SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tarif Listrik Batam Naik 30 Persen

Tarif Listrik Batam Naik 30 Persen
ilustrasi

Untuk Tagihan April, 15 Persen di Juni 2017

BATAM – PLN Batam memberlakukan tarif baru. Pelanggan rumah tangga R1 dengan daya 1.300 dan 2.200 VA tarifnya naik 30 persen untuk tagihan April ini dan naik 15 persen lagi di Juni 2017.
====================
Dalam jumpa pers di Restoran Saung Sunda Sawargi Batam Centre tadi malam, Corporate Secretary PLN Batam Samsul Bahri mengatakan penyesuaian tarif listrik Batam sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Kepri Nomor 21 Tahun 2017 tentang Tarif Listrik Batam. Kenaikan dilakukan bertahap yakni 30 persen di April ini, dan tahap kedua sekitar 15% pada Juni mendatang.

“Meskipun naik yang perlu digarisbawahi adalah tarif listrik Batam lebih rendah dibanding tarif nasional,” kata Samsul.

Samsul menjelaskan penyesuaian tarif yang dilakukan PLN Batam untuk segmen rumah tangga konsumtif R1/1300 VA dari sebelumnya Rp930,74 per kWh menjadi Rp1.210 per kWh, dan tahap kedua nanti menjadi Rp1.352. Kemudian untuk R1/2200 VA dari Rp970.01 per kWh menjadi Rp1.261 per kwh, dan tahap kedua menjadi Rp1.360 per kWh.

Sementara untuk daya di atas 2200 VA dari Rp1.436 per kWh menjadi Rp1.508 per kwh. Dan untuk S3 Sosial Komersial 200 kVa ke atas dari Rp843 per kWh menjadi Rp885 per kWh. Untuk kedua daya tersebut hanya mengalami kenaikan satu kali sehingga pada Juni mendatang tarif tidak akan berubah.

“Angka kenaikan tarif listrik Batam tersebut masih di bawah rupiah per kWh PLN (Persero) atau nasional yang mencapai angka Rp1.467 per kWh seperti berlaku di Tanjungpinang serta Belakangpang. Jadi sekali lagi tarif di Batam masih di bawah tarif nasional dan pemerintah tentunya melihat asas keadilan bagi kemampuan daya beli konsumen,” katanya.

Saat ini, sambungnya, kebutuhan listrik golongan rumah tangga lebih besar dan terus tumbuh setiap tahunnya melebihi kebutuhan listrik golongan industri. Pada tahun 2015 kebutuhan listrik golongan rumah tangga sebesar 32 persen, tahun 2016 sebesar 37 persen. Sedangkan golongan industri dari 32 persen pada tahun 2015 turun menjadi 25 persen.

“Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan mengapa perlu dilakukan penyesuaian tarif,” jelasnya.

Ia membantah PLN menaikkan tarif secara diam-diam, pasalnya pihaknya menilai persoalan tarif ini sudah berlangsung lama. Pihaknya mengaku sebelumnya juga telah melakukan sosialisasi soal kenaikan tarif listrik tersebut.

“Kenapa kami baru memberikan keterangan hari ini. Karena kalau kita bilang di bulan Maret, tentu yang pakai token pulsa akan berbondong-bondong membeli pulsa banyak. Dan tentu tidak adil bagi yang pascabayar,” ujarnya.

Samsul menyebut, kenaikan tarif listrik tersebut akan memberikan pendapatan yang wajar untuk mendukung operasional penyediaan tenaga listrik di Batam dan sekitarnya.

Ia meyakinkan PLN Batam akan terus berupaya untuk meningkatkan mutu dan kehandalan ketersediaan listrik di Batam sesuai dengan Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) yang telah ditetapkan oleh Pemprov Kepri melalui Pergub Nomor 21 Tahun 2017. PLN Batam juga akan membantu pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Kepulauan Riau untuk melistriki pulau-pulau sekitar pulau Batam, seperti Sijantung, Sembulang dan Belakangpadang. “Untuk Pulau Batam sendiri rasio elektrifikasi telah mencapai 97 persen,” katanya.

ahmad rohmadi/sarma haratua siregar/iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com