SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tanam Mangrove Cegah Erosi Pantai

  • Reporter:
  • Senin, 22 Juli 2019 | 15:44
  • Dibaca : 94 kali
Tanam Mangrove Cegah Erosi Pantai
Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Foto Agung Dedi Lazuardi.

BELAKANGPADANG – Wali Kota Batam Muhammad Rudi berpartisipasi dalam penanaman mangrove di Pulau Belakangpadang, Sabtu (20/7). Penanaman pohon bakau kali ini dalam rangkaian Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2019 di Kota Batam.

Rudi mengatakan, penanaman mangrove ini manfaatnya banyak sekali. Tak hanya untuk mencegah erosi pantai tapi juga bisa dimanfaatkan untuk budidaya perikanan hingga pengembangan pariwisata berbasis alam.

“Di Johor mangrove tak sekadar jadi penahan erosi tapi jadi lokasi ternak. Ada lokan, kijing, siput, ketam. Di Johor itu dijaga, dipelihara. Orang datang ambil sendiri, masak di sana. Jadi wisata. Tadi kami lihat bakau di sini masih ada. Kenapa potensi ini tak digunakan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Batam sejak awal memang dirancang untuk menjadi kota industri. Karena itu sebagian besar daratan terutama di pulau utama sudah habis untuk pengembangan investasi. Setelah daratan habis, mulai merambah ke kawasan pesisir.

“Daratnya dihabiskan. Darat selesai menjamur ke pesisir. Hari ini di Pulau Batam sudah hampir habis. Maka pulau sekitar perlu kita jaga. Salah satunya kami hadir hari ini untuk itu,” tuturnya.

Ia berharap warga bisa menjaga apa yang sudah disediakan alam. Kemudian menjaga apa yang sudah ditanam kembali oleh berbagai pihak. Serta menjaga apa yang ada di masa depan. Karena untuk menjaga ini tak boleh hanya mengandalkan pemerintah.

“Informasi dari camat ternyata pesisirnya pun sudah dikuasai masyarakat. Yang tinggal kecil sekali, berapa persen saja. Saya perintahkan camat, yang tinggal ini selamatkan dulu. Camat tak boleh keluarkan rekomendasi izin lagi. Izin pantai ini tak boleh sembarangan,” tegas Rudi.

Sekretaris Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Septiama mengatakan, kondisi mangrove di Indonesia sudah pada tingkat yang cukup memprihatinkan. Harapannya masyarakat bisa ikut serta dalam melestarikan kawasan mangrove ini.

“Banyak biota yang tak bisa hidup kalau tak ada mangrove. Di perbatasan Indonesia Malaysia, mangrove itu betul-betul dipelihara, untuk kepiting. Dan mereka jadi sumber kepiting terbesar. Kalau mangrove sana bagus, kita tak ada, biota lari ke sana semua,” kata dia. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com