SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tambelan Butuh Listrik dan Transportasi

  • Reporter:
  • Senin, 1 Mei 2017 | 11:09
  • Dibaca : 782 kali
Tambelan Butuh Listrik dan Transportasi
Bupati Bintan Apri Sujadi bersama rombongan pejabat Bintan lainnya disambut warga di Pelabuhan Tambelan, Jumat (28/4). Apri melakukan kunjungan kerja 3 hari di Pulau Tambelan yang merupakan kecamatan terjauh di Kabupaten Bintan.

BINTAN – Masyarakat di Pulau Tambelan, Kabupaten Bintan membutuhkan pembangunan di sektor infrastruktur penunjang transportasi dan kelistrikan. Daerah ini merupakan kecamatan terjauh, berjarak 250 mil dari Pulau Bintan.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, listrik PLN Rayon Tambelan yang melayani 800 rumah tangga, hanya mampu mengaliri listrik ke warga 12 jam per hari. Listrik menyala bergiliran, dua hari menikmati 12 jam, di hari ketiga hanya akan menikmati listrik 6 jam.

“Dari hasil kunjungan kerja selama tiga hari di sini, warga menyampaikan sangat membutuhkan lsitrik. Mereka ingin listrik menyala 24 jam sehari,” kata Apri di Pelabuhan Tambelan, Minggu (30/4).

Menurut Apri, persoalan listrik ini, akan segera disampaikan ke Gubernur Kepri Nurdin Basirun, mengingat sektor energi sudah diambil wewenangnya oleh pemerintah provinsi.

Prioritas kedua, lanjut Apri, adalah pembangunan bandara dan pelabuhan roro. Saat ini, pembangunan Bandara Tambelan sudah mecapai 60%. Bandara ini akan menjadi sarana mengeluarkan masyarakat Tambelan dari keterisoliran.

“Kami berharap tahun 2019 bandara ini sudah selesai. Sekarang tahap pengaspalan runway sepanjang 1.200 meter. Anggarannya Rp67 miliar,” katanya.

Tahun depan akan dilaksanakan pengaspalan kedua, dan fasilitas lainnya dengan anggaran Rp100 miliar. Pemkab Bintan juga akan memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan sisi darat.

Sedangkan untuk pembangunan pelabuhan roll on roll off (roro), menurut Apri, saat ini tinggal menunggu serah terima dari Dirjen Perhubungan Laut. Pemkab Bintan akan membangun kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perhubungan di Tambelan untuk meningkatkan pelayanan kepelabuhanan.

Ia memastikan, pelaksanaan pembangunan dengan APBN dan APBD di Tambelan berjalan dengan baik.
Tahun ini APBD Bintan menggelontorkan dana Rp13 miliar untuk pembangunan infrastruktur di Tambelan.

Camat Tambelan Akhyarudin mengatakan, pendistribusian listrik secara bergiliran di Tambelan sudah berlangsung 3 bulan. Setiap tiga hari sekali, warga hanya meikmati listrik 6 jam, yaitu pukul 00.00 sampai 06.00 pagi. Kemudian, setiap dua hari, listrik menyala dari pukul 18.00 hingga pukul 06.00.

“Kalau siang hari listrik tak hidup. Ini sudah berjalan sejak tahun 1990. Sebelum tahun itu, belum ada listrik PLN maupun listrik desa di sini. Warga hanya mengandalkan mesin genset, itu pun bagi meraka yang mampu saja,” katanya.

Meski tak ada listrik PLN di siang hari, lanjut Akhyarudin, ia meminta setiap kepala desa memaksimalkan pelayanan publik. Kantor-kantor desa menyediakan lsitrik dengan mesin genset, untuk mengoperasikan satu laptop atau komputer untuk urusan administrasi kependudukan.

Kepada setiap Kades, ia juga meminta mengadakan kapal sebagai sarana transportasi, dianggarkan melalui dana desa. Pengelolaannya bisa melalui BUMDes, untuk penyediaan transportasi bahan bakar minyak (BBM) solar untuk nelayan melaut. Agar ketersediaan dan harganya tidak tinggi.

“Kebutuhan solar bagi nelayan ini seperti kebutuhan beras. Tanpa solar, kapal nelayan tidak bisa berjalan, tidak bisa ke laut menangkap ikan,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com