SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Terima Laporan 24 Jam Nonstop, Masih Banyak Penelpon Iseng

Terima Laporan 24 Jam Nonstop, Masih Banyak Penelpon Iseng
Ruang Operator Batam Siaga 112. Foto Teguh Prihatna.

Melihat Ruang Operator Batam Siaga 112, Nomor Tiga Digit untuk Keadaan Darurat

Setelah diuji coba sejak Desember 2016, akhirnya Batam Siaga 112 resmi diluncurkan pekan lalu. Layaknya negeri Paman Sam dengan tiga digit fenomenalnya (911), kini masyarakat Batam juga cukup menekan tiga digit angka (112) untuk melaporkan kejadian darurat. Mulai dari kebakaran, kecelakaan, bencana alam, kerusuhan, narkoba, gangguan kesehatan, kekerasan anak, kriminal hingga KDRT.

“Halo…Batam Siaga 112, kejadian gawat darurat apa yang dilaporkan?” salah satu call taker yang ada di ruang operator tersebut menyapa si penelepon dengan sabar, Selasa (21/3) siang.

Di seberang, penelepon yang mengaku bernama Siar melaporkan kecelakaan di kawasan Citramas, Batam Centre. Penelepon mengatakan terjadi tabrakan mobil dengan motor. Dua korban kondisinya parah.

Setelah ditanya lebih detail, si penelepon malah tertawa. Telepon ditutup. Arif, petugas call taker yang baru saja menerima telepon lalu menghembuskan napas berat. “Begitulah, dalam sehari tak terhitung lagi jumlah friend call yang menguji kesabaran kami,” katanya.

Friend call adalah sebutan bagi orang-orang yang menghubungi Batam Siaga 112, tapi tak serius melaporkan perkara darurat alias hanya iseng. Tak hanya itu, kadang ada juga orang yang melontarkan kata-kata kasar atau cacian isi kebun binatang kepada call taker.

Padahal diakui Arif, ia dan teman-temannya sudah mengangkat panggilan dengan sopan. Memang, setelah merasa seperti dikerjain, para call taker akan mengatakan jika menggangu dan melakukan laporan palsu, maka akan mendapat sanksi. Semenjak dilaunching, Arif mengatakan dalam sehari bisa sampai 500 panggilan yang masuk.

“Hingga tengah hari ini (kemarin) saja sudah ada 92 panggilan yang masuk,” katanya sambil menunjuk layar yang menempel di dinding tepat di depan tempat duduk para call taker.

Di layar tersebut terdapat jumlah penelepon setiap hari. Tampak juga jumlah panggilan tak terjawab dan call taker yang bertugas. Di ruang operator itu ada empat komputer, tiga di antaranya dioperasikan oleh call taker dan satu lagi untuk supevisor.

“Tugas supervisor ini memverifikasi panggilan yang masuk, memastikan lokasi, lalu menghubungkan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” tutur Kasi Layanan Komunikasi dan Informasi Layanan Publik Pemko Batam, Andro Sandjaya.

Secara teknis, laporan ke OPD terkait menggunakan aplikasi telegram, mirip seperti WhatsApp. Di pihak OPD ada yang namanya dispatcher yang menerima pesan tersebut. Setelah itu, OPD terkait akan langsung turun ke lokasi kejadian. Hingga saat ini, peristiwa darurat yang paling banyak dilaporkan dan benar-benar terjadi di lapangan, menurut Andro, adalah kebakaran.

“Kebakaran di Pasar Seken Aviari kemarin misalnya, itu dilaporkan sama masyarakat ke Batam Siaga 112. Dari sini kami lalu meneruskannya ke Dinas Pemadam Kebakaran,” kata Andro bangga.

Demikian pula kebakaran di hutan yang tak jauh dari bandara, serta di ruli Batuampar belum lama ini, juga dilaporkan masyarakat ke Batam Siaga 112. Sebuah kebanggaan dan kepuasan tersendiri bagi tim Batam Siaga 112 jika berhasil melayani masyarakat lewat panggilan darurat tersebut.

“Ada 12 call taker yang bertugas di sini. Kami bergantian, sehingga selama 24 jam nonstop selalu ada yang melayani panggilan darurat 112,” kata Arif yang siang itu bertugas bersama Ridho dan Wenda.

Ruang operator tersebut berada di lantai 8 Kantor Pemko Batam. Lift tak menjangkau lantai tersebut, sehingga dari lantai 7 harus dilanjutkan dengan naik tangga. Dulunya ruangan itu merupakan gudang dan tempat olahraga. Namun sejak ada program Batam Siaga 112, lantai tersebut jadi lebih bermanfaat.

Batam Siaga 112 merupakan program nasional di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan tujuan menyatukan seluruh nomor darurat menjadi satu nomor. Kota Batam resmi menjadi salah satu dari 10 kota percontohan dalam program Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112 tersebut.

“Intinya semua yang kita lakukan untuk mempermudah komunikasi masyarakat,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sesaat setelah launching, pekan lalu.

Rudi yang sempat mencoba Batam Siaga 112 pada saat peluncuran mengatakan, masyarakat Batam tak perlu segan-segan untuk melaporkan kejadian darurat kepada nomor tersebut.

“Tak usah malu-malu dan ragu, mulai saat ini sudah bisa langsung dicoba kalau ada yang darurat,” katanya.

NTPD 112 merupakan kesepakatan antara Kemenkominfo dengan Pemko Batam untuk tiga tahun, mulai 2016 hingga 2018. Untuk penggajian dan aplikasi saat ini masih menjadi tanggung jawab Kemenkominfo. Selanjutnya mulai 2019 akan menjadi tanggung jawab Pemko Batam.

Kepala Dinas Kominfo Salim mengatakan, saat ini instansi yang tergabung dalam penanganan gawat darurat tersebut antara lain Dinas Kesehatan, Puskesmas se-Kota Batam, RSUD Embung Fatimah, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Ditpam BP Batam, Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batam.

“Ke depannya kami berharap bisa bersinergi dengan kepolisian,” kata Salim.

Panggilan darurat di nomor 112 bisa dilakukan lewat telepon seluler ataupun telepon rumah.

“Perlu digarisbawahi bahwa panggilan darurat 112 ini bebas pulsa,” pungkas Salim.*

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com