SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Tender Pengembangan Hang Nadim Dimulai Desember

  • Reporter:
  • Kamis, 13 September 2018 | 14:09
  • Dibaca : 63 kali
Tender Pengembangan Hang Nadim Dimulai Desember
Bandara Hang Nadim Batam. fota Arrazy Aditya

NONGSA – Tender pengembangan kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam direncanakan akan dimulai pada awal Desember mendatang. Sebelumnya Badan Pengusahaan (BP) Batam menargetkan tahapan proses pelelangan kepada para investor dimulai pada awal Oktober.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan mundurnya jadwal pelaksanaan tender disebabkab beberapa hal. Salah satunya karena pihaknya perlu dukungan dari Kementerian Keuangan, sebab dalam kebijakan kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU) dibutuhkan transaction advisory dan perusahaan penjamin infrastruktur.

“Pada prinsipnya Kemenkeu sudah bersedia, jadi mudah-mudahan Desember nanti sudah mulai jalan proses tendernya,” kata Lukita, Selasa (11/9/2018).

Dalam master plan pengembangannya BP Batam akan menjadikan Bandara Internasional Hang Nadim menjadi hub logistik dagang elektronik di Indonesia. Jumlah investor yang tertarik mengembangkan bandara juga terus bertambah, saat ini sudah lebih dari 20 perusahaan yang sudah melakukan penjajakan.

Bandara Internasional Hang Nadim akan menjadi yang pertama pengelolaan ditangani swasta dan akan menjadi pilot project di Indonesia. Skema KPBU sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres), sehingga ada landasan hukum yang jelas.

Lukita menilai skema KPBU dipilih karena dirasa yang terbaik, dalam upaya BP Batam membangun infrastruktur untuk meningkatkan daya saing Hang Nadim. Pihaknya mengaku ingin melibatkan swasta seluas-luasnya untuk mengurangi risiko dalam hal pengadaan. Rencana BP ini juga sudah didukung Kemenkeu, Bapennas, Kemenhub, Kemenko Perekonomian dan beberapa Kementerian terkait.

“Investor yang tertarik dengan rencana ini rata-rata sudah bertaraf internasional dan sudah sangat berpangalaman di bidang pengelolaan bandara,” ujarnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Perencanaan BP Batam Yusmar Anggadinata mengatakan, ada beberapa keunggulan dari KPBU yang mendasari BP Batam untuk memilih skema tersebut. Di antaranya BP Batam tetap memegang kendali proyek tersebut dan percepatan pembangunan infrastruktur tanpa membebani anggaran pendapatan belanja negara (APBN) ataupun anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).

“Keunggulan lain, pemanfaatan keahlian teknis dan komersial badan usaha. Pembagian risiko dengan badan usaha dan value for money (VIM) yang lebih baik melalui proses pengadaan yang transparan dan kompetitif,” kata Angga.

Bandara Internasional Hang Nadim masih memiliki landasan pacu terpanjang saat ini di Indonesia, dengan luas 4.025 x 45 meter, untuk Apron sekitar 110.451 meter persegi. Sedangkan daya tampungnya saat ini hanya sebanyak 5 juta, tapi jumlah penumpang terus meningkat setiap tahunnya dan data terakhir saat ini sudah melayani sekitar 6,3 juta per tahun.

Rencana ini bisa menunjang pertumbuhan usaha kecil menengah di kota Industri ini, terutama yang berorientasi ke online market. BP Batam akan mencoba bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dagang elektronik dalam dan luar negeri. Sebut saja seperti Lazada, Amazon, Bukalapak dan sebagainya.

“Toko dagang elektronik ini bisa menaruh stok barang dagangannya di Batam, kemudian didistribusi ke sejumlah pelanggan ketika sudah ada pesanan,” jelasnya.

ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com