SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tak Bayar Utang Malah Menggugat

  • Reporter:
  • Selasa, 30 Januari 2018 | 13:38
  • Dibaca : 432 kali
Tak Bayar Utang Malah Menggugat
Rudy Jansen, Direktur PT Union Jaya Sejati dan Bistok Nadeak selaku kuasa hukum menunjukkan bukti laporan atas dugaan tindak pidana penggelapan oleh PT Eugoss Indonesia Pratama. /AINOI LESTARI

BATAM KOTA – PT Eugoss Indonesia Pratama melayangkan gugatan terhadap PT Union Jaya Sejati atas utang penyewaan alat untuk pembuatan modul senilai Rp1,5 miliar ke Pengadilan Negeri Batam.

Dalam gugatannya, PT Eugoss Indonesia Pratama mengaku tidak memiliki utang dan telah menyelesaikan seluruh kewajibannya atas sewa menyewa alat tersebut.

Gugatan PT Eugoss Indonesia Pratama disampaikan melalui kuasa hukumnya Danang Marlisdianto pada November 2017 lalu. Gugatan ini dilayangkan bermula dari hubungan hukum sewa menyewa alat kerja untuk proyek pembangunan modul di Batuampar pada 2015 hingga 2016, dimana PT Union Jaya Sejati sebagai pemilik peralatan kerja yang disewakan.

Namun, sekitar Maret 2016, PT Eugoss Indonesia Pratama mengalami masalah finansial yang mengakibatkan terhentinya pembayaran kepada 50 kreditur suplier termasuk PT Union Jaya Sejati.

Selanjutnya, pada 11 Maret 2017 lalu, PT Union jaya Sejati mengirimkan tagihan kepada PT Eugoss Indonesia Pratama sebesar Rp1.535.669.100,- yang berasal dari sewa peralatan yang masih tertunggak.

Nilai tersebut dianggap berlebihan oleh PT Eugoss Indonesia Pratama dan mengaku telah menyelesaikan segala tagihan kepada PT Union Jaya Sejati senilai Rp1.422.832.472.

“Memang benar mereka telah membayar sebesar Rp1,4 miliar itu, tapi masih ada utang yang tersisa sebesar Rp1,5 miliar, karena total tagihan mereka itu Rp3 miliar,” kata Bistok Nadeak, kuasa hukum PT Union Jaya Sejati.

Sisa utang tersebut juga tercatat dalam hasil perdamaian antara PT Eugoss Indonesia Pratama dengan Siemens PTE LTD yang telah bersengketa sebelumnya.

Bahkan, dalam catatan tersebut, PT Union Jaya Sejati menduduki urutan ke-6 terbesar suplier yang memiliki piutang dari PT Eugoss Indonesia Pratama.

“Dalam akta perdamaian disebutkan, salah satu hutang yang harus dilunasi adalah utang ke PT Union Jaya Sejati, dan nilainya Rp1,5 miliar. Ini awalnya mereka akui, lalu kenapa sekarang menggugat klien kami seolah-olah mereka sudah tidak punya utang,” kata Bistok.

Tidak hanya itu saja, lanjut Bistok, Siemens PTE LTD telah memberikan uang senilai Rp44 miliar kepada PT Eugoss Indonesia Pratama untuk melunasi utang-utang kepada para suplier, termasuk ke PT Union Jaya Sejati. Namun, pembayaran tersebut tidak dilakukan oleh PT Eugoss Indonesia Pratama sampai saat ini.

Mengingat Siemens PTE LTD telah memberikan uang tersebut kepada PT Eugoss Indonesia Pratama namun tak dibayarnya utang tersebut, maka Rudy Jansen selalu Direktur PT Union Jaya Sejati telah membuat laporan polisi atas dugaan tindak pidana penggelapan. Laporan polisi nomor LP-B/1267/IX/2017/Kepri/SPK-Polresta Barelang tersebut disampaikan pada 27 September 2017 lalu.

Atas laporan tersebut, Rony Tamsil selaku Direktur PT Eugoss Indonesia Pratama telah diperiksa oleh pihak Polresta Barelang beberapa waktu lalu. Hal ini dibenarkan oleh Nur Wafiq Warodat dari Kantor Hukum Edy Hartono dan Warodat, kuasa hukum PT Eugoss Indonesia Pratama.

Melalui sambungan telepon, Nur Wafiq Warodat menjelaskan, pihak kliennya sangat menyayangkan laporan polisi tersebut. Hal ini dikarenakan PT Eugoss Indonesia Pratama memiliki itikad baik untuk membayar hutang yang masih tersisa tersebut.

“Dari 67 suplier, Union (PT Union Jaya Sejati) belum dibayar. Kenapa belum dibayar? Ada dua masalah, pertama karena dia (PT Union Jaya Sejati) mengambil mesin las itu dan yang kedua, jumlah utangnya tidak sesuai,” kata Nur Wafiq.

Jumlah utang yang masih rancu tersebutlah yang kemudian menjadi salah satu alasan PT Eugoss Indonesia Pratama melayangkan gugatan perdata ke PT Union Jaya Sejati.

“Kami gugat ke pengadilan biar pengadilan saja yang menentukan jumlah hutang itu. Berapa nilai pastinya yang harus kami bayar,” kata Nur Wafiq.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com