SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tahun Ini Saipem PHK 12.000 Pekerja

  • Reporter:
  • Jumat, 30 Juni 2017 | 12:51
  • Dibaca : 1828 kali
Tahun Ini Saipem PHK 12.000 Pekerja
Suasana kerja di perusahaan galangan kapal PT Saipem dalam menyelesaikan proyek jangkrik, beberapa bulan lalu.dok sindo

KARIMUN – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) saat ini telah memberhentikan 12.000 total pekerja. Dengan tidak meneruskan kontrak pekerja yang habis, saat ini sisa pekerja Saipem hanya 3700 orang. Rencananya, dari jumlah tersebut nantinya akan dikurangi lagi sebanyak 2000 orang pada bulan Agustus mendatang.

“Beberapa hari kemarin saat puasa saya, OPD dan DPRD bertemu pimpinan PT Saipem, Ernesto Defranco untuk membahas kondisi perusahaan dan jumlah pekerja yang tersisa saat ini. Ternyata tinggal 3700 dan itu pun akan dikurangi lagi sebanyak 2000 orang,” ucap Rafiq, Kamis (29/6).

Sisa sebanyak 1700 pekerja lagi menurutnya, akan menyelesaikan satu proyek kecil yakni proyek Tanggot yang akan berakhir pada Maret menatang.

“Untuk pemutusan hubungan kerja ini saya sudah berkomunikasi dengan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di PT Saipem. Saya pun meminta kepada Ernesto bahwa silahkan saja melakukan pengurangan pekerja yang memang proyek sudah mulai habis semua, hal ini pun kita maklumi juga. Tetapi kita minta agar tenaga kerja lokal yang permanen itu harus selektif lagi lah,” pintanya.

Dia mencontohkan, seandainya ada dua tenaga kerja lokal yang sama yang akan diputus kontraknya, maka harus lihat kelahirannya atau asalnya. Selain itu Kalau kualitasnya sama maka prioritaskan akan Karimun. Permintaan itu pun sudah disanggupi manajemen PT Saipem. Sehingga sisa dari 1700 pekerja yang akan menyelesaikan proyek Tanggot harus memenuhi kuota 70 persen tenaga kerja lokal.

“Saya juga meminta mereka agar mengontrol yang memberikan rekomendasi dalam pengajuan kepada GM yang akan diputus kontrak kerjanya. Ini harus betul-betul selektif, jangan hanya terima data saja. Karena kita tahu pasti ada dasar suka dan tidak suka kepada seseorang lalu diajukan putus kontrak. Artinya tidak lagi objektif tapi sudah subyektif dan ini yang kita tidak mau,” tegas Rafiq.

Sedangkan dari 3700 pekerja yang ada saat ini menurutnya, presentasi pekerja lokal masih dominan. Sedangkan pekerja asing hanya berkisar sekitar 300 orang dan itu pun hanya untuk tenaga ahli dengan kemampuan tertentu. Kondisi itu berbeda dari sebelumnya ketika beberapa proyek besar masih dalam proses dan belum finishing, sehingga jumlah tentaga kerja asing (TKA) pada waktu itu lebih dari 900 orang.

Ditanya mengenai komposisi pekerja secara detail, Rafiq belum dapat menjelaskan karena belum mendapat penjelasan dari Dinas Tenagakerja Kabupaten Karimun.

“Sisa 1700 itu yang betul-betul saya mintakan agar pertahankan anak-anak Karimun. Dalam hal ini juga saya minta kepada FSPMI yang merupakan asosiasi tenaga kerja yang ada di PT Saipem untuk dilibatkan. Jika ada yang diputus kontraknya maka harus ada rekomendasi terlebih dahulu melalui FSPMI, apa lagi kalau pekerja itu merupakan anggota serikat pekerja di perusahaan tersebut,” tutup Rafiq.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com