SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tak Lagi Gratis, Siswa Tak Sanggup Bayar SPP

Tak Lagi Gratis, Siswa Tak Sanggup Bayar SPP
Ilustrasi Foto Teguh Prihatna.

BATAM – Ratusan siswa SMA dan SMK Negeri di Kepri tak sanggup membayar biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang mulai diterapkan di tahun ajaran 2017-2018 ini. Karena tak semua siswa mampu, sekolah pun memberi subsidi.

Kewajiban bagi siswa SMA dan SMK Negeri membayar SPP itu merupakan dampak dari pengambilalihan pengelolaan SMA dan SMK. Sebelumnya, pengelolaan SMA dan SMK menjadi wewenang pemerintah kabupaten/kota, kini diambil alih oleh pemerintah provinsi.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun kemudian mengeluarkan Surat Edaran Nomor 842/117/ SET tentang SPP Wajib bagi Siswa SMA dan SMK Negeri di Kepri. Surat edaran itu ditindaklanjuti sekolah dengan menerapkan pembayaran SPP setiap bulannya.

Di SMKN 1 Batam misalnya, para siswa sudah diwajibkan membayar SPP sejak Juli dan Agustus 2017. Mereka dibebani untuk membayar SPP sebesar Rp250 ribu per bulan. Kemudian mulai September 2017, sekolah menaikkan biaya SPP menjadi Rp325 ribu per bulan. “Baru tahun ini bayar SPP lagi, sebelumnya gratis. Mulai bulan ini (September) naik dan sekolah sudah menyampaikan pemberitahuan kepada seluruh siswa,” ujar Erik, siswa kelas XII SMKN 1 Batam, Senin (25/9/2017).

Selengkapnya baca KORAN SINDO BATAM

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com