SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Teman Makan Teman

  • Reporter:
  • Senin, 26 Maret 2018 | 15:53
  • Dibaca : 258 kali
Teman Makan Teman

MANCHESTER – Pelatih Jorge Sampaoli menyebut, Argentina lebih butuh Lionel Messi dibanding dirinya. Sebagai pemain terbaik di dunia, Messi sudah dalam fase matang sehingga bisa menanggung beban berat Argentina di pundaknya.

Saat menyampaikan ini Sampaoli mungkin berusaha jujur dengan situasi La Albicelesteyang sangat tergantung kepada pemain Barcelona tersebut. Baik buruknya penampilan Argentina sangat tergantung pada moodMessi. Jika Messi bagus, baguslah Argentina. Saat Messi tak berdaya, La Albiceleste bakal tampil tanpa nyawa.

Jangankan Argentina, Barca juga terkena sindrom Messidependia. ”Dia pemain terbaik dunia dan dalam fase kematangan sehingga bisa membawa tim di pundaknya. Ini akan menjadi tim Messi,” kata Sampaoli, dikutip ESPNFC. Faktanya, Messi memang menjadi pencetak gol terbanyak di Argentina sejak mantan pelatih timnas Cile itu menggantikan posisi Edgardo Bauza pada 1 Juni 2017.

Dari sembilan pertandingan bersama timnas Argentina, Sampaoli menurunkan Messi di enam laga dan mencetak tiga gol. Jumlah tersebut adalah yang terbanyak dibanding pemain lain, termasuk Sergio Aguero. Hanya, pernyataan Sampaoli bisa menjadi ancaman serius pada persaingan tim terutama di lini depan.

Memiliki barisan penyerang melimpah yang tersebar di Eropa, pilihan Sampaoli memberi karpet merah pada Messi bisa membunuh persaingan terlalu dini. PadahalLa Albiceleste memiliki Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala yang bermain apik bersama Juventus serta Sergio Aguero top skor Manchester City. Dua nama, Dybala dan Higuain bahkan seperti harus berbagi tempat dalam daftar panggil timna.

Seperti saat laga uji coba melawan Rusia dan Nigeria, Sampaoli tidak memasukkan nama Higuain. Sebagai ganti, Dybala yang masuk dalam daftar panggil. Pada laga menghadapi Italia, Sabtu (24/3), dan Spanyol, Rabu (28/3) dini hari, Sampaoli meninggalkan Dybala dan memasukkan Higuain.

Dalam dua kesempatan tersebut, Dybala dan Higuain sama-sama sekali merasakan starter. Dybala menjadi starter saat menghadapi Nigeria. Dia dipasangkan bersama Aguero dalam formasi 3-5-2. Sebelumnya dia menjadi cadangan saat Argentina mengalahkan Rusia 1-0 karena Sampaoli memilih Aguero dan Messi sebagai starter.

Catatannya, Dybala main sejak awal karena Messi izin pulang lebih cepat dari pemusatan latihan timnas. Artinya, Sampaoli menurunkan Dybala karena terpaksa. Higuain tak beda jauh. Diturunkan sebagai starter saat melawan Italia di Stadion Wembley yang sepi penonton, penyerang berusia penyerang berusia 30 tahun itu menjadi pilihan di formasi 4-2- 3-1.

Inilah kedua kali Higuain tampil di bawah Sampaoli. Debut Higuain era Sampaoli dimulai saat uji coba melawan Brasil, itu pun hanya 45 menit. Nah, melawan Italia, Higuain tampil penuh 90 menit. Hanya, ini juga tidak aneh karena Messi tiba-tiba cedera sebelum laga dan kondisi Aguero yang belum fit.

Sementara pengganti di bangku cadangan kurang memadai. Situasi ini yang bakal memunculkan istilah teman makan teman antara Higuain dan Dybala di skuad Argentina. Dybala dipanggil, Higuain bisa jadi korban, demikian sebaliknya.

Dua pemain yang sama-sama belum mencetak gol di bawah kepemimpinan Sampaoli. Termasuk saat melawan Italia, kemenangan Argentina ditentukan lewat gol Ever Banega pada menit ke-75 dan Manuel Lanzini pada menit ke-85.

”Dybala merupakan pemain penting dan segalanya terbuka untuk masuk skuad Piala Dunia menuju Rusia. Jangan lupa, mereka selalu dipanggil sebelum pertandingan persahabatan ini,” tandas Sampaoli. Tentang Higuain, pelatih yang pernah menangani Sevilla itu memuji penampilan mantan pemain Real Madrid tersebut.

”Higuain memimpin banyak serangan dan berperan pada gol kedua dengan sangat baik,” ujarnya. Sementara bek Argentina Nicolas Otamendi menganggap Argentina bermain berbeda tanpa Messi.

Pemain Manchester City itu menilai, kehadiran Messi bisa menarik pemain lawan lebih banyak sehingga memberikan ruang pada rekan satu tim membuka ruang. ”Tanpa dia, kami membutuhkan lebih banyak penguasaan bola untuk membuat peluang,” ujar Otamendi.

ma’ruf

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com