SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Taekwondo Indonesia Catatkan Sejarah

  • Reporter:
  • Rabu, 30 Mei 2018 | 15:46
  • Dibaca : 90 kali
Taekwondo Indonesia Catatkan Sejarah

JAKARTA – Kekompakan dan keserasian untuk kategori new poomsae menjadi catatan penting tim nasional Taekwondo yang tampil pada Kejuaraan Asia di Ho Chi Minh, Vietnam, 24-28 Mei.

Kepercayaan diri menjadi kendala utama atlet tidak mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Manajer Tim Nasional Rahmi Kurnia mengungkap – kan, dari hasil evaluasi, salah satu yang menjadi kelemahan atlet adalah gerakan akrobatik saat free style poomsae . Pada – hal, keserasian gerak dan ke te – patan jurus menjadi penilaian utama untuk nomor tersebut. “Ini memang sulit, dan menjadi kelemahan tim kita. Mereka sebenarnya bisa lebih power full , tapi masih belum sepenuhnya percaya diri. Ini akan menjadi bahan evaluasi penting untuk menghadapi Asian Games,” ujar Rahmi.

Meski begitu, pada Kejuara an Asia tersebut timnas Indo nesia mencatatkan sejarah setelah meraih satu medali emas dan dua perunggu. Ini pertama kali Indonesia mam – pu merebut dominasi atlet kelas dunia dari Korea, Iran, dan Thailand yang di ajang ini juga menurunkan tim terbaiknya. Mereka kemungkinan juga akan bertarung pada Asian Ga mes nanti. Medali emas diraih Defia Rosmaniar yang berlaga di no – mor individual poomsae putri setelah memperagakan jurus pyongwon serta bigak dengan power dan jurus nyaris sem – pur na. Sementara medali pe – runggu juga disumbangkan De fia yang berpasangan dengan Muhammad Abdu rah – man Wahyu di kategori pair poomsae .

Tambahan satu pe – runggu lagi diraih Dhean di ka – te gori kyorugi kelas U-49 kg putri. Rahmi menyatakan, ke – berhasilan Defia menjadi sa – lah satu tolok ukur taekwondo Indonesia optimistis mampu merebut medali pada Asian Games 2018, Agustus men – datang. “Ini menunjukkan jika pengembangan skill atlet be – rupa penajaman teknik diser – tai latihan yang keras dan in – tensif sudah membuahkan ha – sil. Tentu saja capaian ini harus dipertahankan dalam bentuk konsistensi performa hingga turun pada Asian Games, nanti,” ujarnya.

Rahmi menambahkan, pada babak penyisihan hingga semifinal, sebenarnya Defia sempat menduduki peringkat ke 6 dari 8 peserta yang masuk final. Hal tersebut terjadi ka re – na Defia sempat melakukan kesalahan. Tim pelatih kemu – dian melakukan evaluasi dan Defia tampil nyaris sempurna pada final mengalahkan atlet asal Korea, Iran, dan Thailand.

Ketua Harian PBTI Zulkifli Tan jung menyatakan, keberha silan timnas taekwondo Indonesia di Kejuaraan Asia akan membangkitkan moril, motivasi, serta kepercayaan diri atlet menghadapi Asian Games. “Capaian atlet kita di kejuaraan Asia ini sangat positif dan memberikan momentum strategis bagi atlet dan pelatih untuk mengoptimalisasi penampilan,” ujarnya.

Abriandi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com