SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tanjungpinang Kurang 20 Ruang Kelas Baru

Tanjungpinang Kurang 20 Ruang Kelas Baru

PINANG KOTA – Kota Tanjungpinang kekurangan 20 ruang kelas untuk menampung peserta didik baru Tahun Ajaran 2017/2018. Wakil Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Tamrin Dahlan menyatakan, jumlah kelas saat ini belum dapat mengakomodir sebanyak 3976 siswa baru yang tamat Sekolah Dasar (SD) dan akan melanjutkan ke jenjang SMP.

Menurut Tamrin, sesuai Peraturan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 17 Tahun 2017, jumlah siswa dalam satu kelas maksimal 32 orang. Dalam kalkulasi Tamrin, lulusan SD saat ini jika merujuk pada peraturan baru tersebut, harus dibagi menjadi 111 rombongan belajar.

“Sebelum adanya Permendikbud dalam satu kelas masih terdapat 36 orang, sedangkan dalam Permendikbud sekarang dalam satu ruang kelas itu maksimal 32 orang,” ujar Tamrin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/7).

Ia memaparkan, SMP Negeri di Tanjungpinang hanya tersedia 80 ruang kelas dengan daya tampung 2560 orang. Sedangkan SMP Swasta tersedia 35 ruang kelas dengan daya tampung sebanyak 820 siswa.

“Sebenarnya beberapa sekolah masih bisa menambah kelas. Contoh SMP 5, SMP 6 Tanjungpinang bisa menambah kelas, akan tetapi kendala paling berat adalah kekurangan guru pengajar,” ucapnya.

Bukan hanya itu, katanya, sekolah Swasta yang ada di Kota Tanjungpinang juga masih bisa menampung kekurangan ruangan kelas. Namun, masyarakat Tanjungpinang lebih memfokuskan anaknya masuk ke sekolah negeri.

“Kendala bagi kita, masyarakat kita belum fokus ke Swasta dan mereka lebih memilih sekolah di sekolah negeri,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa terkait penerimaan siswa baru ditingkat SMP di Kota Tanjungpinang dibuka dua jalur yakni yang pertama melalui jalur prestasi atau kurang mampu, dan juga jalur umum.

“Untuk jalur prestasi atau kurang mampu akan dibuka mulai Senin-Selasa (3-4/7) dan tanggal 5 pengumuman. Sementara, untuk jalur umum dari selama tujuh hari yakni Senin-Senin mendatang (3-10/7) dan pengumumannya pada tanggal 11,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa terkait biaya pendaftaran dan lainnya itu tidak ada biaya apapun, dari biaya pendaftaran hingga selesai pendaftaran. “Tidak ada pungutan biaya dilakukan kepada siswa,” ucapnya.

Wali Murid Jangan Mau Dipungli
Sementara itu, Ketua Satgas Saber Pungli Tanjungpinang Kompol Andy Rahmasyah mengingatkan kepada pihak sekolah tidak melakukan pungli kepada orangtua siswa saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Andy mengatakan, pihaknya akan mengawasi proses PPDB di setiap sekolah yang ada di Tanjungpinang. Polisi ingin proses PPDB di Tanjungpinang berjalan aman dan lancar. Dia tidak ingin mendapati adanya kasus pungli ditemukan di sekolah-sekolah. Pengawasan dilakukan guna menghindari adanya pungli kepada calon siswa baru.

“Kita sedang mengawasinya, sampai sekarang belum ada ditemukan kasus pungli,” kata Andy di Polres Tanjungpinang, Senin (3/7) siang.

Tim Saber Pungli berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk mengawasi selama proses PPDB berlangsung. Menurut Andy, dengan diawasinya proses PPDB ini sekolah-sekolah yang sedang melaksanakan penerimaan siswa baru akan berjalan dengan baik.

“Kita akan koordinasikan dengan Wali Kota Tanjungpinang. Kita tak ingin ada oknum-oknum yang bermain mencari keuntungan saat PPDB ini,” ujar dia.

Andy menegaskan pihaknya akan menindak tegas kepada siapa saja nekat melakukan pungli saat PPDB berlangsung.

Selain itu, Andry meminta panitia PPDB Tanjungpinang agar bekerja dengan jujur seusai aturan yang berlaku. Ia berharap PPDB di Tanjungpinang berjalan dengan transparan. Panitia juga diimbau tidak takut dengan oknum-oknum atau pejabat tertentu yang ingin menitipkan calon siswa kepada panitia. “Biasanya banyak siswa titipan yang diterima panitia. Kalau ada kedapatan melakukan pungli, laporkan saja. Kami akan proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata dia.
Kepada panitia dan pihak sekolah, Andry meminta agar tidak tergiur dengan uang pemberian dari orangtua siswa yang menginginkan anaknya diterima di sekolah bersangkutan.

“Panitia PPDB jangan tergiur dengan uang pemberian calon siswa,” kata dia.

Dia berharap proses PPDB tahun tidak ditemukan adanya kasus pungli di Tanjungpinang. “Mudah-mudahan PPDB tahun ini berjalan dengan lancar dan transparan,” tutup Andy.

amry sinaga/muhammad bunga ashab

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com