SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Syahrul Minta Sekolah Imunisasi MR

  • Reporter:
  • Senin, 1 Oktober 2018 | 13:07
  • Dibaca : 97 kali
Syahrul Minta Sekolah Imunisasi MR
Wali Kota Tanjungpinang Syahrul.

PINANG – Wali Kota Tanjungpinang Syahrul mengajak orangtua anak dan kepala sekolah untuk mempermudah kegiatan imunisasi Maesles Rubella (MR) di Tanjungpinang. Imunisasi MR ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjadikan generasi dan anak-anak yang lebih baik lagi di masa mendatang.

Syahrul memintapara kepala sekolah untuk benar-benar memahami ilmu tentang campak dan rubella. Syahrul juga mengimbau seluruh masyarakat untuk berkontribusi dalam menyukseskan program pemerintah dalam mengeleminasi campak dan rubella.

“Masyarakat jangan khawatir semua yang kita lakukan tergantung niat. Ini merupakan niat baik yang memang harus dilakukan untuk generasi di masa mendatang,” kata Syahrul, Sabtu (29/9).

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Tanjungpinang Rustam menjelaskan, rubella dan campak merupakan penyakit berbahaya yang penyebarannya sangat cepat melalui udara.

“Oleh karena itu Imunisasi MR sangat penting sekali bagi anak-anak kita,” kata dia.

Rustam mengatkaan, ada tiga negara yang memproduksi vaksin MR yaitu Jepang, China dan India. Di Jepang vaksin MR hanya digunakan untuk negaranya sendiri, di China vaksin MR belum terverifikasi dan di India sudah diverifikasi dan telah digunakan 26 negara berpenduduk Islam termasuk Malaysia.

Rustan menyebut capain imuniasi MR di Tanjungpinang merupakan kabupaten/kora yang memiliki capaian tertinggi.

“Kota Tanjungpinang mencapai 69,3 persen dengan jumlah anak 38.828 anak dari 56.031 anak. Tetapi untuk skala nasional masih jauh di bawah. Untuk mencapai target nasional kita harus tingkatkan dari sekolah, karena dari sekolah yang ada di Tanjungpinang capaiannya baru 10 persen,” ujar Rustam.

muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com