merupakan pemain muda bertalenta dan layak dinantikan kontribusinya.

Jangan lupa, dulu juga Cengiz Under (rekan setimnya) tidak bermain bagus. Sekarang, performanya luar biasa,” tutur Di Francesco. Mantan pelatih Sassuolo itu juga mengingatkan seluruh anak asuhnya agar tidak merayakan kemenangan itu secara berlebihan.

Pasalnya, laga krusial sudah menanti, yakni menjamu Shakhtar Donetsk pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (14/3). Roma wajib menang untuk membalikkan kekalahan 1-2. “Mereka (Shakhtar) tim yang sangat bagus. Kami tidak boleh tergesa-gesa mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik.

Dukungan suporter akan sangat penting saat melawan Shakhtar. Saya pikir kami harus bermain konsisten sepanjang laga nanti. Pasalnya, Shakhtar lebih mirip tim Brasil ketimbang tim Ukraina,” tandas Di Francesco.

Sementara bagi Nainggolan, kemenangan ini punya nilai lebih. Untuk pertama kali sepanjang kariernya di Italia, gelandang berdarah Indonesia itu bisa mencatat dua assist dalam satu laga Seri A. Itu berarti Nainggolan sudah mendulang tujuh assistdi Seri A musim ini.

m mirza

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com