SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Teror Menara TNI AU

  • Reporter:
  • Sabtu, 28 April 2018 | 09:31
  • Dibaca : 507 kali
Teror Menara TNI AU
IST.

BATAM – Kekuatan tim voli putra TNI AU layak diperhitungkan sebagai tim unggulan. Runner Up KORAN SINDO Open I 2016 ini punya pemain dengan tinggi yang menjulang seperti menara, salah satunya Sigit Ardian.

Sigit memastikan diri bakal tampil untuk TNI AU di turnamen BP Batam-KORAN SINDO Open III 2018. Sigit menjadi salah satu pemain timnas yang turun di Batam.

Berposisi sebagai open spike pemain Pertamina Energi ini bukan anak baru di Timnas. Pria kelahiran Kebumen, Jawa Tengah ini telah berhasil mencuri perhatian pelatih Timnas Ibarsjah Djanu untuk membawanya ke skuad Timnas untuk Sea Games 2013 dan 2015.

Sigit memiliki jump serve yang keras dan unggul dalam bola 3. Bermain sejak di Timnas junior bersama Putu Randu ia berhasil membawa Indonesia menjadi runner up kualifikasi kejuaraan asia di Thailand dan meraih medali perak Sea Games 2013 dan Sea Games 2017.

Sigit usai membawa Palembang Bank SumselBabel masuk Big Four Proliga 2018, menjalani Pelatnas Asian Games di Bogor sejak 23 April. Di Proliga 2018, Sigit masuk nominasi salah satu pemain terbaik.

Tak ayal, kehadiran Sigit di Batam bakal menjadi benteng dan menara bagi TNI AU baik di sisi pertahanan maupun penyerangan.

“Saya akan menampilkan permainan terbaik dan menyuguhkan permainan memukau bagi pecinta voli di Kepri,” ungkapnya saat dihubungi, kemarin.

KORAN SINDO Open sendiri bukan pengalaman pertama bagi Sigit. Dia pernah tampil pada edisi 2016 bersama TNI AU, klub induknya. TNI tampil digdaya meski harus kalah di partai puncak dari Singapore VC. TNI AU berkesempatan membalas kekalahan di partai puncak tersebut. Hanya saja skenario TNI AU bertemu Singapore VC di awal belum terwujud sampai penyisihan grup selesai. TNI AU menghuni Grup A sementara Singapore VC berada di Grup B.

Di laga perdana BP BATAM-KORAN SINDO Open III 2018, Sigit dkk bakal menghadapi Majapahit. Laga dimulai pukul 17.00, Selasa (1/5/2018).

Sigit ikut serta dalam Turnamen KORAN SINDO Open III 2018 tahun ini adalah bentuk kepedulian untuk terus mengembangkan olahraga bola voli di Indonesia. Jadwal padat dalam tahun ini tentu tidak mudah bagi Sigit, apalagi ia tidak menyiapkan kondisi fisik dengan baik.

“Jaga pola tidur, karena pola tidur yang teratur lah yang membuat kita fokus dan tidak lelah,” katanya.

Darah olahraga mengalir deras di tubuh Sigit. Dia mengaku sang ayah, Saban Riyadi (45), yang mengenalkan voli sejak dia kecil. “Ayah guru sekaligus pelatih pertama saya. Beliaulah yang mendukung saya sampai sekarang,” ujar Sigit.

Kemampuan bola voli Sigit terasah saat masuk kontingen Popda Jawa Tengah 2002 lalu. Selanutnya mengantarkan Jawa Tengah menjuarai Popnas 2009. Seak itu, Sigit terus mendulang prestasi, dan sempat membawa nama Indonesia meraih medali perak di Asian Games Thailand 2010 lalu.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com