SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Terjatuh ke Bumi

  • Reporter:
  • Jumat, 13 April 2018 | 15:18
  • Dibaca : 173 kali
Terjatuh ke Bumi

ROMA –Media Spanyol Marca membuat headline “Jatuhnya Kekaisaran Barca” setelah Barcelona tersingkir pada perempat final Liga Champions.

Pasukan Ernesto Valverde gagal karena kalah gol tandang saat melawan AS Roma pada leg kedua babak perempat final Liga Champions. Barca adalah simbol ke – indahan sepak bola. Gaya bermain mereka menjadi standar bagaimana sepak bola positif harus dimainkan. Barca, siapa pelatihnya men da pat kan beban melanjutkan tiki-taka yang dipopulerkan Pep Guardiola, dari Guardiola, Tito Vilanova, Gerardo Martino, Luis Enrique, sampai era Ernesto Valverde sekarang. Hasilnya, mereka memang menjadi tim dengan penguasaan bola terbaik pada Primera Liga dan kedua pada Liga Champions musim ini.

Pada Liga Champ ions Valverde membuat Blau – grana tak tersentuh kekalahan sampai leg pertama babak perempat final. Di Primera Liga, Blaugrana tinggal me – nung gu hitung mundur menjadi juara setelah Real Madrid dan Atletico Ma – drid berbagi angka 1-1 pada laga derby. Sayang, semua imajinasi tentang ke – indahan itu runtuh di Stadion Olim – pico, kandang AS Roma, Rabu (11/4). Padahal, Barca datang dengan semua pujian di atas kepala. Mereka memiliki modal kemenangan 4-1 di Stadion Camp Nou. Mereka punya Lionel Messi yang mencetak tiga gol ke gawang Levante di kompetisi domestik dan Luis Suarez dalam kondisi bugar karena tak dimainkan sebelum terbang ke Italia.

Barca juga didukung sejarah hanya ada dua tim yang bisa membalik ke adaan setelah kalah dengan defisit tiga gol atau lebih pada Liga Champions. Mereka adalah Deportivo La Coruna dan Barca. Sayang, semua modal itu tak berarti banyak buat mereka. Blaugrana justru datang ke AS Roma de ngan ketakutan yang tersimpan. Barca tidak setenang biasanya. Mereka masih mendominasi penguasaan bola, tapi tidak banyak, hanya 56%, di bawah pertemuan pertama saat Barca memiliki penguasaan bola 58%.

Barca juga kalah dari sisi agresivitas te kanan karena Roma yang nothing to lose, melakukan 19 tembakan, dengan 6 tepat mengarah ke gawang. Sementara Blaugrana hanya ada sembilan ten dangan dan tiga yang tepat sasaran. Dua tendang – an on target dilakukan Lionel Messi. Bandingkan pada pertemuan pertama, saat Barca berhasil melesakkan 19 tembakan, 9 mengarah ke gawang. Messi juga disorot karena dari total 10 tembakan yang dilakukan pada dua per – temuan melawan Roma, tak ada yang membuahkan gol. Barca pun harus kem bali terjatuh ke bumi setelah ter – bang tinggi pada laga-laga sebelumnya.

“Saya bertanggung jawab sepenuhnya,” kata Valverde, dikutip Marca. Pelatih berusia 54 tahun itu men je – laskan, tekanan yang dilakukan I Gial lo – rossi membuat timnya tidak mampu tampil dengan identitas sendiri. Situasi itu membuat Blaugrana kehilangan identitas tiki-taka karena dipaksa lebih banyak memainkan bola panjang. “Ini adalah pukulan terberat sejak saat bersama Barca,” ujar gelandang jangkar Sergio Busquet. Namun, kegagalan melangkah ke semi final bukan pertama kali untuk Barca. Sejak mendapatkan tiga gelar musim 2014/2015, mereka sudah tiga kali tersingkir pada perempat final.

Dimulai pada musim 2015/2016 ketika mereka gagal bersaing dengan Atletico Ma drid, yang berhasil meraih ke me – nang an di Stadion Vicente Calderon dan lolos dengan agregat 3-2. Musim lalu mereka disingkirkan Juventus setelah kalah 3-0 di Stadion Allianz, Turin, dan harus puas dengan hasil imbang tanpa gol di Camp Nou. “Kami ke cewa karena telah dieliminasi,” kata gelandang veteran Andres Iniesta. Kemenangan I Giallorossi di ten tu – kan melalui gol Edin Dzeko pada menit keenam, Daniele de Rossi (58) dari titik penalti, dan Kostas Manolas (82). “Ten tu saja Roma harus percaya. Berada pada final Liga Champions, kenapa tidak?” kata Pelatih Roma Eusebio di Francesco.

Di Francesco mengejutkan semua orang dengan formasi 3-4-1-2, menempatkan Radja Nainggolan dalam peran trequartista, dan memindahkan Patrik Schick bersama Edin Dzeko.

Ma’ruf

Berita Lainnya…
The Reds Berjaya

>>

Bhayangkara FC Pincang

>>

Masih Ada Oezil

>>

McLaren Masih Butuh Peningkatan Performa

>>

Rekor Sempurna Sixers

>>

UFC Bisa Batalkan Duel Ulang

>>

Kalah, Beban BU Makin Berat

>>

Wakil Jaksa Agung Ditunjuk Jadi CdM

>>

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com