SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Terapkan E-Parkir, Jukir Dibekali Handphone Android

  • Reporter:
  • Rabu, 14 November 2018 | 16:45
  • Dibaca : 106 kali
Terapkan E-Parkir, Jukir Dibekali Handphone Android
Petugas parkir mengatur kendaraan di kawasan BCS Mall. Foto Arrazy Aditya.

BATAM KOTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam akan melakukan ujicoba parkir elektronik atau e-parkir tepi jalan mulai Desember mendatang. Ada 100 Juru Parkir (Jukir) dengan handphone android yang ditempatkan di 100 titik parkir kawasan Batam Centre dan Nagoya.

Kepala UPT Parkir Dishub Kota Batam Alexander Banik mengatakan, pihaknya masih menyusun penandatanganan atau Momerandum of Understanding (MoU) dengan Telkomsel akhir bulan ini.

“Rencananya, Desember paling lama sudah ujicoba. Kami tunggu saja kerja samanya seperti apa,” ujarnya, Selasa (13/11).

Masyarakat, kata dia, harus mengunduh aplikasi e-Parking Batam dan T-Cash Telkomsel terlebih dahulu. Selanjutnya, isi saldo di Telkomsel, Alfamart dan Indomaret serta retail lainnya.

“Kedua aplikasi itu nanti akan di-connect ke sistem yang ada di handphone Jukir. Mereka akan menerima handphone android dari Telkomsel dan menjadi aset,” katanya.

Alex menegaskan, masyarakat yang belum mengunduh kedua aplikasi tersebut tetap bisa membayar dengan uang tunai atau manual. Jukir tidak boleh menolak jika masyarakat akan membayar uang tunai atau menggunakan elektronik.

“Kami yakin ini akan signifikan untuk meningkatkan PAD dari parkir tepi jalan,” katanya.

Untuk diketahui, T-Cash adalah uang elektronik yang diselenggarakan oleh Telkomsel yang telah terdaftar dan diawasi oleh Bank Indonesia, memiliki fungsi yang sama dengan uang tunai sebagai alat pembayaran yang sah, di mana nilainya setara dengan nilai uang tunai yang disetorkan terlebih dahulu ke rekening T-Cash.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam Hendra Asman mengapresiasi langkah Dishub tersebut. Menurut dia, kebijakan ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi parkir tepi jalan di tahun 2019 mendatang.

“Tapi pelayanan terhadap masyarakat juga tidak boleh menurun dan seharusnya lebih ditingkatkan lagi,” kata Hendra.

Ia juga meminta agar segera dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar peraturan ini dapat berjalan maksimal di lapangan. Sehebat apapun teknologi, sambungnya, jika tidak disosialisasikan kepada masyarakat akan menjadi peraturan yang sia-sia saja.

“Kami juga akan memanggil Dishub untuk lebih rinci menjelaskan pajak elektronik ini terkait teknis di lapangan, agar kami juga nanti dapat menjelaskan kepada masyarakat,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam Jefrry Simanjuntak menambahkan, penerapan parkir elektronik membutuhkan anggaran besar dan pihaknya merasa pesimistis dengan kebijakan Dishub yang akan menerapkan e-parkir di seluruh titik di Kota Batam.

“Tapi kalau sifatnya dicoba di dua atau tiga titik untuk e-parking, itu masih mungkin bisa,” ujar Jefrry.

Ia berharap ujicoba tersebut dapat meningkatkan penerimaan ke kas daerah dan meminimalisir kebocoran pendapatan parkir dari tepi jalan. Pihaknya juga akan melakukan survei ke titik-titik yang akan diterapkan sebagai ujicoba parkir elektronik untuk mengetahui potensi penerimaan daerah.

“Berapa pengeluaran setiap titik e-parking, dan berapa pendapatan yang mampu diraupnya. Kalau memang terbukti efektif dan lebih besar dalam mendongkrak pendapatan, itu sangat bagus, layak untuk ditambah lagi penerapan e-parking di titik parkir berikutnya,” katanya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com