SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tak Ada Pendaftar di Hari Pertama Pembukaan Bacaleg

  • Reporter:
  • Kamis, 5 Juli 2018 | 13:26
  • Dibaca : 74 kali
Tak Ada Pendaftar di Hari Pertama Pembukaan Bacaleg
Ketua KPU Tanjungpinang Aswin Nasution. /Muhammad Bunga Ashab

PINANG – Hari pertama penerimaan pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang sepi, Rbu (4/7/2018). Belum ada pendaftaran sama sekali. KPU akan menunggu para bacaleg mendaftar hingga 14 hari ke depan atau sampai 17 Juli mendatang.

“Sampai sejauh ini (hari pertama) saya belum dapat laporan ada bacaleg yang mendaftar di kantor,” kata Ketua KPU Tanjungpinang Aswin Nasution di Asrama Haji Tanjungpinang.

Aswin mengatakan, pendaftaran resmi bacaleg dibuka selama 14 hari di kantor KPU Tanjungpinang, Jalan Hanjoyo Putro, Nomor 11-12A Tanjungpinang. Pendaftaran bacaleg ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan PKPU Nomor 5 Tahun 2018 tentang perubahan PKPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pemilu 2019 serta PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang pencalonan anggota DPR, DPRD Provinsi, dan Kabupaten/Kota.

“Hari pertama sampai tanggal 16 juli pendaftaran dibuka mulai pukul 08.00 sampai pukul 16.00 setiap hari, sedangkan hari terakhir dibuka mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 00.00,” kata Aswin.

Dia menuturkan, syarat pengajuan bacaleg didaftarkan langsung oleh pimpinan partai politik dari kepengurusan yang sah sesuai tingkatannya. Jumlah bakal calon paling banyak 100 persen dari jumlah kursi yang ditetapkan pada setiap daerah pilih.

Daftar bakal calon wajib memuat keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen di setiap daerah pilih. Setiap tiga orang bakal calon pada susunan daftar calon sebagaimana yang dimaksud terdapat paling sedikit satu calon perempuan.

“Untuk informasi lebih lanjut bisa ditanyakan ke kantor KPU Tanjungpinang,” kata dia.

Disinggung terkait penolakan mantan narapidana koruptor yang ingin maju bacaleg, kata Aswin, pihaknya sudah menerima surat edaran bahwa napi koruptor tidak akan diterima maju menjadi calon legislatif.

“Sesuai peraturan mendaftar bisa, kalau memang mantan napi koruptor tidak akan diterima. Kalau bertentangan dengan aturan akan ditolak,” kata dia.

Seperti diketahui, KPU RI telah menetapkan tiga daerah pemilihan (Dapil) Pemilu 2019 di Tanjungpinang. Tiga dapil tersebut untuk memperbutkan 30 kursi dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Tanjungpinang.

Untuk dapil Tanjungpinang 1 meliputi Kecamatan Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Kota dengan masing-masing jumlah penduduk Tanjungpinang Barat 47.990 jiwa dan Tanjungpinang Kota 20.431 jiwa. Dapil Tanjungpinang 2 meliputi Kecamatan Tanjungpinang Timur dengan jumlah penduduk 83.552 jiwa. Terakhir dapil Tanjungpinang 3 meliputi Kecamatan Bukit Bestari dengan jumlah penduduk 55.960 jiwa.

Dapil 1 untuk 10 kursi, dapil 2 untuk 12 kursi, dan dapil 3 untuk 8 kursi. Total jumlah penduduk Tanjungpinang sebanyak 207.933 jiwa.

Untuk tempat pemungutan suara (TPS) akan ada penambahan TPS dari Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwako) Tanjungpinang 2018 kepada Pemilu 2019. TPS Pilwako Tanjungpinang sebanyak 317 TPS, nantinya pada Pemilu 2019 mendatang akan ditambah sebanyak 600 TPS.

muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com