SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tekan Kasus Stunting di Natuna

  • Reporter:
  • Kamis, 29 Agustus 2019 | 09:39
  • Dibaca : 121 kali
Tekan Kasus Stunting di Natuna
Kasubdit Informasi dan Komunikasi Sosial Kementerian Kominfo Sarjono memberi keterangan kepada wartawan sosialisasi pencegahan stunting di RM Basisir, Kabupaten Natuna, Rabu (28/8). /SHOLEH ARIYANTO

NATUNA – Kementerian Kominfo menggelar forum dialog bantuan sosial dalam rangka intervensi percepatan penurunan prevalensi stunting di RM Basisir, Kabupaten Natuna, Rabu (28/8).

Kegiatan yang melibatkan 130 peserta dari Penerima Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) serta tenaga pendamping sosial itu merupakan program Kementerian Kominfo dalam mengkampanyekan pencegahan stunting melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kasubdit Informasi dan Komunikasi Sosial, Kementerian Kominfo, Sarjono mengatakan, pihaknya mendapat intruksi langsung dari Presiden untuk ikut serta dalam penurunan kasus stunting di Indonesia. “Salah satunya ya ini, kampanye nasional polah hidup bersih dan sehat serta gerakan masyarakat sadar gizi,” kata Sarjono ditemui usai acara.

Dari 100 kabupaten dan kota di Indonesia yang menjadi sasaran kampanye pencegahan stunting, Kabupaten Natuna menjadi urutan 30 kabupaten yang dikunjungi Kementerian Kominfo. “Tujuannya adalah, kami ingin seluruh program kementerian terkait dalam pencegahan kasus stunting ini berjalan masif, sehingga upaya pemerintah untuk menekan angka stunting maksimal,” paparnya.

Kampanye nasional tentang pencegahan stunting sambung Sarjono, sudah dilaksanakan sejak tahun 2017 lalu. Kampanye dilakukan tidak hanya dalam acara seremonial dan forum diskusi, tetapi juga melalui iklan masyarakat di media elektronik.

“Tujuan utama sudah jelas, ingin menekan kasus stunting,” tandasnya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Natuna, Rizal Rinaldi menyebutkan, untuk di Kabupaten Natuna terdapat 17 kasus stunting, dan saat ini terus di pantau kondisinya oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas terdekat.

“Ada beberapa faktor terjadinya stunting, bisa dari faktor PHBS dan pernikahan dini serta faktor lainnya. Semua lembaga mempunyai peranan penting dalam pencegahan stunting,” kata Rizal.

sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com