SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tantangan Terbesar Sebagai Model

  • Reporter:
  • Minggu, 25 Februari 2018 | 14:03
  • Dibaca : 244 kali
Tantangan Terbesar Sebagai Model

TYRA Banks menjadi model kulit hitam ternama asal Ame rika Serikat. Namun, saat muda, ia kerap di-bully oleh teman-temannya karena penampilannya.

Bahkan, saat menjadi model, ia memiliki hubungan yang kurang baik dengan model lainnya. Perempuan bernama lengkap Tyra Lynne Banks ini lahir pada 4 Desember 1973 di Inglewood, California Amerika Serikat. Perempuan yang akrab disapa Tyra ini adalah putri pasangan Carolyn London, seorang fotografer medis, dan Donald Banks, seorang konsultan komputer.

Tyra memiliki saudara laki-laki, Devin, yang lima tahun lebih tua. Pada tahun 1979, ketika dia berusia enam tahun, orang tuanya bercerai. Dia dibesarkan oleh ibunya. Tyra bersekolah di Imma culate Heart High School di Los Angeles dan berhasil lulus pada 1991.

Saat remaja, Tyra sempat dibully oleh teman- temannya di sekolah. Ia bahkan memiliki banyak julukan saat duduk di bangku sekolah. “Orang-orang memanggil saya Olive Oil, Lightbulb Head, dan Fivehead, karena ukuran dahi saya sangat besar dibandingkan yang lainnya,” ucap Tyra seperti dilansir dari H uffingtonpost.com.

Tidak hanya karena dahinya yang besar, bentuk tubuh Tyra juga dianggap terlalu kurus. Saat ia berusia 11 tahun, tinggi badannya bertambah 7 cm dan berat tubuhnya berkurang sekitar 13 kg dalam tiga bulan.

Ia tampak seperti seorang gadis yang sakit dan lemah dengan tubuh yang begitu tinggi dan berat hanya mencapai 44 kg. “Saya tidak sakit, tapi orang-orang mengira ada yang salah pada saya. Saya menjadi bahan tertawaan. Saya membenci pantulan diri saya saat berdiri di depan cermin.

Saya mencoba untuk menelan makanan banyak-banyak agar berat saya bertambah,” ujar Tyra. Meski kerap di-bully , hal ini tidak mematahkan semangat hidupnya. Berkat dorongan dari sang ibu, Tyra memberanikan diri untuk masuk ke agensi model. Meski sempat ditolak oleh empat agensi modeling di Los Angeles, ia akhirnya diterima oleh agensi model L.A. Model.

Agensi model yang mau menerimanya juga agensi yang memfokuskan pada model khusus catwalk . Dia beralih ke Elite Model Management pada usia 16 tahun. Dia pun mendapat kesempatan untuk menjadi model di Eropa, dan akhirnya memutuskan untuk pindah ke Milan. Pada musim runway pertamanya, ia bahkan muncul di 25 peragaan busana di Paris Fashion Week tahun 1991.

Sebagai model pendatang baru di runway , banyak yang menganggap Tyra sebagai Naomi Campbell yang baru. Pada saat itu Naomi Campbell memang merupakan sebagai salah satu supermodel papan atas. “Saya datang ke Paris dan sebagai anak remaja yang baru menekuni bidang ini, semua terasa berat.

Namun, semua bisa saya kerjakan dengan baik sehingga orang di industri fashion pun menganggap saya sebagai Naomi Campbell yang baru,” ujar Tyra. Banyak opini negatif di antara Tyra dan Naomi. Hal ini membuat keduanya dalam posisi yang tidak menyenangkan.

Bahkan, Tyra mengaku sangat terintimidasi dan sangat takut jika harus bekerja sama atau berdekatan dengan supermodel asal Inggris itu. “Masa itu bisa dibilang merupakan titik terendah dalam hidup saya,” imbuh Tyra. Meski sempat terintimidasi oleh Naomi, hal tersebut tidak memengaruhi Tyra sebagai model papan atas.

Dia bahkan menjadi model untuk sejumlah brand besar seperti Chanel, Valentino, Givenchy, Herve Leger, Fendi, Isaac Mizrahi, Giorgio Armani, dan Dolce & Gabbana. Dia juga muncul sebagai model cover majalah ternama seperti Elle, Harper’s Bazaar, Vogue Spanyol, Cosmopolitan dan Teen Vogue .

Pada pertengahan 1990-an, Tyra kembali ke Amerika untuk melakukan pemodelan komersial lebih banyak. Tyra menjadi perempuan Afrika-Amerika pertama di sampul GQ dan Sports Illustrated Swimsuit Issue . Pada tahun 1997 dia menerima penghargaan VH1 untuk “Supermodel of the Year”.

Pada 1997 pula dia adalah orang Afrika pertama yang terpilih untuk sampul katalog Victoria’s Secret, dan menjadi Victoria’s Secret Angel hingga 2005. Berkat produktivitasnya di dunia modeling, Tyra menjadi salah satu model berpenghasilan paling tinggi pada tahun 2.000-an.

Dia muncul dalam kampanye iklan untuk Yves Saint Laurent, Dolce & Gabbana, Escada, Tommy Hilfiger, Ralph Lauren, Halston, dan H&M. Dia bahkan muncul di kampanye iklan XOXO, Swatch, Victoria’s Secret, Got Milk, Pepsi, dan Nike. “Pada tahun 2010 saya menandatangani kontrak dengan mantan agensi model, IMG Models. Saya juga sempat menjadi kontributor situs Vogue Italia,” ujar Tyra.

dwi nur ratnaningsih

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com