SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tarif Kencan Sesama Jenis Rp1 Juta

  • Reporter:
  • Selasa, 23 Oktober 2018 | 10:37
  • Dibaca : 1332 kali
Tarif Kencan Sesama Jenis Rp1 Juta
Kapolresta Barelang Kombes Hengki menginterogasi Dos Vromiza, pekerja seks komersial sesama jenis saat ekpose di Mapolresta Barelang, kemarin. f romi kurniawan

Tawarkan Jasa di Twitter, Banyak Pelanggan Pria Bule

BATAM KOTA – Satreskrim Polresta Barelang membongkar praktik prostitusi yang menawarkan jasa percintaan sesama jenis. Dengan memasang tarif Rp1 juta sekali kencan, Dos Vromiza (26), sang pelaku tak hanya melayani nafsu pria lokal, namun pria-pria bule banyak yang menjadi pelanggan.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku menawarkan pelayanan jasa seks menyimpang itu di akun twitter miliknya. Praktik prostitusi ini sudah dijalankan sejak satu tahun terakhir. Ingin mendapatkan banyak uang dengan jalan pintas, ia seakan tak menyesal dengan profesi yang tel

ah dijalankan selama ini.

Pengungkapan ini berawal dengan maraknya praktik seks menyimpang atau Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) akhir-akhir ini, bahkan menyasar ke siswa sekolah. Tim Cyber Patrol Satreskrim Polresta Barelang yang berselancar di dunia maya akhirnya menemukan akun media sosial (medsos) twitter pelaku.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari postingannya di akun twitter pada Selasa (9/10), di mana pelaku menawarkan jasa percintaan terhadap sesama jenis.

“Tim Cyber Patrol langsung memancing pelaku, dan mengamankannya di sebuah hotel di Sagulung,” ujarnya saat ekspose di Mapolresta Barelang, Senin (22/10).

Pelaku diamankan pada Senin (15/10) lalu. Dari tangannya disita barang bukti uang sebesar Rp800 ribu, alat pelumas untuk digunakan saat bercinta dan celana dalam wanita model g-string.

“Pelaku memasang tarif kepada pelanggannya. Pelaku tak hanya melayani pria lokal, tapi juga turis,” kata Hengki.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku sudah melakukan praktik selama 1 tahun terakhir, dan hal itu dilakukan pelaku untuk mencari kesenangan serta mendapatkan uang dengan cepat.

“Sebenarnya pelaku ini pekerja, tapi karena untuk kesenangan dan mendapatkan uang secara cepat, maka dia melakukan praktek LGBT ini,” katanya.

Dalam satu hari, pelaku bisa melayani tamunya dua atau tiga orang, dan pelaku meraup uang dalam sehari sekitar Rp3 juta. Artinya dalam sekali kencan, tarif yang ditawarkan sebesar Rp1 juta.

“Kami akan terus melakukan cyber patroli kepada akun-akun di media sosial, dan saya akan menindak tegas para pelaku LGBT ini. Ini perbuatan memalukan,” kata Hengki.

Pelaku dijerat dengan pasal 30 UU RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Ini menjadi keprihatinan kami, dan kami berharap juga kepada masyarakat untuk melindungi anak-anaknya. Karena saat ini bukan hanya anak perempuan, anak laki-laki pun perlu pengawasan,” ujarnya.

Sementara itu, Vromiza mengaku melakukan hal bejat tersebut karena uang. “Saya butuh uang. Walaupun saya kerja, tapi saya butuh uang cepat,” ujarnya. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com